Polisi Ungkap Motif Penikaman Nus Kei, Diduga Dipicu Aksi Balas Dendam Lama

Babe News - Bekasi, 21/04/2026. Kasus penikaman yang menewaskan Ketua DPC Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora, mulai menemukan titik terang. Pihak kepolisian mengungkap bahwa aksi tersebut diduga dilatarbelakangi motif balas dendam dari para pelaku.
Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi, menjelaskan bahwa pelaku menyimpan dendam lama terhadap korban. Hal itu berkaitan dengan peristiwa pembunuhan yang terjadi beberapa tahun lalu, tepatnya pada 2020. Dalam kasus tersebut, korban disebut-sebut sebagai pihak yang diduga berperan di balik tewasnya saudara dari pelaku.
Peristiwa yang menjadi latar belakang dendam itu terjadi di kawasan Kalimalang, Bekasi, tepatnya di sekitar Apartemen Metro Galaxy, Jakarta. Sejak saat itu, pelaku diduga menyimpan rasa sakit hati hingga akhirnya melakukan aksi penyerangan. Saat itu, Nus Kei baru saja tiba setelah melakukan perjalanan dari Jakarta.
Menurut keterangan polisi, pelaku tiba-tiba mendekati korban dan langsung melakukan penikaman menggunakan senjata tajam. Setelah melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.
Korban yang mengalami luka serius sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pengejaran terhadap pelaku serta mendalami lebih lanjut kronologi dan keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Kenaikan Mendadak BBM Non-Subsidi Tuai Sorotan, Masyarakat Kaget

Babe News - Bekasi, 20/04/2026. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi menuai banyak perhatian. Pasalnya, perubahan harga ini terjadi secara tiba-tiba tanpa pemberitahuan yang cukup kepada masyarakat, sehingga memicu kebingungan dan keluhan di berbagai kalangan.
Beberapa jenis BBM mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan. Pertamax Turbo kini dijual sekitar Rp19.400 per liter, naik jauh dari sebelumnya Rp13.100. Sementara itu, Dexlite mengalami kenaikan yang lebih tinggi hingga mencapai Rp23.600 per liter dari harga sebelumnya Rp14.200. Hal serupa juga terjadi pada Pertamina Dex yang kini berada di angka Rp23.900 per liter. Di sisi lain, harga Pertamax dan Pertamax Green 95 masih tetap stabil dan tidak mengalami perubahan.
Minimnya sosialisasi terkait kebijakan ini menjadi sorotan utama. Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDIP, Mufti Anam, menilai kenaikan tersebut cukup memberatkan masyarakat, terutama karena dilakukan tanpa persiapan dan komunikasi yang jelas. Ia juga menyinggung bahwa sebelumnya publik sempat mendapat kesan bahwa harga BBM akan tetap stabil.
Menurutnya, kondisi ini bisa menimbulkan ketidakpercayaan karena adanya perbedaan antara pernyataan sebelumnya dengan kebijakan yang akhirnya diambil. Ia menyebut kebijakan ini sebagai langkah yang kurang tepat di tengah upaya menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
Sementara itu, anggota Komisi VI DPR lainnya, Rivqy Abdul Halim, mengingatkan agar kenaikan harga BBM non-subsidi tidak berdampak pada naiknya harga kebutuhan pokok. Ia menekankan pentingnya menjaga daya beli masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
Meski demikian, Rivqy juga memahami bahwa keputusan menaikkan harga BBM bukan hal yang mudah, mengingat adanya tekanan global terhadap sektor energi. Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah tetap perlu menyampaikan informasi secara terbuka agar masyarakat memahami alasan di balik kebijakan tersebut.
Menurutnya, transparansi mengenai kondisi energi nasional, termasuk beban subsidi dan distribusi, sangat penting untuk menghindari keresahan di tengah masyarakat.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Jusuf Kalla Ungkap Perannya dalam Karier Politik Jokowi, Singgung Reaksi Pendukung

Babe News - Bekasi, 20/04/2026. Mantan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, menyampaikan pandangannya terkait perjalanan politik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Dalam pernyataannya, JK menegaskan bahwa dirinya memiliki peran penting dalam membawa Jokowi dari Solo hingga akhirnya meniti karier di tingkat nasional.
Hal tersebut disampaikan JK dalam sebuah jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan. Ia menyebut, dirinya yang pertama kali mendorong Jokowi untuk maju ke Jakarta dan mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Menurut JK, langkah awal itu menjadi titik penting dalam perjalanan politik Jokowi. Ia bahkan mengaku sempat bertemu langsung dengan Megawati Soekarnoputri untuk meyakinkan agar Jokowi mendapatkan dukungan sebagai calon gubernur. Setelah melalui proses tersebut, Jokowi akhirnya maju dalam Pilkada DKI Jakarta 2012 dan berhasil memenangkan pemilihan.
JK juga menuturkan bahwa setelah kemenangan tersebut, Jokowi sempat datang untuk menyampaikan rasa terima kasih kepadanya. Ia bahkan menunjukkan dokumentasi momen tersebut sebagai bukti kedekatan mereka di masa lalu.
Lebih lanjut, JK menyatakan bahwa perjalanan Jokowi hingga menjadi presiden juga tidak lepas dari proses panjang yang diawali dari posisinya sebagai gubernur. Ia menilai, tanpa pengalaman tersebut, langkah menuju kursi presiden tidak akan terjadi.
Pernyataan ini juga disampaikan JK sebagai respons atas reaksi sejumlah pendukung Jokowi yang menurutnya keliru memahami sikapnya. Ia mengaku heran karena dianggap berseberangan setelah ikut memberikan komentar terkait polemik ijazah Jokowi yang belakangan ramai diperbincangkan.
Menurut JK, apa yang ia sampaikan bukanlah bentuk serangan, melainkan nasihat sebagai sosok yang lebih senior. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki niat untuk menyudutkan ataupun melawan Jokowi.

Sumber : sindonews
Editor : Tia
Share:

Berita Populer