Dua Kali Keracunan Massal MBG dalam Dua Hari, Bandung Barat Tetapkan Status KLB

Dalam waktu hanya dua hari, Kabupaten Bandung Barat (KBB) diguncang dua kali insiden keracunan massal yang diduga berasal dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Para siswa yang menjadi korban mengalami gejala serius seperti pusing, mual, muntah, sesak napas, kejang-kejang, hingga buang air besar bercampur darah.

Kasus pertama terjadi pada Senin (22/9), disusul gelombang kedua pada Rabu (24/9) di sekolah berbeda. Kepala Puskesmas Cipongkor, Yuyun Sarihotimah, melaporkan total 411 pelajar dari tingkat PAUD hingga SMA/SMK terdampak. Sebanyak 364 siswa menjalani rawat jalan, sementara 47 lainnya dirawat di RSUD Cililin, Puskesmas Cipongkor, GOR Kecamatan Cipongkor, dan RSIA Anugrah.

Plt Kepala Dinas Pendidikan KBB Dadang A. Sapardan menyebut keracunan kedua berasal dari dapur dan menu berbeda dengan kasus pertama. Korban gelombang kedua adalah siswa SMK Karya Perjuangan Cipongkor dan MTS Manurul Huda, sedangkan gelombang pertama menimpa siswa SMK Pembangunan Bandung Barat (PBB), MTS Darul Fiqri, dan SD Negeri Sirnagalih.

Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menyatakan pemerintah kabupaten resmi menetapkan kasus ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) agar penanganan bisa lebih cepat dan menyeluruh. Pemkab bersama instansi terkait saat ini tengah menyelidiki dapur penyedia makanan MBG dan menutup sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Cipongkor untuk keperluan investigasi.

“Mulai dari perizinan hingga standar pengelolaan makanan akan diperiksa. Jika belum layak, akan kami benahi. Khusus dapur di Cipongkor sementara ditutup,” ujar Jeje.

Ia juga mengungkapkan bahwa seluruh 85 dapur MBG di Bandung Barat belum memiliki sertifikasi sehat. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan sebelum program dilanjutkan agar standar keamanan pangan benar-benar terpenuhi.

Sumber : CNAIndonesia
Editor : Tia
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berita Populer