Pemalak Warteg di Bekasi Tak Diproses Hukum, Polisi Ungkap Alasannya

Babe News - Bekasi, 18/04/2026. Aksi seorang pria yang diduga melakukan pemalakan di sebuah warung tegal (warteg) di kawasan Bekasi Selatan sempat ramai diperbincangkan di media sosial. Namun, kasus tersebut dipastikan tidak berlanjut ke proses hukum. Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa keputusan ini diambil setelah mengetahui kondisi pelaku.
Peristiwa itu terjadi di Jalan Raya Pekayon, RT 02/02, Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi. Dalam video yang beredar, terlihat seorang pria meminta sejumlah uang kepada penjaga warteg dengan nada yang cukup menekan.
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Kusumo Wahyu Bintoro, menjelaskan bahwa setelah dilakukan penelusuran, diketahui pria tersebut memiliki gangguan kejiwaan. Kondisi ini menjadi pertimbangan utama sehingga pihak kepolisian tidak melanjutkan kasus ke jalur hukum.
Menurutnya, pelaku termasuk dalam kategori berkebutuhan khusus sehingga penanganannya tidak bisa disamakan dengan pelaku tindak pidana pada umumnya.
Sementara itu, pihak yang merekam kejadian, Tsani Sholehatun, mengaku tidak menyangka video tersebut akan menjadi viral. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada niat untuk melaporkan kejadian tersebut ke polisi.
Dalam kejadian itu, Tsani sempat memberikan uang sebesar Rp2.000 kepada pelaku. Namun, pria tersebut masih meminta tambahan sambil mengeluarkan kata-kata yang bernada intimidasi. Bahkan, sebelum meninggalkan lokasi, pelaku sempat mengeluarkan ancaman yang membuat situasi semakin tidak nyaman.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

ABG Bekasi Cekcok dengan Saudara, Ditemukan di Cibitung Usai Kabur 2 Pekan

Babe News - Bekasi, 16/04/2026. Seorang remaja putri di Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar), berinisial B (15) dilaporkan hilang selama 13 hari setelah pergi dari rumahnya. Tim Polres Metro Bekasi berhasil melacaknya dan menemukan remaja itu dalam keadaan selamat di Stasiun Cibitung.
Kepala Seksi Humas Polres Metro Bekasi AKP Aliyani mengungkapkan korban sebelumnya dilaporkan hilang ke Unit Pelayanan Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Metro Bekasi. Remaja itu meninggalkan rumah sejak dua pekan lalu seusai insiden bertengkar mulut. Korban lalu menghilang tanpa diketahui keberadaannya.

"Dari hasil pendalaman, diketahui bahwa kejadian ini bermula dari percekcokan antara korban, yang merupakan siswa kelas XI SMK, dengan saudaranya di rumah. Dalam suasana emosi, sang ibu sempat mengusir anak tersebut," kata Aliyani, dilansir Antara, Rabu (15/4/2026).

Pihak keluarga telah melakukan berbagai upaya pencarian, mulai menanyakan ke sekolah, teman-teman, hingga lokasi praktik kerja lapangan korban, namun belum membuahkan hasil hingga akhirnya melaporkan peristiwa tersebut kepada petugas.

Petugas bergerak dengan membentuk tim khusus untuk menelusuri keberadaan remaja hilang tersebut. Petugas akhirnya menemukan titik koordinat anak menggunakan teknologi pelacak lokasi dari sinyal telepon seluler yang digunakan si anak.

"Penelusuran akhirnya mengarahkan petugas ke Stasiun Cibitung, tempat B ditemukan dalam kondisi sehat," ujar Aliyani.

Petugas melakukan pendekatan persuasif kepada remaja tersebut. Melalui komunikasi serta mediasi emosional, korban akhirnya bersedia kembali pulang setelah mengetahui ibunya mencari selama hampir dua pekan dengan penuh kekhawatiran.

"Alhamdulillah saat ini B telah kembali ke rumah dan berkumpul dengan keluarganya," ucap dia.

Keberhasilan menemukan anak hilang ini sekaligus menjadi bukti nyata keberhasilan Polri dalam melindungi masyarakat, khususnya perempuan dan anak. Polres Metro Bekasi mengimbau para orang tua untuk membangun komunikasi yang baik dengan anak.

Jika membutuhkan bantuan kepolisian, masyarakat dapat segera menghubungi layanan polisi. Masyarakat dapat mengakses layanan polisi 110 yang siap melayani 24 jam atau melalui pelayanan interaktif Curhat Langsung Bunda Kapolres (CLBK) di nomor 081383990086.

Sementara itu, orang tua korban menyampaikan terima kasih atas bantuan jajaran kepolisian Metro Bekasi. Remaja itu kini sudah berkumpul kembali dengan keluarganya.

"Saya berterima kasih kepada Ibu Kapolres yang sudah membantu menemukan anak saya yang sudah 13 hari saya cari," kata ibu kandung dengan penuh haru di Mapolres Metro Bekasi.

Sumber : detikcom
Editor : Tia
Share:

Tiga ASN Pemkot Bandung Terciduk Keluar Kota Saat WFH, Wali Kota Tegaskan Disiplin Tetap Utama

Babe News - Bekasi, 15/04/2026. Pelaksanaan kebijakan work from home (WFH) di lingkungan Pemerintah Kota Bandung justru diwarnai temuan pelanggaran. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkap ada tiga aparatur sipil negara (ASN) yang kedapatan bepergian ke luar kota saat seharusnya bekerja dari rumah.
Temuan tersebut diperoleh melalui sistem pemantauan berbasis teknologi yang digunakan pemerintah untuk mengawasi aktivitas pegawai selama WFH. Dari hasil pelacakan, ketiga ASN tersebut diketahui melakukan perjalanan ke beberapa daerah di luar Bandung, seperti Purwakarta, Karawang, hingga Majalengka.
Farhan menjelaskan, saat ini kasus tersebut masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Ia pun mengaku masih menunggu laporan lengkap terkait pelanggaran tersebut.
Ia menegaskan bahwa penerapan WFH bukan berarti pegawai bebas melakukan aktivitas di luar kewajiban pekerjaan. Disiplin tetap menjadi hal utama yang harus dijaga, meskipun pekerjaan dilakukan dari rumah.
Untuk memastikan kebijakan ini berjalan sesuai aturan, Farhan berencana melakukan pengecekan langsung, baik ke kantor maupun terhadap sistem pelaksanaan WFH secara keseluruhan. Selain itu, ia juga ingin mengevaluasi sejauh mana kebijakan ini berdampak pada efisiensi, termasuk dalam hal penghematan energi.
Sebagai bentuk penegakan aturan, ketiga ASN yang terbukti melanggar akan diberikan sanksi berupa teguran. Pemerintah Kota Bandung juga mengingatkan seluruh pegawai agar tidak menyalahgunakan kebijakan WFH sebagai kesempatan untuk bepergian atau bersantai di luar tugas pekerjaan.


Sumber : Detikcom
Editor : Tia
Share:

Berita Populer