Pensiunan JICT Tewas di Rumahnya di Bekasi, Keluarga Minta Kasus Diusut Tuntas

Babe News - Bekasi, 04/03/2026. Ermanto Usman (65), pria yang ditemukan meninggal dunia di kediamannya di Perumahan Prima Lingkar Asri, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, diketahui merupakan pensiunan PT Jakarta International Container Terminal (JICT), anak perusahaan Pelindo. Ia telah mengakhiri masa tugasnya sekitar sembilan tahun lalu.
Hal tersebut disampaikan putra sulungnya, Fiandy A Putra (33), saat ditemui awak media pada Selasa (3/3/2026). Menurut Putra, semasa aktif bekerja, ayahnya dikenal cukup vokal dan terlibat dalam kegiatan serikat pekerja. Bahkan setelah pensiun, Ermanto masih aktif sebagai Ketua Paguyuban Pensiunan JICT.
“Bapak dulu aktif di serikat pekerja. Belakangan ini juga sempat bersemangat membuat podcast,” ujar Putra. Ia menilai, aktivitas sang ayah yang kerap menyuarakan kepentingan pekerja lapangan memiliki risiko tersendiri.
Putra menyebut ayahnya berupaya memperjuangkan aspirasi rekan-rekannya yang dianggap membutuhkan perhatian lebih. Meski tidak mengetahui secara detail apa saja yang sedang dikerjakan ayahnya, ia menduga peristiwa yang menimpa kedua orangtuanya bukan sekadar aksi pencurian biasa.
“Kami merasa ini lebih mengarah ke pembunuhan,” kata Putra. Kendati demikian, pihak keluarga tetap menunggu hasil resmi dari proses penyelidikan kepolisian dan berkomitmen mengikuti prosedur hukum yang berlaku.
Atas kejadian tersebut, keluarga juga memohon perhatian dan keadilan kepada Presiden Republik Indonesia agar kasus ini bisa diungkap secara terang benderang, termasuk siapa pelaku dan apa motif di baliknya.
Putra mengaku tidak mengetahui adanya ancaman atau teror yang diterima orangtuanya sebelum kejadian. Menurutnya, sang ayah tidak pernah menceritakan persoalan tertentu yang dianggap membahayakan kepada keluarga.
Ia juga menjelaskan bahwa saat kejadian, adiknya, Dinda Nada Alifah, sedang berada di kamar lantai dua dan pintu dalam kondisi terkunci. Hasil pengecekan sementara dari kepolisian menyebut area lantai dua dalam keadaan steril.
Terkait dugaan perampokan, Putra menilai ada sejumlah kejanggalan. Beberapa dokumen penting keluarga dilaporkan masih utuh di tempat penyimpanan. Meski kunci mobil disebut hilang, kendaraan yang bersangkutan tidak dibawa pelaku. Saat ditemukan, ibunya juga masih mengenakan perhiasan kalung, sementara informasi mengenai gelang emas yang hilang diketahui dari keterangan sang adik.
Sebelumnya, Ermanto dan istrinya, Pasmilawati (60), ditemukan menjadi korban dugaan perampokan disertai kekerasan pada Senin (2/3/2026). Saat ditemukan, Ermanto tergeletak di atas kasur dengan luka parah dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi. Sementara Pasmilawati ditemukan di lantai kamar dalam kondisi kritis dan kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal, menyampaikan bahwa dugaan awal mengarah pada tindak perampokan. Namun, pihak kepolisian belum dapat memastikan motif pasti karena proses penyelidikan masih berlangsung. Informasi awal menyebut beberapa barang seperti gelang emas dan kunci mobil dilaporkan hilang.
Hasil pemeriksaan medis sementara menunjukkan kedua korban mengalami luka akibat benturan benda tumpul di bagian belakang kepala. Penanganan kasus ini melibatkan Polsek Pondok Gede, Polres Metro Bekasi Kota, hingga tim Jatanras Polda Metro Jaya untuk mengungkap pelaku dan latar belakang kejadian.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berita Populer