Menurut keterangan warga sekitar, korban saat itu tengah berjalan kaki dan berusaha menyeberangi rel kereta api. Diduga, korban kurang waspada sehingga tidak sempat menghindari kereta barang yang melaju dari arah Jakarta menuju Cikarang.
Susi (49), salah satu warga yang berada di lokasi kejadian, mengaku melihat langsung detik-detik sebelum kecelakaan terjadi. Ia mengatakan korban sempat melangkah untuk menyeberang rel sebelum akhirnya terserempet kereta.
“Dia mau nyebrang, terus keserempet kereta. Habis itu jatuh. Hidungnya langsung berdarah. Tidak lama kemudian anak-anak teriak bilang ada orang terserempet,” ujar Susi di lokasi.
Susi menambahkan, saat korban tergeletak di sekitar rel, kondisi tubuhnya masih utuh. Korban diketahui mengenakan pakaian atasan berwarna merah, rok hitam, dan masker.
“Badannya masih utuh, cuma darah keluar dari hidung,” katanya.
Kejadian tersebut sempat mengundang perhatian warga sekitar. Banyak warga berdatangan ke lokasi sehingga suasana menjadi ramai. Tak berselang lama, petugas bersama ambulans tiba untuk mengevakuasi korban.
“Warga langsung ramai. Korbannya cepat dibawa pakai ambulans,” lanjut Susi.
Kesaksian serupa disampaikan Rizal (42), warga lainnya. Ia menyebut korban sempat terpental cukup jauh akibat benturan keras dengan kereta.
“Kurang lebih terpental sekitar 10 meter. Kondisinya parah di bagian kepala dan langsung meninggal di tempat,” ujar Rizal.
Rizal juga mengungkapkan bahwa area rel di Kampung Tugu kerap dijadikan jalur penyeberangan oleh warga, meskipun tergolong berbahaya. Risiko kecelakaan semakin tinggi saat hujan karena permukaan rel menjadi licin.
“Di sini memang sering orang nyebrang sembarangan. Padahal rawan banget,” katanya.
Dari identitas yang ditemukan, korban diketahui bukan warga sekitar Kampung Tugu. Berdasarkan data pada kartu identitas, korban berasal dari wilayah Bekasi Utara.
Jenazah korban kemudian dievakuasi oleh petugas Polsek Rawalumbu dan dibawa ke RSUD Chasbullah Abdul Madjid, Kota Bekasi untuk penanganan lebih lanjut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut. Kompas.com telah mencoba menghubungi Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Bekasi Kota, Iptu Rojali, untuk mendapatkan keterangan resmi terkait kronologi dan identitas korban, namun belum memperoleh pernyataan resmi.
Sumber : tribunnew
Editor : Tia




Tidak ada komentar:
Posting Komentar