Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam sebuah wawancara melalui sambungan telepon dengan media CBS News pada Senin sore (9/3/2026). Wawancara tersebut kemudian dipublikasikan pada Selasa (10/3/2026). Saat memberikan pernyataan itu, Trump diketahui sedang berada di klub golf miliknya di Doral, Florida.
Dalam wawancara tersebut, Trump menyampaikan keyakinannya bahwa kemampuan militer Iran saat ini sudah sangat melemah. Ia menilai sebagian besar kekuatan militer Iran telah dihancurkan dalam operasi yang dilakukan oleh militer Amerika Serikat.
Menurut Trump, Iran saat ini hampir tidak memiliki kekuatan militer yang signifikan. Ia menyebut angkatan laut Iran sudah tidak berfungsi, komunikasi militer mereka terganggu, dan kemampuan angkatan udara pun disebut sangat terbatas. Selain itu, persediaan rudal dan drone Iran juga diklaim semakin menipis setelah berbagai serangan yang dilakukan.
Militer Amerika Serikat sendiri sebelumnya melaporkan bahwa dalam minggu pertama operasi militer, mereka telah menyerang lebih dari 3.000 target di wilayah Iran. Serangan tersebut disebut-sebut menyasar fasilitas militer, gudang senjata, hingga lokasi produksi drone.
Trump menilai serangan tersebut membuat kekuatan militer Iran semakin melemah. Ia bahkan menyatakan bahwa hampir tidak ada lagi kemampuan militer yang tersisa dari pihak Iran.
Di tengah situasi konflik tersebut, Iran juga mengumumkan perubahan kepemimpinan tertinggi negara itu. Ayatollah Mojtaba Khamenei disebut menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang sebelumnya menjabat sebagai pemimpin tertinggi Iran.
Namun ketika ditanya mengenai pesan kepada pemimpin baru Iran tersebut, Trump mengaku tidak memiliki pesan khusus. Ia bahkan mengatakan bahwa dirinya memiliki pandangan tersendiri mengenai siapa yang seharusnya memimpin negara tersebut.
Sementara itu, konflik antara Iran dan koalisi Amerika Serikat-Israel yang berlangsung sejak 28 Februari lalu turut berdampak pada aktivitas pelayaran di Selat Hormuz. Jalur laut tersebut merupakan salah satu rute penting bagi distribusi minyak dunia, dengan sekitar 20 persen pasokan minyak global melewati kawasan tersebut.
Akibat konflik yang terjadi, aktivitas kapal-kapal pengiriman komersial di kawasan itu sempat terhenti. Kondisi tersebut sempat memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global.
Trump mengatakan Amerika Serikat memiliki kemampuan untuk mengambil langkah terkait keamanan jalur tersebut. Ia juga memperingatkan Iran agar tidak mencoba mengganggu jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Menurut Trump, jika Iran melakukan tindakan yang dianggap mengancam keamanan di kawasan itu, maka konsekuensinya akan sangat serius bagi negara tersebut.
Dalam pernyataannya, Trump juga menyebut bahwa Selat Hormuz kini kembali terbuka untuk pelayaran dan sejumlah kapal sudah mulai melintas. Meski demikian, ia mengaku masih mempertimbangkan kemungkinan bagi Amerika Serikat untuk mengambil alih pengawasan kawasan tersebut.
Pernyataan Trump mengenai perkembangan konflik ini turut memengaruhi pasar energi dunia. Harga minyak mentah Amerika dilaporkan turun sekitar 10 persen atau hampir 10 dolar AS per barel dalam waktu kurang dari dua jam setelah wawancara tersebut dipublikasikan.
Selain itu, pasar saham utama di Amerika Serikat juga ditutup dengan kenaikan, setelah sebelumnya sempat mengalami penurunan sepanjang hari perdagangan.
Pada awal konflik, Trump sempat memperkirakan bahwa perang dengan Iran bisa berlangsung sekitar satu bulan. Namun kini ia mengklaim bahwa operasi militer tersebut berjalan lebih cepat dari perkiraan.
Di sisi lain, pada hari yang sama ketika Trump menyatakan bahwa perang hampir selesai, Departemen Pertahanan Amerika Serikat justru mengunggah pesan di platform X yang menyebut bahwa perang baru saja dimulai dan akan dilakukan secara tanpa ampun.
Sejauh ini, konflik tersebut juga telah menimbulkan korban dari pihak militer Amerika Serikat. Tercatat tujuh prajurit AS dilaporkan tewas selama operasi militer berlangsung.
Pada hari Senin, Wakil Presiden AS JD Vance dijadwalkan menghadiri upacara pemindahan jenazah seorang prajurit Angkatan Darat AS bernama Sersan Benjamin Pennington. Ia meninggal dunia akibat luka yang dideritanya dalam serangan pada 1 Maret di Pangkalan Udara Prince Sultan di Arab Saudi.
Ketika ditanya apakah perang tersebut benar-benar akan segera berakhir, Trump menyampaikan bahwa keputusan mengenai berakhirnya perang lebih merupakan pandangannya secara pribadi.
Sumber : sindo news
Editor : Tia




Tidak ada komentar:
Posting Komentar