Perayaan Imlek 2026 di Bekasi Meriah, Pelepasan Burung Warnai Klenteng Hok Lay Kiong

Babe News - Bekasi, 18/02/2026. Suasana perayaan Hari Raya Imlek 2026 terasa meriah di Kota Bekasi. Ribuan warga memadati Klenteng Hok Lay Kiong yang berlokasi di Kelurahan Margahayu, Bekasi Timur, pada Selasa (17/2/2026). Perayaan berlangsung penuh khidmat sekaligus semarak, dengan beragam tradisi khas Imlek yang dijalankan masyarakat.
Sejak pagi hari, warga keturunan Tionghoa terlihat berdatangan untuk melakukan sembahyang dan memanjatkan doa di klenteng. Mereka datang bersama keluarga, membawa perlengkapan ibadah seperti dupa dan sesaji sebagai bentuk penghormatan sekaligus harapan untuk keberkahan di tahun baru.
Tak hanya ritual sembahyang, sejumlah tradisi menarik juga menjadi perhatian. Salah satunya adalah pelepasan burung yang dilakukan sebagian warga di sekitar klenteng. Tradisi ini diyakini sebagai simbol doa dan harapan, agar tahun yang baru membawa kedamaian, kesehatan, serta keberuntungan.
Di area depan klenteng, tampak pula warga sekitar yang ikut meramaikan suasana. Beberapa di antaranya membungkuk sebagai bentuk penghormatan dan ikut menunggu pembagian angpao. Tradisi angpao sendiri merupakan salah satu ciri khas Imlek, berupa amplop merah berisi uang yang dibagikan sebagai tanda berkah dan doa rezeki.
Antusias Warga Terlihat Sejak Malam Hari
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan bahwa semangat perayaan Imlek tahun ini sudah terasa sejak malam sebelumnya, Senin (16/2/2026). Ia menilai antusiasme masyarakat sangat tinggi karena momen Imlek kali ini juga berdekatan dengan datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.
Menurut Tri, kondisi tersebut membuat aktivitas warga semakin padat, termasuk tradisi ziarah yang turut dilakukan masyarakat.
“Karena tahun ini berbarengan dengan umat muslim yang kemudian hari ini melaksanakan perayaan Ramadhan, saya juga melihat makam-makam penuh, mereka ziarah dan sebagainya,” ujar Tri saat ditemui di Bekasi, Selasa (17/2/2026).
Harapan Wali Kota: Bekasi Lebih Nyaman dan Sejahtera
Tri berharap perayaan Imlek ini membawa semangat positif bagi masyarakat Kota Bekasi, khususnya dalam menciptakan kehidupan yang lebih sejahtera dan nyaman.
Ia juga menyinggung harapan agar cuaca dan kondisi kota semakin membaik, sehingga proses perbaikan fasilitas umum seperti jalan dapat berjalan lebih maksimal.
“Mudah-mudahan cuaca dengan selesainya Gong Xi Fa Cai ini akan menjadi lebih cerah, memberikan ruang bagi teman-teman untuk melakukan rehabilitasi terkait jalan-jalan yang hari ini tentu membuat suasana menjadi kurang baik,” tambahnya.
Warga Rayakan Bersama Keluarga dan Siapkan Angpao
Sementara itu, salah seorang warga bernama Felix (30) mengaku sangat menikmati perayaan Imlek tahun ini. Ia merayakan bersama keluarga dengan berbagai kegiatan khas, seperti berkumpul, makan bersama, hingga menyiapkan angpao untuk dibagikan kepada sanak saudara.
“Kita siapkan banyak angpao, terus untuk keluarga segala macam, makan bersama dengan keluarga, terus juga kita pergi-pergi, kumpul-kumpul,” ungkap Felix.
Felix menilai momen Imlek bukan hanya sekadar perayaan, namun juga kesempatan untuk mempererat hubungan keluarga yang jarang bertemu karena kesibukan.

Sumber : Metro TV
Editor : Tia
Share:

Wamenag Tegaskan Tidak Perlu Sweeping Rumah Makan Saat Ramadhan, Ingatkan Pentingnya Toleransi

Babe News - Bekasi, 18/02/2026. Wakil Menteri Agama Republik Indonesia (Wamenag) Muhammad Syafii menegaskan bahwa tindakan sweeping terhadap rumah makan selama bulan Ramadhan tidak seharusnya terjadi. Menurutnya, langkah tersebut bukan bentuk penghormatan terhadap ibadah puasa, melainkan justru bisa memicu ketegangan sosial di masyarakat.
Hal itu disampaikan Syafii usai menghadiri sidang isbat penetapan awal Ramadhan 2026 yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, pada Selasa malam (17/2/2026).
Ia menegaskan bahwa masyarakat perlu memahami kondisi Indonesia yang terdiri dari beragam agama dan keyakinan. Karena itu, tidak semua orang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.
“Tidak ada sweeping-sweeping. Itu bentuk penghormatan kita. Selain kita yang berpuasa, masih ada saudara kita yang tidak berpuasa,” ujar Syafii.
Rumah Makan Tetap Dibuka untuk Warga yang Tidak Berpuasa
Syafii menjelaskan, umat Islam yang menjalankan puasa seharusnya juga menyadari bahwa fasilitas umum seperti rumah makan bisa tetap beroperasi karena ada masyarakat lain yang memang tidak menjalankan ibadah puasa.
Menurutnya, keberadaan rumah makan yang tetap buka bukan berarti tidak menghormati Ramadhan, melainkan sebagai bentuk layanan untuk masyarakat yang memang memiliki kebutuhan berbeda.
“Kita yang berpuasa harus menyadari, tidak semua orang berpuasa. Jadi wajar kalau masih ada fasilitas yang bisa dinikmati oleh mereka yang tidak puasa,” jelasnya.
Tetap Minta yang Tidak Puasa Menghormati yang Berpuasa
Meski menolak sweeping, Syafii juga mengingatkan bahwa sikap saling menghormati harus berjalan dua arah. Ia meminta masyarakat yang tidak menjalankan puasa tetap menjaga sikap agar tidak menyinggung umat Islam yang sedang beribadah.
Ia menilai, jika toleransi dan saling menghargai bisa diterapkan, maka suasana Ramadhan akan terasa lebih damai dan nyaman bagi semua pihak.
“Kalau tidak puasa, ya silakan. Tapi hormati orang yang puasa. Harmoni ini akan melahirkan situasi yang baik di tengah masyarakat,” ucapnya.
Larangan Sweeping Juga Ditegaskan oleh Gubernur Jakarta
Sebelumnya, Gubernur Jakarta Pramono Anung juga menegaskan larangan bagi organisasi kemasyarakatan (ormas) untuk melakukan sweeping terhadap rumah makan selama bulan Ramadhan.
Ia menegaskan, sweeping bukan kewenangan ormas dan dapat mengganggu ketertiban umum. Pemerintah daerah, menurutnya, bertanggung jawab untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan damai tanpa adanya tekanan.
“Saya sebagai gubernur bertanggung jawab untuk ketertiban, dan saya tidak mengizinkan adanya sweeping,” kata Pramono saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat pada Sabtu (14/2/2026).
Pramono menyebut kebijakan ini dibuat agar warga Jakarta dapat menjalani Ramadhan dengan suasana yang lebih harmonis, penuh toleransi, serta menjaga kerukunan antarumat beragama.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Truk Kontainer Timpa Sedan di Karawang, Tiga Orang Meninggal Dunia

Babe News - Jawa Barat, 16/02/2026. Kecelakaan tragis terjadi di wilayah Karawang, Jawa Barat, setelah sebuah truk kontainer menimpa mobil sedan yang sedang melintas. Insiden tersebut mengakibatkan tiga orang meninggal dunia di lokasi kejadian.
Peristiwa nahas ini terjadi di Jalan Raya Tanggul Rawagabus, tepatnya di Desa Kondangjaya, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, pada Minggu (15/2/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, truk trailer dengan nomor polisi B 9107 UEI diduga mengalami kondisi yang menyebabkan kendaraan berat tersebut menimpa mobil sedan Toyota bernomor polisi T 1275 KN.
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Karawang, AKP Sudirianto, membenarkan adanya kecelakaan fatal tersebut. Ia menyampaikan bahwa korban dalam kejadian itu seluruhnya merupakan penumpang sedan yang tertimpa truk kontainer.
“Korban dalam kecelakaan tersebut ada enam orang, semuanya adalah penumpang mobil sedan yang tertimpa trailer,” ujar Sudirianto.
Evakuasi Berlangsung Lama
Sudirianto menjelaskan, proses penyelamatan dan evakuasi korban berlangsung cukup lama. Petugas membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam untuk mengeluarkan seluruh korban dari dalam kendaraan.
Lamanya proses evakuasi dipengaruhi oleh kondisi jalan yang sempit, serta keadaan mobil sedan yang ringsek parah hingga membuat beberapa korban terjepit di dalam badan kendaraan.
“Evakuasi memakan waktu lama karena jalannya sempit dan posisi korban terjepit akibat kendaraan rusak berat,” jelasnya.
Tiga Orang Dinyatakan Meninggal Dunia
Dari enam orang yang berada di dalam sedan, tiga orang dinyatakan meninggal dunia. Korban yang meninggal terdiri dari seorang pria dewasa, seorang perempuan dewasa, serta seorang balita.
AKP Sudirianto menyebutkan, balita tersebut diketahui berada di pangkuan ibunya saat kejadian terjadi.
“Korban meninggal dunia tiga orang, yaitu ayah, ibu, dan satu balita yang saat itu berada di pangkuan ibunya,” ungkapnya.
Sementara itu, tiga korban lainnya dilaporkan selamat namun mengalami luka-luka dan membutuhkan penanganan medis.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan, termasuk memeriksa kondisi kendaraan kontainer serta keterangan dari saksi di sekitar lokasi kejadian.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Berita Populer