13 Warung di Bekasi Kedapatan Jual Tramadol, Polisi Tangkap 17 Orang dan Sita Ribuan Pil

Babe News - Bekasi, 28/01/2026. Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Bekasi Kota membongkar praktik penjualan obat-obatan keras ilegal yang disamarkan sebagai warung biasa di sejumlah wilayah Kota Bekasi. Dalam operasi yang dilakukan sepanjang Januari 2026, polisi mengungkap sedikitnya 13 lokasi penjualan dan mengamankan 17 orang tersangka.
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Kusumo Wahyu Bintoro, mengungkapkan bahwa dari penggerebekan tersebut, pihaknya menyita total 12.649 butir obat keras yang dijual tanpa izin edar resmi.
“Selama bulan Januari kami mengungkap 13 titik penjualan obat keras ilegal. Total obat yang diamankan sebanyak 12.649 butir,” ujar Kusumo saat konferensi pers di Polres Metro Bekasi Kota, Selasa (27/1/2026).
Obat-obatan yang disita antara lain tramadol, trihexyphenidyl, hingga eximer, yang masuk dalam kategori obat keras dan hanya boleh diperoleh dengan resep dokter. Namun, pelaku menjualnya secara bebas kepada masyarakat dengan cara yang cukup rapi dan terselubung.
Menurut Kusumo, para pelaku menggunakan modus kamuflase dengan menyewa warung atau toko kecil secara bulanan. Warung tersebut tampak seperti konter ponsel atau toko kelontong biasa, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan warga sekitar.
“Barang-barang itu tidak dipajang di etalase. Biasanya disimpan dan baru dikeluarkan kalau sudah ada pembeli yang tahu atau menjadi pelanggan tetap,” jelasnya.
Dalam pengungkapan ini, polisi menangkap tersangka di beberapa wilayah, antara lain Bekasi Utara (4 orang), Bekasi Timur (3 orang), Jatiasih (4 orang), Pondok Gede (3 orang), dan Medan Satria (3 orang). Polisi juga masih mendalami jaringan distribusi dan sumber pasokan obat-obatan tersebut.
Para tersangka dijerat dengan Pasal 435 juncto Pasal 138 ayat 2 dan 3, atau Pasal 436 ayat 2 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan serta UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana. Ancaman hukuman maksimal mencapai 12 tahun penjara atau denda hingga Rp5 miliar.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Reza Arap Disebut Ada di Lokasi Kematian Lula Lahfah, Polisi Masih Lakukan Pendalaman

Babe News - Bekasi, 27/01/2026. Kepolisian mengonfirmasi bahwa musisi sekaligus konten kreator Reza Arap disebut berada di lokasi saat kekasihnya, Lula Lahfah, ditemukan meninggal dunia di kamar apartemennya di kawasan Darmawangsa, Jakarta Selatan. Informasi tersebut diperoleh dari keterangan salah satu saksi yang diperiksa penyidik.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Selatan, AKBP Mohamad Iskandarsyah, menyampaikan bahwa saksi menyebut Reza Arap hadir di tempat kejadian perkara (TKP) ketika korban dinyatakan meninggal dunia. Meski begitu, polisi masih mendalami detail waktu dan kronologi kehadiran Reza di lokasi tersebut.
“Dari keterangan saksi, Reza disebut ada di TKP saat korban diinformasikan meninggal. Tapi kapan tepatnya dia berada di sana, masih kami dalami,” ujar Iskandarsyah kepada wartawan, Senin (26/1/2026).
Iskandarsyah menegaskan, hingga saat ini belum ditemukan indikasi adanya tindak pidana yang menyebabkan kematian Lula Lahfah. Polisi masih mengumpulkan keterangan saksi dan fakta-fakta di lapangan untuk memastikan kronologi kejadian secara menyeluruh.
“Kami belum melihat adanya indikasi perbuatan pidana yang menghilangkan nyawa. Semua masih dalam tahap penyelidikan,” katanya.
Untuk kepentingan penyelidikan, Reza Arap dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi bersama lima orang lainnya. Mereka yang dipanggil antara lain asisten pribadi, sopir pribadi, asisten rumah tangga, dokter pribadi, serta pihak Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) yang sebelumnya menangani korban.
Reza Arap sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa dirinya akan hadir di Mapolres Jakarta Selatan pada hari pemeriksaan. Namun, hingga Senin malam sekitar pukul 19.50 WIB, Reza belum terlihat datang ke lokasi. Polisi menyatakan masih menunggu kehadirannya untuk melengkapi proses klarifikasi.
Pihak kepolisian memastikan penyelidikan dilakukan secara profesional dan transparan guna memastikan penyebab kematian Lula Lahfah, sekaligus menghindari spekulasi yang berkembang di publik.

Sumber : megapolitan
Editor : Tia
Share:

Banjir Terus Terulang, Warga Perumahan Subsidi di Bekasi Pilih Mengungsi dan Tinggalkan Rumah

Babe News - Bekasi, 27/01/2026. Banjir yang kembali merendam kawasan perumahan subsidi di Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, pada Senin (26/1/2026), membuat sebagian warga mengambil langkah berat. Tidak sedikit penghuni memilih meninggalkan rumah mereka demi keselamatan keluarga, terutama anak-anak.
Salah satu warga, Jeremia Tampubolon (27), mengaku memutuskan mengontrak rumah di luar kawasan perumahan untuk sementara waktu. Ia khawatir kondisi banjir yang terus berulang akan membahayakan keluarganya, terutama anaknya yang masih kecil.
“Pasti ada rasa khawatir, apalagi punya anak kecil. Jadi saya pilih ngontrak dulu, cari tempat yang lebih aman. Barang-barang penting juga saya bawa,” ujar Jeremia.
Menurutnya, warga sebenarnya sudah beberapa kali meminta pengembang perumahan untuk melakukan penanganan serius, seperti membangun turap dan mengatur ulang aliran sungai di sekitar kawasan. Namun, langkah-langkah tersebut dinilai belum efektif mengatasi banjir yang terus datang setiap musim hujan.
“Katanya sudah direlokasi dan dibikin tanggul, tapi kurang efektif. Posisi perumahan ini memang dekat sekali dengan sungai. Air juga masuk dari gerbang depan,” katanya.
Jeremia menjelaskan bahwa lokasi perumahan yang lebih rendah dibandingkan permukaan sungai menjadi faktor utama air mudah masuk ke permukiman setiap kali hujan deras. Ia juga mengaku kecewa karena sejak awal membeli rumah, pihak pemasaran menyebut kawasan tersebut aman dari banjir.
“Waktu beli, dibilang aman. Tahun pertama memang tidak banjir. Tapi masuk tahun kedua mulai banjir, dan sekarang makin parah,” ucapnya.
Atas kondisi tersebut, Jeremia berharap ada kebijakan khusus dari pengembang, seperti penangguhan cicilan rumah bagi warga yang terpaksa mengungsi. Ia menilai penangguhan cicilan seharusnya tidak menambah beban pembayaran di masa depan.
“Saya berharap ada penangguhan dua atau tiga bulan, tapi jangan ditambah ke cicilan tahun berikutnya. Karena ini kondisi darurat, bukan kemauan kita,” katanya.
Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah rumah di Perumahan Nebraska Terrace ditinggalkan penghuninya. Beberapa warga terlihat membawa barang-barang penting sambil mengungsi ke tempat yang lebih aman. Di sekitar gerbang perumahan, terlihat tumpukan sampah seperti limbah rumah tangga, ranting pohon, kayu, dan plastik yang terbawa arus banjir, menimbulkan bau tidak sedap.
Hingga Senin sore, genangan air masih terlihat di beberapa titik dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter. Sebelumnya, kawasan ini juga sempat terendam banjir hingga hampir dua meter pada Jumat (23/1/2026).
Ketua RW 02, Doni, menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh curah hujan tinggi yang diperparah kondisi tanggul yang bocor dan jebol, serta meningkatnya debit air Kali CBL. Selain itu, aliran air dari berbagai perumahan sekitar juga mengalir ke kawasan tersebut.
“Air meluap dari banyak perumahan dan Kali CBL juga naik. Waktu kemarin ketinggian hampir dua meter, sekarang sudah agak surut sekitar 30 sentimeter,” ujar Doni.
Ia menyebut sekitar 400 kepala keluarga (KK) terdampak banjir dan terpaksa mengungsi ke sejumlah tempat, seperti masjid, musala, lapangan PMI, dan pondok pesantren.
“Sekitar 400 KK mengungsi. Ada yang ke masjid, musala, lapangan PMI, sampai pondok pesantren,” katanya.
Doni berharap pihak pengembang segera bertanggung jawab dan melakukan penanganan banjir secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak terus terulang di masa depan.
“Kami ingin ada mitigasi yang serius dari developer supaya penanganan banjir lebih cepat dan tidak terus terulang,” ujarnya.

Sumber : Kompascom
Editor : Tia
Share:

Berita Populer