Plt Kepala Dinas Kesehatan Bandung Barat, Lia N. Sukandar, mengatakan sebagian pasien yang sempat pulih kembali datang ke posko karena gejala muncul lagi. “Ada yang sudah membaik, tapi kambuh karena di rumah konsumsi makanan lain seperti ayam goreng dan jeruk,” ujarnya. Lia menegaskan petugas kini diwajibkan memberi edukasi agar pasien menjaga pola makan pasca-pemulihan.
Dari hasil uji laboratorium, Kepala Labkesda Jabar, dr. Ryan Bayusantika Ristandi, menyebut penyebab keracunan berasal dari bakteri Salmonella dan Bacillus cereus yang ditemukan pada sampel makanan MBG. Bakteri ini berkembang akibat penyimpanan makanan terlalu lama pada suhu ruang.
“Jika makanan dibiarkan lebih dari enam jam tanpa pengendalian suhu, bakteri sangat cepat tumbuh,” jelas Ryan. Ia menekankan pentingnya higienitas dapur, mulai dari penggunaan air bersih, suhu penyimpanan, hingga kebersihan petugas.
Dinas Kesehatan Jawa Barat mengingatkan agar pengelola MBG memperketat standar keamanan pangan untuk mencegah insiden serupa terulang.
Sumber : detik news
Editor : Tia




Tidak ada komentar:
Posting Komentar