Puluhan Kendaraan Mogok Usai Isi BBM di SPBU Bekasi Timur, Diduga Tercampur Air

Babe News - Bekasi, 02/03/2026. Insiden tak biasa terjadi di sebuah SPBU Pertamina kawasan Bekasi Timur. Sebanyak 21 sepeda motor dan 4 mobil dilaporkan mogok tak lama setelah mengisi BBM jenis Pertalite di lokasi tersebut. Peristiwa ini pun viral di media sosial setelah sejumlah pengendara membagikan pengalaman mereka.
Dalam video yang beredar, terlihat cairan berwarna putih keluar dari tangki kendaraan. Cairan itu diduga merupakan bahan bakar yang telah tercampur air. Salah satu warganet menuturkan, motornya baru saja diisi bensin di SPBU tersebut. Namun, tak lama setelah keluar dari area pom bensin, kendaraannya mendadak mati mesin.
Awalnya ia mengira motornya mengalami kerusakan biasa. Namun, setelah melihat banyak pengendara lain mengalami hal serupa di sekitar lokasi, ia mulai curiga ada yang tidak beres dengan bahan bakar yang dibeli. Sejumlah pemilik kendaraan kemudian kembali ke SPBU secara berkelompok untuk meminta penjelasan.
Pengawas SPBU, Ragil Pambudi, membenarkan adanya kejadian tersebut dan menyampaikan permohonan maaf kepada para konsumen yang terdampak. Ia mengakui adanya campuran air dalam bahan bakar yang terjual saat itu.
Menurutnya, dugaan sementara air bisa saja berasal dari sumber air keran atau rembesan dari lingkungan sekitar, mengingat di samping lokasi terdapat bangunan dengan posisi lebih tinggi. Meski begitu, ia menegaskan bahwa penyebab pastinya masih dalam tahap penelusuran dan akan dijelaskan lebih lanjut oleh pihak Pertamina yang berwenang.
Menanggapi kejadian ini, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) langsung mengambil langkah cepat dengan menghentikan sementara penyaluran Pertalite di SPBU tersebut. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Susanto August Satria, menyampaikan bahwa penghentian dilakukan setelah menerima laporan dari konsumen.
Selain itu, pihak SPBU diminta membuka posko pengaduan guna mendata dan menangani kendaraan yang terdampak. Total 25 kendaraan yang mengalami kendala telah mendapatkan penanganan. Sebagian sudah selesai diperbaiki dan bisa kembali digunakan, sementara sisanya masih dalam proses perbaikan hingga tuntas.
Biaya perbaikan seluruh kendaraan menjadi tanggung jawab pihak SPBU sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada konsumen.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Puluhan Kendaraan Mogok Usai Isi BBM di SPBU Bekasi Timur, Diduga Tercampur Air

Babe News - Bekasi, 02/03/2026. Insiden tak biasa terjadi di sebuah SPBU Pertamina kawasan Bekasi Timur. Sebanyak 21 sepeda motor dan 4 mobil dilaporkan mogok tak lama setelah mengisi BBM jenis Pertalite di lokasi tersebut. Peristiwa ini pun viral di media sosial setelah sejumlah pengendara membagikan pengalaman mereka.
Dalam video yang beredar, terlihat cairan berwarna putih keluar dari tangki kendaraan. Cairan itu diduga merupakan bahan bakar yang telah tercampur air. Salah satu warganet menuturkan, motornya baru saja diisi bensin di SPBU tersebut. Namun, tak lama setelah keluar dari area pom bensin, kendaraannya mendadak mati mesin.
Awalnya ia mengira motornya mengalami kerusakan biasa. Namun, setelah melihat banyak pengendara lain mengalami hal serupa di sekitar lokasi, ia mulai curiga ada yang tidak beres dengan bahan bakar yang dibeli. Sejumlah pemilik kendaraan kemudian kembali ke SPBU secara berkelompok untuk meminta penjelasan.
Pengawas SPBU, Ragil Pambudi, membenarkan adanya kejadian tersebut dan menyampaikan permohonan maaf kepada para konsumen yang terdampak. Ia mengakui adanya campuran air dalam bahan bakar yang terjual saat itu.
Menurutnya, dugaan sementara air bisa saja berasal dari sumber air keran atau rembesan dari lingkungan sekitar, mengingat di samping lokasi terdapat bangunan dengan posisi lebih tinggi. Meski begitu, ia menegaskan bahwa penyebab pastinya masih dalam tahap penelusuran dan akan dijelaskan lebih lanjut oleh pihak Pertamina yang berwenang.
Menanggapi kejadian ini, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) langsung mengambil langkah cepat dengan menghentikan sementara penyaluran Pertalite di SPBU tersebut. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Susanto August Satria, menyampaikan bahwa penghentian dilakukan setelah menerima laporan dari konsumen.
Selain itu, pihak SPBU diminta membuka posko pengaduan guna mendata dan menangani kendaraan yang terdampak. Total 25 kendaraan yang mengalami kendala telah mendapatkan penanganan. Sebagian sudah selesai diperbaiki dan bisa kembali digunakan, sementara sisanya masih dalam proses perbaikan hingga tuntas.
Biaya perbaikan seluruh kendaraan menjadi tanggung jawab pihak SPBU sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada konsumen.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Sopir Avanza yang Sempat Diamuk Massa Usai Kecelakaan di Bekasi Meninggal Dunia

Babe News - Bekasi, 28/02/2026. Mulyadi (55), pengemudi mobil Toyota Avanza yang sebelumnya menjadi sorotan setelah terlibat kecelakaan dan sempat diamuk massa di kawasan Ruko Bekasi Mas, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, dikabarkan meninggal dunia. Kabar tersebut dibenarkan oleh Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Bekasi Kota, Iptu Rojali.
Menurut Rojali, korban mengembuskan napas terakhir setelah sempat menjalani perawatan di RSUD Dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi. Sebelumnya, Mulyadi dilarikan ke rumah sakit karena mengalami sesak napas pasca insiden kecelakaan dan kericuhan yang terjadi di lokasi kejadian.
Berdasarkan keterangan keluarga, Mulyadi sempat dibawa pulang untuk dirawat di rumah pada Kamis (26/2/2026) sekitar pukul 05.00 WIB. Namun, kondisi kesehatannya kembali menurun sehingga pada pukul 10.00 WIB di hari yang sama ia dibawa lagi ke rumah sakit. Sekitar pukul 13.35 WIB, pihak medis menyatakan Mulyadi meninggal dunia.
Kecelakaan bermula saat mobil Avanza yang dikemudikan Mulyadi melaju dari arah Islamic Centre menuju Kantor Pemerintah Kota Bekasi. Setibanya di dekat Ruko Bekasi Mas, kendaraan tiba-tiba oleng ke kiri hingga menabrak seorang juru parkir bernama Jumi (56) serta menghantam pembatas beton. Sebagian badan mobil bahkan sempat naik ke atas trotoar.
Saat hendak memundurkan kendaraan, mobil tersebut kembali menabrak dua sepeda motor, yakni Honda Supra 125 yang dikendarai Suyatno dan Honda Vario 160 milik Aditya Heri Pratama. Mobil kemudian kembali bergerak maju, namun kembali kehilangan kendali ke arah kanan dan menabrak sepeda motor milik Fandi Satia Engge serta Honda Beat yang dikendarai Firman Afala.
Akibat kejadian itu, Jumi mengalami luka berat dan dilarikan ke RS Hermina Kota Bekasi untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara empat sepeda motor yang terlibat mengalami kerusakan cukup parah dan sempat diamankan ke Polres Metro Bekasi Kota untuk proses pendataan.
Peristiwa tersebut sempat viral di media sosial setelah video kejadian beredar luas. Dalam rekaman yang beredar, terlihat warga memadati lokasi dan sebagian di antaranya meluapkan emosi dengan merusak mobil Avanza milik Mulyadi, mulai dari mematahkan wiper, merusak spion, hingga melempari kendaraan dengan batu.
Meski sempat menimbulkan kericuhan, kasus kecelakaan ini tidak berlanjut ke proses hukum. Seluruh pihak yang terlibat sepakat menyelesaikan persoalan secara musyawarah dan kekeluargaan tanpa membuat laporan polisi.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Berita Populer