Angka tersebut lebih besar dibandingkan jumlah penumpang yang berangkat dari stasiun yang sama pada hari itu, yakni sekitar 5.448 orang. Kondisi ini menunjukkan bahwa arus balik masih berlangsung dan didominasi oleh kedatangan masyarakat dari berbagai daerah menuju kawasan penyangga ibu kota.
Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa tren ini sudah terlihat sejak awal periode arus balik. Ia menyebutkan, sejak 23 Maret hingga 1 April 2026, jumlah penumpang yang datang ke wilayah Daop 1 Jakarta terus lebih tinggi dibandingkan yang berangkat.
Sebagian besar penumpang yang tiba di Bekasi diketahui berasal dari berbagai kota di Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, hingga beberapa wilayah di Jawa Barat.
Secara keseluruhan, pada 26 Maret 2026, total penumpang yang tiba di wilayah Daop 1 Jakarta mencapai 52.471 orang. Sementara itu, jumlah penumpang yang berangkat tercatat sebanyak 33.520 orang.
Jika dibandingkan dengan periode mudik sebelumnya, yakni 11 hingga 20 Maret 2026, tren justru berbanding terbalik. Saat itu, jumlah penumpang yang berangkat dari Stasiun Bekasi mencapai 65.680 orang, sedangkan yang datang hanya sekitar 39.796 orang.
Pada hari H Lebaran, tepatnya 21–22 Maret 2026, jumlah penumpang yang berangkat dari Bekasi tercatat sebanyak 15.253 orang, sementara penumpang yang tiba mencapai 9.288 orang.
PT KAI juga mencatat tingkat keterisian kursi kereta api jarak jauh selama masa angkutan Lebaran mencapai 79 persen. Dari total kapasitas 1.083.674 tempat duduk, sebanyak 858.748 tiket telah terjual.
Meski arus balik masih berlangsung cukup padat, KAI memastikan ketersediaan tiket masih mencukupi. Hingga awal April, masih tersedia sekitar 198.535 kursi untuk perjalanan kereta api jarak jauh.
Sumber : Radar Bekasi
Editor : Tia




Tidak ada komentar:
Posting Komentar