Ikan Sapu-sapu Kian Mendominasi Kali Bekasi, Pemerintah Siapkan Langkah Penanganan

Babe News - Bekasi, 22/04/2026. Keberadaan ikan sapu-sapu di aliran sungai perkotaan, khususnya di wilayah Bekasi, mulai menjadi perhatian serius. Populasi ikan yang tergolong spesies invasif ini terus meningkat dan berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem perairan. Selain itu, ada pula kekhawatiran dari sisi kesehatan apabila ikan tersebut dikonsumsi oleh masyarakat.
Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menyebut Kali Bekasi menjadi salah satu titik utama persebaran ikan sapu-sapu. Bahkan, ia menyebut sungai tersebut sebagai “sarang” bagi ikan ini. Pernyataan itu disampaikan saat dirinya mengikuti kegiatan susur sungai di kawasan Delta Pekayon, Bekasi Selatan, Selasa (21/4/2026).
Menurutnya, kondisi air sungai yang cukup dalam membuat ikan sapu-sapu tidak selalu terlihat di permukaan. Namun, hal itu tidak berarti jumlahnya sedikit. Justru, keberadaannya diyakini cukup banyak dan terus berkembang di dalam perairan.
Tak hanya berdampak pada lingkungan, ikan sapu-sapu juga menimbulkan kekhawatiran dari sisi kesehatan. Ikan ini diketahui tidak layak untuk dikonsumsi karena berpotensi mengandung zat berbahaya. Pemerintah pun mengingatkan pelaku usaha, khususnya UMKM, agar tidak menggunakan ikan tersebut sebagai bahan makanan olahan seperti bakso, siomay, atau cilok.
Di sisi lain, pemerintah daerah mulai menyiapkan langkah penanganan untuk mengendalikan populasi ikan ini. Salah satu upaya yang direncanakan adalah melakukan penangkapan massal saat debit air sungai menurun, yang diperkirakan terjadi pada pertengahan tahun, sekitar bulan Juni.
Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C), Puarman, menjelaskan bahwa kondisi air surut menjadi momen yang tepat untuk melakukan penangkapan. Ia menilai metode manual menggunakan jaring menjadi cara paling efektif untuk mengurangi jumlah ikan sapu-sapu di sungai.
Meski demikian, proses pembasmian ikan ini juga perlu diperhatikan dengan bijak. Metode pemusnahan tidak bisa dilakukan sembarangan, karena harus mempertimbangkan aspek lingkungan maupun aturan yang berlaku. Oleh karena itu, pihak terkait masih mencari cara terbaik agar penanganan bisa dilakukan secara efektif sekaligus aman.
Sebagai perbandingan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebelumnya telah melakukan penangkapan besar-besaran ikan sapu-sapu di lima wilayah kota administrasi. Dalam kegiatan tersebut, lebih dari satu ton ikan berhasil dikumpulkan sebagai upaya mengendalikan populasi spesies invasif tersebut.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berita Populer