Bantuan tersebut disalurkan kepada warga Kampung Bendungan dan Kampung Kebun Bokor, wilayah yang paling terdampak genangan air. Pada hari pertama pendistribusian, sekitar 500 paket MBG dibagikan di tiga titik lokasi banjir sebagai bentuk respons cepat atas kondisi darurat yang terjadi sejak malam sebelumnya.
Ketua TP PKK Desa Pantai Bakti, Ika Swastika, mengatakan bahwa penyaluran MBG kali ini merupakan yang pertama sejak tanggul Sungai Citarum jebol. Program ini dijalankan melalui kerja sama Pemerintah Desa Pantai Bakti dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat.
“Karena kejadian jebolnya tanggul baru terjadi semalam, hari ini langsung kami fokuskan pendistribusian MBG untuk warga yang terdampak banjir. Kurang lebih ada 500 porsi yang sudah kami bagikan di tiga titik,” ujar Ika.
Ia menjelaskan, meskipun dalam kondisi darurat, menu makanan yang dibagikan tetap memperhatikan unsur gizi seimbang. Setiap paket makanan terdiri dari nasi, lauk telur, sayuran seperti tahu, wortel, dan tauge, serta buah sebagai pelengkap.
Menurut Ika, bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan makan akibat banjir. “Semoga makanan ini bisa sedikit membantu warga kami. Walaupun sederhana, kami berharap manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tambahnya.
Salah seorang warga Kampung Bendungan, Isah (48), mengaku sangat terbantu dengan adanya program MBG. Ia menyebut, sejak banjir melanda, keluarganya mengalami kesulitan mendapatkan bahan makanan karena akses jalan terendam dan pedagang tidak dapat masuk ke wilayah tersebut.
“Alhamdulillah sekarang dapat MBG, satu keluarga saya yang berempat kebagian. Pagi tadi cuma makan mi instan karena tidak ada lauk. Tukang sayur juga tidak lewat karena banjir. Mau keluar cari makan juga jauh dan jalannya masih tergenang,” ungkap Isah.
Ia berharap pendistribusian MBG dapat terus berlanjut selama kondisi banjir belum surut dan aktivitas warga belum kembali normal.
Sementara itu, Camat Muaragembong, Sukarmawan, menjelaskan bahwa pengalihan program MBG untuk warga terdampak banjir dilakukan karena situasi darurat. Selain permukiman warga, banjir juga merendam fasilitas umum termasuk sekolah, sehingga kegiatan belajar mengajar sementara dihentikan.
“Dalam kondisi darurat seperti ini, kami memprioritaskan bantuan untuk korban banjir. Program MBG sangat membantu karena kebutuhan dasar warga, terutama makanan, harus segera terpenuhi,” tegas Sukarmawan.
Sumber : radar bekasi
Editor : Tia




Tidak ada komentar:
Posting Komentar