Perampokan di SPBU Babelan Bekasi, Lima Karyawan Disekap dan Uang Rp130 Juta Dibawa Kabur

Babe News - Bekasi, 12/03/2026. Aksi perampokan terjadi di sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang berada di Jalan Raya Babelan, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Dalam peristiwa tersebut, lima orang karyawan SPBU menjadi korban penyekapan oleh komplotan pelaku yang berjumlah empat orang. Para pelaku berhasil membawa kabur uang tunai sebesar Rp130 juta dari brankas tempat penyimpanan hasil penjualan bahan bakar.
Kapolres Metro Bekasi, Sumarni, mengatakan bahwa pihak kepolisian saat ini masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas para pelaku sekaligus mengejar mereka yang terlibat dalam aksi kejahatan tersebut.
Peristiwa perampokan itu terjadi pada Selasa dini hari (10/3/2026) sekitar pukul 03.30 WIB, saat kondisi di sekitar lokasi masih relatif sepi. Berdasarkan keterangan para korban, empat orang pelaku datang ke area SPBU dan langsung mengancam para karyawan menggunakan benda yang diduga menyerupai pistol mainan.
Tanpa banyak bicara, para pelaku langsung melancarkan aksinya dengan melakukan kekerasan terhadap para pegawai yang sedang bertugas. Lima karyawan menjadi korban pemukulan sebelum akhirnya disekap oleh komplotan tersebut di dalam ruangan.
Salah satu korban berinisial M (62) sempat mencoba memberikan perlawanan kepada para pelaku. Namun, upaya tersebut justru membuatnya mengalami luka pada bagian tangan kiri akibat tindakan kekerasan yang dilakukan oleh pelaku. Korban lain berinisial B (49) juga mengalami pemukulan dan tendangan saat kejadian berlangsung.
Sementara itu, tiga karyawan lainnya yang berinisial A (24), M (44), dan H (53) juga diperlakukan secara kasar oleh para pelaku. Kepala mereka ditutup menggunakan selimut, sedangkan tangan mereka diikat menggunakan berbagai benda seperti kabel, lakban, hingga tali rafia agar tidak dapat bergerak atau melawan.
Setelah memastikan para korban tidak berdaya, para pelaku kemudian dengan leluasa menuju tempat penyimpanan uang di dalam SPBU. Mereka berhasil membobol brankas yang berisi uang hasil penjualan bahan bakar.
Dari aksi tersebut, para pelaku berhasil membawa kabur uang tunai sebesar Rp130 juta sebelum akhirnya melarikan diri dari lokasi kejadian.
Mendapatkan laporan dari para korban, pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga mengumpulkan sejumlah barang bukti serta meminta keterangan dari para saksi yang berada di sekitar lokasi.
Selain itu, rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar area SPBU turut diperiksa guna membantu mengidentifikasi para pelaku dan mengetahui lebih jelas kronologi kejadian.

Sumber : liputan 6
Editor : Tia
Share:

Prabowo Soroti Aturan Audit BUMN dan Anak Perusahaan, Nilai Perlu Ada Perbaikan Sistem

Babe News - Jakarta, 12/03/2026. Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan keheranannya terhadap aturan yang mengatur proses audit pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Menurutnya, ada ketentuan yang dinilai janggal karena perusahaan milik negara dapat diaudit oleh negara, sementara anak hingga cucu perusahaan justru tidak termasuk dalam aturan yang sama.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan arahan dalam peringatan satu tahun berdirinya Danantara yang berlangsung di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, pada Rabu (11/3/2026).
Dalam sambutannya, Prabowo terlebih dahulu menyinggung sejarah berdirinya BUMN di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa sejak awal kemerdekaan, para pendiri bangsa mendirikan berbagai perusahaan negara dengan tujuan memenuhi kebutuhan strategis masyarakat yang saat itu belum bisa dipenuhi oleh sektor swasta.
Sebagai contoh, Prabowo menyebut ketika Indonesia belum memiliki industri tekstil, pemerintah kemudian mendirikan perusahaan negara seperti Patal Senayan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Hal yang sama juga terjadi di sektor lain, seperti industri kertas yang dibangun untuk mendukung kebutuhan pendidikan nasional.
Tidak hanya itu, ketika Indonesia masih kekurangan obat-obatan setelah merdeka, pemerintah juga membentuk perusahaan farmasi milik negara agar kebutuhan kesehatan masyarakat dapat terpenuhi.
Namun, menurut Prabowo, seiring berjalannya waktu tujuan awal yang baik tersebut dalam beberapa kasus mengalami perubahan. Salah satu hal yang ia soroti adalah berkembangnya struktur perusahaan yang semakin kompleks karena banyaknya pembentukan anak perusahaan hingga cucu perusahaan.
Ia mencontohkan salah satu BUMN besar di sektor energi, yaitu Pertamina, yang menurut laporan memiliki ratusan entitas turunan dalam struktur bisnisnya.
Prabowo mengaku cukup terkejut ketika mengetahui bahwa jumlah anak dan cucu perusahaan dari Pertamina bisa mencapai sekitar 200 entitas. Kondisi tersebut menurutnya membuat struktur perusahaan menjadi sangat besar dan rumit.
Selain itu, ia juga mempertanyakan regulasi yang dianggap tidak logis. Dalam aturan yang berlaku, perusahaan BUMN dapat diaudit oleh negara. Namun, aturan tersebut disebut tidak berlaku bagi anak maupun cucu perusahaan yang berada di bawahnya.
Menurut Prabowo, hal tersebut menimbulkan tanda tanya besar karena anak perusahaan juga masih berada dalam lingkup perusahaan milik negara.
Ia pun mempertanyakan dasar aturan tersebut dan menilai perlu adanya peninjauan kembali agar pengelolaan perusahaan negara dapat lebih transparan dan akuntabel.
Prabowo juga menekankan pentingnya konsolidasi serta pengelolaan perusahaan negara yang lebih efisien dan profesional. Ia berharap BUMN dapat dikelola dengan sistem manajemen yang lebih rasional dan mengikuti standar terbaik di tingkat internasional.
Menurutnya, dengan pengelolaan yang lebih baik, kinerja perusahaan negara dapat meningkat dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi negara maupun masyarakat.

Sumber : detikcom
Editor : Tia
Share:

Penemuan Mayat Mengambang di Kali Bancong Bekasi Gegerkan Warga, Polisi Temukan Barang Diduga Milik Korban

Babe News - Bekasi, 12/03/2026. Warga di kawasan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, dibuat geger setelah ditemukan sesosok mayat mengambang di aliran Kali Bancong pada Rabu siang (11/3/2026). Penemuan tersebut langsung menarik perhatian warga sekitar yang berada di lokasi.
Kapolsek Bekasi Utara AKP Tono Listianto menjelaskan bahwa hingga saat ini identitas korban masih belum diketahui. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan siapa sebenarnya korban yang ditemukan di aliran kali tersebut.
Menurut Tono, pihak kepolisian menerima laporan dari warga sekitar pukul 11.30 WIB terkait adanya mayat yang terlihat mengambang di sungai. Setelah menerima laporan tersebut, petugas dari Polsek Bekasi Utara segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan.
Berdasarkan keterangan awal, mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang pekerja proyek yang kebetulan melintas di jembatan yang berada di sekitar lokasi kejadian. Saat melintas, pekerja tersebut melihat sesuatu yang mencurigakan di aliran kali dan setelah diperhatikan lebih dekat ternyata merupakan tubuh seseorang yang mengambang.
Penemuan itu kemudian segera dilaporkan kepada warga sekitar dan diteruskan kepada pihak kepolisian.
Saat melakukan pemeriksaan di sekitar lokasi, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan korban. Beberapa barang tersebut antara lain sebuah telepon genggam, sandal, topi, serta bungkus obat yang diduga merupakan obat jenis tramadol.
Selain itu, polisi juga menemukan satu unit sepeda motor yang diduga milik korban berada tidak jauh dari lokasi penemuan mayat.
Temuan barang-barang tersebut kini turut menjadi bahan penyelidikan bagi pihak kepolisian untuk mengungkap identitas korban serta mengetahui kronologi kejadian yang sebenarnya.
Setelah dilakukan proses evakuasi dari aliran kali, jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk proses identifikasi oleh tim medis dan kepolisian.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas korban serta penyebab pasti kematian.

Sumber : detikcom
Editor : Tia
Share:

Berita Populer