Sisa 10 Persen, Rumah Murah di Bekasi Rp 127 Jutaan Jadi Rebutan

Babe News, Bekasi, 23/03/2026. Minat masyarakat terhadap rumah subsidi di Kabupaten Bekasi masih tergolong sangat tinggi. Di tengah meningkatnya harga properti, hunian dengan harga terjangkau di bawah Rp 200 juta justru menjadi incaran utama, terutama bagi para pencari rumah pertama. Data terbaru dari Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (Sikumbang) menunjukkan bahwa ketersediaan unit kini semakin terbatas, bahkan rata-rata hanya tersisa sekitar 10 persen dari total yang dipasarkan.
Beberapa kawasan seperti Tambun Utara, Cibitung, hingga Sukatani masih menjadi titik favorit karena lokasinya yang strategis dan dekat dengan kawasan industri maupun akses transportasi menuju Jakarta. Hal ini membuat rumah subsidi di wilayah tersebut cepat terserap pasar.
Salah satu proyek yang paling diminati adalah Suropati Residence di Tambun Utara. Perumahan ini menawarkan harga sekitar Rp 127 jutaan dengan tipe 22/60. Dari total ratusan unit yang tersedia, kini hanya tersisa puluhan unit saja karena tingginya minat pembeli, khususnya para pekerja komuter.
Di kawasan Cibitung, Grand Kertamukti Residences juga mengalami kondisi serupa. Dengan harga mulai Rp 134 jutaan, stok unitnya hampir habis dan hanya menyisakan sekitar 20 unit. Faktor konektivitas yang semakin baik, terutama dengan hadirnya akses tol, menjadi daya tarik utama kawasan ini.
Sementara itu, di Sukatani, terdapat dua pilihan menarik. Puri Cikarang Asri menawarkan unit yang masih sepenuhnya tersedia, cocok bagi pembeli yang ingin memilih lokasi rumah secara leluasa. Berbeda dengan Griya Mahakarya Residence yang justru sudah hampir sold out, dengan sisa unit yang sangat terbatas.
Bagi keluarga yang membutuhkan ruang lebih luas, Graha Cipta 5 di Tambun Utara bisa menjadi alternatif. Dengan tipe bangunan 36/60 dan harga sekitar Rp 140 jutaan, perumahan ini tetap diminati meskipun harganya sedikit lebih tinggi dibanding tipe standar.
Melihat kondisi saat ini, pergerakan pasar rumah subsidi di Bekasi terbilang sangat cepat. Banyak proyek yang sudah terjual lebih dari 90 persen, menandakan tingginya kebutuhan masyarakat akan hunian terjangkau. Selain itu, kenaikan harga bahan bangunan juga menjadi faktor yang mendorong calon pembeli untuk segera mengambil keputusan sebelum harga semakin naik.
Keberadaan platform seperti Sikumbang turut membantu masyarakat dalam mengecek ketersediaan unit serta memastikan legalitas pengembang, sehingga proses pembelian menjadi lebih transparan dan aman.

Sumber : detikcom
Editor : Tia
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berita Populer