Relokasi ini akan memindahkan aktivitas perdagangan yang selama ini memenuhi Jalan RE Martadinata dan Jalan Kapten Sumantri menuju lokasi baru yang dinilai lebih tertib, yaitu kawasan Pasar Ramayana.
Pemkab Bekasi menargetkan proses pemindahan ini berjalan lancar, aman, dan terukur, dengan menekankan bahwa kesiapan pedagang serta sinergi lintas sektor menjadi faktor utama keberhasilannya.
Rapat Koordinasi Lintas Sektor Dipimpin Langsung Plt Bupati
Komitmen tersebut ditegaskan oleh Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, setelah memimpin rapat koordinasi lintas sektor yang digelar di Ruang Rapat KH Ma’mun Nawawi, Cikarang Pusat, pada Kamis (12/2/2026).
Rapat koordinasi ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah untuk memastikan relokasi tidak menimbulkan persoalan baru, baik dari sisi keamanan maupun sosial.
Sejumlah unsur dilibatkan dalam rapat tersebut, mulai dari pihak kecamatan, desa, aparat keamanan dari Polres Metro Bekasi, unsur TNI, hingga Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Menurut Asep, keterlibatan berbagai pihak ini sangat penting agar seluruh proses relokasi bisa berjalan tertib dan kondusif.
Relokasi Dijadwalkan 13 Februari, Pedagang Dinilai Sudah Siap
Dalam keterangannya, Asep menjelaskan bahwa relokasi pasar tumpah akan dilakukan pada 13 Februari 2026. Pemindahan akan dilakukan dari kawasan SGC menuju Pasar Ramayana.
“Hari ini kami melaksanakan rapat koordinasi bersama kecamatan, desa, Polres, TNI, dan Satpol PP. Pada tanggal 13 akan dilakukan pemindahan pasar tumpah dari Jalan SGC ke Ramayana. Kami pastikan seluruh proses berjalan tertib dan terkoordinasi,” ujar Asep.
Ia menyebutkan, hasil laporan dari lapangan menunjukkan kondisi saat ini cukup kondusif. Para pedagang juga dinilai sudah memahami maksud dan tujuan relokasi, serta menyatakan kesediaannya untuk berpindah ke tempat yang sudah disiapkan.
“Dari laporan yang kami terima, situasi kondusif dan para pedagang siap mengikuti relokasi. Ini menunjukkan adanya kesadaran bersama untuk mendukung penataan kawasan yang lebih baik,” ungkapnya.
Kesiapan pedagang tersebut menjadi hal penting karena relokasi sering kali memicu penolakan apabila komunikasi dan fasilitas tidak dipersiapkan sejak awal.
Relokasi Dilakukan untuk Mengurai Kemacetan dan Menata Kota
Pemkab Bekasi menilai pasar tumpah di kawasan SGC sudah menimbulkan berbagai persoalan, salah satunya kemacetan yang semakin parah akibat aktivitas jual beli yang meluber hingga ke jalan raya.
Karena itu, relokasi ini dilakukan sebagai bagian dari penataan kawasan perkotaan Cikarang agar lebih rapi, nyaman, dan tidak mengganggu pengguna jalan.
Selain itu, pemerintah juga ingin menciptakan kawasan perdagangan yang lebih bersih, aman, serta memiliki fasilitas yang lebih layak untuk pedagang maupun pembeli.
Pemkab Akan Benahi Infrastruktur di Lokasi Baru
Asep menegaskan bahwa relokasi ini bukan hanya sekadar memindahkan pedagang dari satu titik ke titik lain, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun lingkungan pasar yang lebih representatif.
Pemerintah daerah juga akan melakukan pembenahan infrastruktur pendukung di lokasi baru agar para pedagang dapat berjualan dengan nyaman.
“Kita akan bangun lampu penerangan dan melakukan penataan agar kawasan ini lebih terang, lebih aman, dan lebih nyaman bagi masyarakat maupun pedagang,” tambahnya.
Setelah relokasi selesai, Pemkab Bekasi juga akan melanjutkan penataan kawasan Pasar Ramayana supaya tidak terlihat kumuh dan mampu menjadi pusat ekonomi yang lebih teratur.
Optimistis Relokasi Berjalan Lancar
Dengan dukungan berbagai pihak dan kesiapan pedagang, Pemkab Bekasi optimistis relokasi pasar tumpah SGC dapat berjalan tanpa hambatan berarti. Pemerintah berharap langkah ini tidak hanya berdampak pada ketertiban kota, tetapi juga meningkatkan kenyamanan aktivitas perdagangan dan kualitas lingkungan di sekitar kawasan tersebut.
Sumber : bekasi.kab
Editor : Tia




Tidak ada komentar:
Posting Komentar