Sebelumnya, jalan di area tersebut diketahui mengalami kerusakan cukup parah. Permukaannya tidak rata, bergelombang, serta terdapat lubang yang memanjang, sehingga membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara motor.
Salah satu pengunjung pasar, Heri (45), mengungkapkan bahwa perbaikan terkesan dilakukan setelah viral. Menurutnya, kondisi jalan sudah lama dikeluhkan, namun baru ditindaklanjuti setelah mendapat perhatian luas di media sosial.
Ia berharap pemerintah bisa lebih cepat merespons laporan masyarakat, terutama terkait infrastruktur yang berhubungan langsung dengan keselamatan. “Jangan tunggu viral dulu baru diperbaiki,” ujarnya.
Hal senada disampaikan warga lain, Zaenab (46), yang menyebut perbaikan sudah mulai dilakukan sejak Kamis pagi (26/3/2026). Ia menjelaskan, kerusakan jalan tersebut sebenarnya sudah berlangsung sekitar dua tahun terakhir, diduga akibat aktivitas pembangunan pasar dan lalu lintas kendaraan berat yang melintas di kawasan tersebut.
Meski sudah diperbaiki, Zaenab menilai metode tambal sulam bukan solusi jangka panjang. Ia khawatir kerusakan akan kembali terjadi dalam waktu dekat jika tidak dilakukan perbaikan secara menyeluruh, seperti pengaspalan ulang.
Menurutnya, kondisi jalan yang rusak sebelumnya memang belum sampai menimbulkan kecelakaan serius, namun cukup berisiko, terutama saat hujan karena permukaan menjadi licin.
Sementara itu, pihak terkait dari Pemkot Bekasi belum memberikan keterangan resmi terkait perbaikan tersebut hingga saat ini.
Sumber : kompascom
Editor : Tia




Tidak ada komentar:
Posting Komentar