Bekasi, 31 juli 2026 - Krisis air bersih akibat kemarau panjang melanda Kampung Pamoyanan, Desa Sirnajati, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi. Warga kini bergantung pada pasokan air dari mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sejak dua hingga empat bulan terakhir, sumur-sumur warga dilaporkan mengering. Kondisi tersebut memaksa sebagian warga mengambil air dari Kali Tegakadu-Leuwi Kacapi yang berjarak sekitar satu jam berjalan kaki atau 15 hingga 20 menit menggunakan sepeda motor. Setibanya di lokasi, mereka masih harus mengantre karena sumber air tersebut juga dimanfaatkan warga dari wilayah lain.
Air dari kali digunakan untuk mandi, mencuci pakaian, mencuci peralatan makan, hingga mencuci beras. Sementara untuk kebutuhan air minum, warga memilih membeli air galon isi ulang.
Keterbatasan air bersih turut mengubah aktivitas sehari-hari masyarakat. Warga harus mengatur jadwal mandi dan mencuci, bahkan sejumlah anak terpaksa mandi di kali sebelum berangkat ke sekolah. Kondisi ini menyebabkan sebagian dari mereka datang terlambat karena harus mengantre mengambil air.
Warga berharap segera turun hujan atau adanya solusi jangka panjang dari pemerintah agar kebutuhan air bersih dapat terpenuhi, terutama selama musim kemarau.
Sumber: Kompas.com.






