Tak hanya kehilangan sepeda motor yang masih dalam masa cicilan, Suyatno juga mengalami luka-luka setelah dihempaskan oleh para pelaku ke jalan aspal.
Kejadian bermula ketika Suyatno melintas di Jalan Kaliabang Rorotan Tanggul, Kelurahan Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara. Saat itu, ia baru saja menyelesaikan pesanan terakhir dan memutuskan untuk mematikan aplikasi ojol karena waktu sudah larut malam. Namun, di tengah perjalanan pulang, ia merasa ada kejanggalan.
Menurut pengakuannya, satu sepeda motor yang ditumpangi tiga pria terus membuntutinya dari belakang. Merasa tidak aman, Suyatno sempat berhenti di sebuah warung untuk membeli rokok, berharap orang-orang tersebut pergi dan situasi kembali normal.
“Waktu itu saya sengaja berhenti dulu karena merasa diikuti. Saya pikir kalau berhenti sebentar, mereka bakal pergi,” ujar Suyatno saat ditemui di rumahnya, Jumat sore.
Sayangnya, firasat buruk itu benar-benar terjadi. Ketika melanjutkan perjalanan dan memasuki jalan yang relatif sepi, ketiga pelaku langsung memepet motor korban. Salah satu pelaku menendang kendaraan Suyatno hingga ia terjatuh dan terseret di aspal.
Dalam kondisi terkapar, Suyatno sempat berusaha menyelamatkan motornya. Namun, pelaku mengancamnya menggunakan senjata tajam jenis celurit.
“Saya mau ambil kunci motor, tapi mereka ancam pakai celurit. Saya sempat teriak minta tolong ke orang yang lewat, tapi nggak ada yang berhenti,” tuturnya dengan suara pelan.
Akibat kejadian tersebut, Suyatno mengalami luka robek di bagian kepala serta lecet di tangan. Warga sekitar yang melihat korban terjatuh kemudian memberikan pertolongan dan membawanya ke pelataran masjid terdekat untuk mendapatkan perawatan sementara.
Kini, Suyatno harus menanggung beban berat. Motor yang dirampas para pelaku merupakan satu-satunya sarana untuk mencari nafkah. Ironisnya, kendaraan tersebut masih dalam masa kredit yang harus tetap dibayar setiap bulan.
“Saya benar-benar bingung sekarang. Penghasilan saya cuma dari narik ojek. Motor hilang, cicilan jalan terus, belum lagi biaya sekolah anak dan kontrakan,” ungkapnya dengan wajah penuh kecemasan.
Pasca-kejadian, aparat kepolisian dari Polsek Bekasi Utara telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas juga meminta keterangan dari korban dan mengarahkan Suyatno untuk segera membuat laporan resmi.
Saat ini, kasus pembegalan tersebut tengah ditangani oleh Polsek Bekasi Utara bersama Polres Metro Bekasi Kota. Polisi masih mengumpulkan sejumlah bukti, termasuk menelusuri rekaman kamera CCTV di sekitar lokasi dan jalur yang diduga dilalui para pelaku guna mengungkap identitas serta keberadaan kawanan begal tersebut.
Sumber : iNews jabar
Editor : Tia




Tidak ada komentar:
Posting Komentar