Babe News - Bekasi, 06/02/2026. Program normalisasi Kali Ciliwung kembali dilakukan. Kali ini, sejumlah bangunan yang berdiri di bantaran sungai di wilayah Cawang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur mulai dibongkar oleh Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Timur.
Pembongkaran ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mempercepat penataan sungai sekaligus mengurangi risiko banjir yang selama ini sering terjadi di sekitar aliran Kali Ciliwung.
Kegiatan pembongkaran tersebut dilakukan setelah proses pembebasan lahan selesai dilakukan.
Informasi mengenai pembongkaran ini disampaikan langsung melalui akun Instagram resmi @sudinsdajakartatimur pada Kamis (5/2/2026). Dalam unggahan tersebut, disebutkan bahwa pembongkaran dilakukan di Jalan Taman Harapan RT 004 RW 03, Kelurahan Cawang, Jakarta Timur.
“Pembongkaran bangunan di beberapa titik wilayah ini merupakan bagian dari kegiatan normalisasi Kali Ciliwung,” tulis Sudin SDA Jakarta Timur dalam keterangannya.
Upaya Mengembalikan Fungsi Sungai dan Kurangi Risiko Banjir
Normalisasi sungai dilakukan untuk mengembalikan fungsi utama Kali Ciliwung sebagai jalur aliran air. Dengan pelebaran dan pendalaman sungai, kapasitas tampungan air akan meningkat sehingga aliran air tidak mudah meluap saat hujan deras.
Selain itu, program ini juga dinilai sebagai langkah strategis untuk mengurangi potensi banjir yang selama ini kerap terjadi di wilayah Jakarta Timur dan kawasan lainnya yang dilewati Kali Ciliwung.
Tak hanya fokus pada aliran sungai, normalisasi ini juga diharapkan dapat membuat bantaran sungai lebih tertata, aman, serta menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi warga sekitar.
Warga Diminta Mendukung dan Tidak Buang Sampah ke Sungai
Dalam kesempatan tersebut, Sudin SDA Jakarta Timur turut mengajak masyarakat untuk ikut mendukung proses normalisasi yang sedang berjalan.
Warga diimbau menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke sungai, karena kebiasaan tersebut dapat menyumbat aliran air dan mengurangi efektivitas program pengendalian banjir.
Sudin SDA berharap, dengan kerja sama semua pihak, manfaat normalisasi Kali Ciliwung dapat dirasakan lebih lama dan memberikan dampak positif secara menyeluruh.
Proyek Normalisasi Dilanjutkan Lagi Setelah Terhenti Sejak 2017
Diketahui, proyek normalisasi Kali Ciliwung sempat terhenti sejak tahun 2017. Namun kini, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung kembali melanjutkan program tersebut sebagai salah satu prioritas utama pengendalian banjir di Jakarta.
Pramono sebelumnya telah meninjau langsung proses pembebasan lahan normalisasi Kali Ciliwung di kawasan Jakarta Timur pada Kamis (29/1/2026).
Ia menegaskan bahwa normalisasi sungai menjadi salah satu langkah penting dalam penanganan banjir jangka menengah di Ibu Kota.
“Normalisasi Sungai Ciliwung ini adalah bagian untuk mengatasi banjir jangka menengah yang ada di Jakarta. Ini sempat terhenti sejak 2017 dan sekarang kita lanjutkan kembali,” ujar Pramono.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan, jika normalisasi Kali Ciliwung berjalan sesuai rencana, maka potensi banjir di Jakarta bisa berkurang hingga 40 persen.
Sumber : kompascom
Editor : Tia



