Donita menjelaskan, selama di Makkah ia rutin berdoa, berpikir positif, dan mengonsumsi air zamzam. Ia percaya doa yang tulus dan pikiran yang baik, ditambah kandungan mineral air zamzam, menjadi perantara kesembuhannya.
“Setahu aku air zamzam itu mengandung alkalin yang tinggi. Waktu umrah aku banyak doa, berpikir positif, mudah-mudahan Allah kabulkan,” ungkap Donita di Jakarta Selatan, Selasa (23/9/2025).
Ia meyakini pikiran berpengaruh pada kondisi tubuh. Dengan niat kuat untuk sembuh dan menyerahkan segalanya kepada Tuhan, ia merasakan perubahan luar biasa. “Aku waktu itu dikasih tahu minum air zamzam sambil berdoa, semoga jadi obat dari Allah. Alhamdulillah pas dicek kistanya hilang,” ujarnya.
Selama sekitar dua minggu di Tanah Suci, Donita rutin mengonsumsi air zamzam dan berdoa. Sepulangnya ke Indonesia, ia kembali melakukan pemeriksaan medis sebelum jadwal operasi. “Alhamdulillah pas dicek ternyata sudah hilang, masyaallah,” katanya lega.
Donita mengaku sebelumnya tidak menyadari keberadaan kista meski sejak usia 18 tahun sering mengalami nyeri hebat saat menstruasi hingga pingsan. Ia baru mengetahui penyakitnya ketika melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan sebelum berangkat umrah untuk mencegah gangguan kesehatan selama ibadah. Saat itu dokter menemukan kista berukuran besar yang harus segera diangkat setelah ia pulang.
Kini setelah dinyatakan sembuh, Donita tetap mendapat saran dari dokter untuk menjaga pola hidup sehat. “Katanya kista itu hormonal, jadi penting menjaga jam tidur, pola makan, dan olahraga,” tutupnya.
Sumber : liputan6
Editor : Tia




Tidak ada komentar:
Posting Komentar