Diduga Tercemar, DLH Kota Bekasi Selidiki Perubahan Warna Air Sungai Cileungsi


 Bekasi, 23 Juli 2026 – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi bersama Komunitas Peduli Sungai Cileungsi dan Cikeas (KP2C) menyelidiki dugaan pencemaran di aliran Kali Bekasi setelah air Sungai Cileungsi di kawasan hulu berubah menjadi hitam pekat.


Investigasi dilakukan dengan menyusuri aliran Sungai Cileungsi hingga memasuki wilayah Kabupaten Bogor. Dalam penelusuran tersebut, tim KP2C bersama Pasukan Katak DLH Kota Bekasi menemukan indikasi pencemaran yang ditandai dengan perubahan warna air sungai menjadi hitam di sejumlah titik.


Selain melakukan penelusuran di sepanjang aliran sungai, tim juga memeriksa beberapa saluran pembuangan yang diduga menjadi jalur masuk limbah ke badan sungai. Untuk memastikan penyebab perubahan kualitas air, UPTD Laboratorium DLH Kota Bekasi mengambil sampel air Sungai Cileungsi yang selanjutnya akan diuji di laboratorium.


Kepala DLH Kota Bekasi, Kiswatiningsih, mengatakan hasil investigasi sementara mengindikasikan sumber pencemaran berasal dari wilayah hulu. Namun, pihaknya masih menunggu hasil analisis laboratorium untuk memastikan sumber pencemar secara ilmiah.


Ia juga menyampaikan bahwa DLH Kota Bekasi selama ini rutin melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan di kawasan perbatasan serta sepanjang sempadan Kali Bekasi guna memastikan kepatuhan terhadap aturan pengelolaan lingkungan hidup.


DLH Kota Bekasi memastikan investigasi akan terus berlanjut hingga sumber pencemaran dapat dipastikan. Hasil uji laboratorium nantinya akan menjadi dasar penentuan langkah penanganan, termasuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah maupun instansi terkait apabila sumber pencemaran berada di luar wilayah administrasi Kota Bekasi.


Melalui kolaborasi dengan KP2C, DLH Kota Bekasi menegaskan komitmennya untuk memperkuat pengawasan kualitas air sungai serta merespons cepat setiap laporan dugaan pencemaran demi menjaga keberlanjutan Kali Bekasi sebagai sumber daya air yang penting bagi masyarakat dan ekosistem.


Sumber: PojokBekasi.com

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berita Populer