Program MBG Bantu Warga Terdampak Banjir di Desa Pantai Bakti, Muaragembong

Babe News - Bekasi, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini difokuskan untuk peserta didik, kali ini dialihkan untuk membantu warga terdampak banjir di Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi. Ratusan warga yang terdampak banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Citarum menerima bantuan makanan siap santap pada Selasa (20/1/2026) siang.
Bantuan tersebut disalurkan kepada warga Kampung Bendungan dan Kampung Kebun Bokor, wilayah yang paling terdampak genangan air. Pada hari pertama pendistribusian, sekitar 500 paket MBG dibagikan di tiga titik lokasi banjir sebagai bentuk respons cepat atas kondisi darurat yang terjadi sejak malam sebelumnya.
Ketua TP PKK Desa Pantai Bakti, Ika Swastika, mengatakan bahwa penyaluran MBG kali ini merupakan yang pertama sejak tanggul Sungai Citarum jebol. Program ini dijalankan melalui kerja sama Pemerintah Desa Pantai Bakti dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat.
“Karena kejadian jebolnya tanggul baru terjadi semalam, hari ini langsung kami fokuskan pendistribusian MBG untuk warga yang terdampak banjir. Kurang lebih ada 500 porsi yang sudah kami bagikan di tiga titik,” ujar Ika.
Ia menjelaskan, meskipun dalam kondisi darurat, menu makanan yang dibagikan tetap memperhatikan unsur gizi seimbang. Setiap paket makanan terdiri dari nasi, lauk telur, sayuran seperti tahu, wortel, dan tauge, serta buah sebagai pelengkap.
Menurut Ika, bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan makan akibat banjir. “Semoga makanan ini bisa sedikit membantu warga kami. Walaupun sederhana, kami berharap manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tambahnya.
Salah seorang warga Kampung Bendungan, Isah (48), mengaku sangat terbantu dengan adanya program MBG. Ia menyebut, sejak banjir melanda, keluarganya mengalami kesulitan mendapatkan bahan makanan karena akses jalan terendam dan pedagang tidak dapat masuk ke wilayah tersebut.
“Alhamdulillah sekarang dapat MBG, satu keluarga saya yang berempat kebagian. Pagi tadi cuma makan mi instan karena tidak ada lauk. Tukang sayur juga tidak lewat karena banjir. Mau keluar cari makan juga jauh dan jalannya masih tergenang,” ungkap Isah.
Ia berharap pendistribusian MBG dapat terus berlanjut selama kondisi banjir belum surut dan aktivitas warga belum kembali normal.
Sementara itu, Camat Muaragembong, Sukarmawan, menjelaskan bahwa pengalihan program MBG untuk warga terdampak banjir dilakukan karena situasi darurat. Selain permukiman warga, banjir juga merendam fasilitas umum termasuk sekolah, sehingga kegiatan belajar mengajar sementara dihentikan.
“Dalam kondisi darurat seperti ini, kami memprioritaskan bantuan untuk korban banjir. Program MBG sangat membantu karena kebutuhan dasar warga, terutama makanan, harus segera terpenuhi,” tegas Sukarmawan.

Sumber : radar bekasi
Editor : Tia
Share:

Program MBG Bantu Warga Terdampak Banjir di Desa Pantai Bakti, Muaragembong

Babe News - Bekasi, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini difokuskan untuk peserta didik, kali ini dialihkan untuk membantu warga terdampak banjir di Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi. Ratusan warga yang terdampak banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Citarum menerima bantuan makanan siap santap pada Selasa (20/1/2026) siang.
Bantuan tersebut disalurkan kepada warga Kampung Bendungan dan Kampung Kebun Bokor, wilayah yang paling terdampak genangan air. Pada hari pertama pendistribusian, sekitar 500 paket MBG dibagikan di tiga titik lokasi banjir sebagai bentuk respons cepat atas kondisi darurat yang terjadi sejak malam sebelumnya.
Ketua TP PKK Desa Pantai Bakti, Ika Swastika, mengatakan bahwa penyaluran MBG kali ini merupakan yang pertama sejak tanggul Sungai Citarum jebol. Program ini dijalankan melalui kerja sama Pemerintah Desa Pantai Bakti dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat.
“Karena kejadian jebolnya tanggul baru terjadi semalam, hari ini langsung kami fokuskan pendistribusian MBG untuk warga yang terdampak banjir. Kurang lebih ada 500 porsi yang sudah kami bagikan di tiga titik,” ujar Ika.
Ia menjelaskan, meskipun dalam kondisi darurat, menu makanan yang dibagikan tetap memperhatikan unsur gizi seimbang. Setiap paket makanan terdiri dari nasi, lauk telur, sayuran seperti tahu, wortel, dan tauge, serta buah sebagai pelengkap.
Menurut Ika, bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan makan akibat banjir. “Semoga makanan ini bisa sedikit membantu warga kami. Walaupun sederhana, kami berharap manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tambahnya.
Salah seorang warga Kampung Bendungan, Isah (48), mengaku sangat terbantu dengan adanya program MBG. Ia menyebut, sejak banjir melanda, keluarganya mengalami kesulitan mendapatkan bahan makanan karena akses jalan terendam dan pedagang tidak dapat masuk ke wilayah tersebut.
“Alhamdulillah sekarang dapat MBG, satu keluarga saya yang berempat kebagian. Pagi tadi cuma makan mi instan karena tidak ada lauk. Tukang sayur juga tidak lewat karena banjir. Mau keluar cari makan juga jauh dan jalannya masih tergenang,” ungkap Isah.
Ia berharap pendistribusian MBG dapat terus berlanjut selama kondisi banjir belum surut dan aktivitas warga belum kembali normal.
Sementara itu, Camat Muaragembong, Sukarmawan, menjelaskan bahwa pengalihan program MBG untuk warga terdampak banjir dilakukan karena situasi darurat. Selain permukiman warga, banjir juga merendam fasilitas umum termasuk sekolah, sehingga kegiatan belajar mengajar sementara dihentikan.
“Dalam kondisi darurat seperti ini, kami memprioritaskan bantuan untuk korban banjir. Program MBG sangat membantu karena kebutuhan dasar warga, terutama makanan, harus segera terpenuhi,” tegas Sukarmawan.

Sumber : radar bekasi
Editor : Tia
Share:

Berangkat Kerja Saat Subuh, Pegawai SPPG Jadi Korban Begal di Pondok Melati Bekasi

Babe News - Bekasi, Aksi pembegalan kembali terjadi di wilayah Kota Bekasi. Kali ini, seorang pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Ayu Dwi Setyoningsih (41), menjadi korban kejahatan jalanan saat hendak berangkat bekerja pada dini hari. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Patria Jaya IV, RT 002/RW 013, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Selasa (20/1/2026).
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa kasus ini langsung ditangani oleh jajaran Polsek Pondok Gede. Laporan pembegalan diterima kepolisian sekitar pukul 05.15 WIB.
“Setelah menerima laporan, petugas piket reskrim bersama piket fungsi dan perwira pengendali segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan awal,” ujar Braiel saat dikonfirmasi pada Rabu (21/1/2026).
Berdasarkan keterangan sementara, aksi pembegalan itu terjadi sekitar pukul 03.30 WIB. Saat itu, korban berangkat dari rumah menuju tempat kerjanya dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat hitam bernomor polisi B 5178 KII. Ketika melintas di lokasi kejadian, korban tiba-tiba dihadang oleh dua orang pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor.
Para pelaku memaksa korban untuk berhenti di pinggir jalan. Dalam situasi tersebut, korban tidak dapat berbuat banyak dan akhirnya sepeda motor miliknya dirampas oleh pelaku. Setelah berhasil membawa kendaraan korban, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi.
Akibat kejadian itu, Ayu mengalami kerugian materi berupa satu unit sepeda motor Honda Beat keluaran tahun 2025. Beruntung, korban tidak mengalami luka fisik dalam peristiwa tersebut.
Selain melakukan olah tempat kejadian perkara, pihak kepolisian juga mulai mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi yang diduga mengetahui atau melihat peristiwa pembegalan tersebut. Polisi kini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap identitas dan keberadaan para pelaku.
Kasus ini ditangani sebagai dugaan tindak pidana pemerasan sebagaimana diatur dalam Pasal 482 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Berita Populer