Pemasangan JPO di Depan Stasiun Bekasi, Lalu Lintas Direkayasa hingga 10 April

Babe News - Bekasi, 08/04/2026. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi memberlakukan rekayasa lalu lintas di Jalan Ir H Juanda, tepatnya di kawasan depan Stasiun Bekasi. Kebijakan ini diterapkan mulai 7 hingga 10 April 2026, setiap pukul 23.00 hingga 05.00 WIB, guna mendukung proses pemasangan konstruksi jembatan penyeberangan orang (JPO).
Sekretaris Dishub Kota Bekasi, Teguh Indrianto, menjelaskan bahwa pekerjaan yang dilakukan meliputi pemasangan girder atau rangka utama JPO. Proses ini membutuhkan pengaturan lalu lintas secara khusus karena melibatkan alat berat dan berpotensi mengganggu arus kendaraan.
Pada dua hari pertama pelaksanaan, sistem contraflow diterapkan untuk menjaga kelancaran kendaraan di tengah proses pembangunan. Sementara itu, pada malam ketiga, akses Jalan Ir H Juanda akan ditutup sementara, sehingga seluruh kendaraan dialihkan ke jalur alternatif yang telah disiapkan.
Pengalihan arus lalu lintas akan diarahkan melalui beberapa ruas jalan, seperti Jalan Kemakmuran, Jalan Ahmad Yani, Jalan M Hasibuan, hingga Jalan RA Kartini sebelum kembali ke Jalan Juanda. Rute ini juga menjadi prioritas bagi kendaraan besar yang biasa melintas di kawasan tersebut.
Selain itu, Dishub juga menyediakan jalur alternatif lain untuk pengguna jalan dari berbagai arah. Kendaraan dari Simpang Pemda menuju Simpang Bulan-Bulan dapat melalui Jalan Kemakmuran, Jalan Veteran, Jalan M Hasibuan, hingga Jalan RA Kartini. Sedangkan kendaraan dari arah Simpang Bulan-Bulan menuju Kranji diarahkan melalui Jalan KH Masyuro, Jalan Veteran, dan Jalan Rawa Tembaga.
Pemerintah Kota Bekasi mengimbau masyarakat untuk mematuhi rambu lalu lintas serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan dan kelancaran bersama.
Proyek pembangunan JPO ini sebelumnya sempat mengalami penundaan karena kendala perizinan dari Kementerian Perhubungan dan PT KAI. Namun kini, setelah izin resmi diterbitkan, pembangunan kembali dilanjutkan dengan target penyelesaian sekitar dua hingga tiga bulan.
Keberadaan JPO diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengurai kemacetan di Jalan Juanda, yang selama ini sering terjadi akibat tingginya aktivitas penyeberangan pejalan kaki. Ke depan, penyeberangan akan difokuskan melalui JPO, bahkan median jalan direncanakan ditutup agar tidak lagi digunakan untuk menyeberang.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berita Populer