Tim SAR Temukan Ibu Rumah Tangga Tewas di Danau Tambun Selatan, Bekasi

Babe News - Bekasi, 30/01/2026. Tim Search and Rescue (SAR) gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi jenazah seorang ibu rumah tangga berinisial SN (44) yang dilaporkan tenggelam di Danau Griya Asri 2, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, pada Kamis (30/1/2026).
Peristiwa tenggelamnya korban dilaporkan ke petugas SAR pada Kamis pagi. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR langsung menggelar operasi pencarian di sekitar lokasi kejadian dengan melibatkan berbagai unsur terkait. Setelah beberapa jam pencarian, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa pada sore hari sekitar pukul 16.50 WIB.
Koordinator Misi SAR, Kepala Kantor SAR Jakarta Desiana Kartika Bahari, menjelaskan bahwa jasad korban ditemukan di kedalaman sekitar dua meter, dengan jarak kurang lebih empat meter dari titik terakhir korban terlihat di permukaan danau.
“Korban ditemukan setelah tim melakukan penyelaman dan penyisiran intensif di area sekitar lokasi kejadian,” ujarnya.
Proses Evakuasi dan Metode Pencarian
Dalam operasi pencarian, tim SAR membagi personel ke dalam dua kelompok. Satu tim melakukan penyelaman di titik yang diperkirakan sebagai lokasi tenggelamnya korban, sementara tim lainnya melakukan penyisiran permukaan danau menggunakan perahu karet serta jangkar pencari.
Untuk mempercepat pencarian di area dengan visibilitas terbatas, tim juga mengerahkan alat pendeteksi bawah air Aqua Eye, yang membantu mendeteksi keberadaan korban di dalam air.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Keterlibatan Banyak Pihak
Operasi SAR ini melibatkan puluhan personel dari berbagai instansi, antara lain Kantor SAR Jakarta melalui Unit Siaga SAR Bekasi, Polsek Tambun Selatan, Babinsa Sumber Jaya Koramil Tambun, SAR Brimob Cikarang, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi.
Selain itu, sejumlah organisasi relawan turut membantu proses pencarian, seperti KORGAD Rescue, Semut Rescue, Lingkaran Peduli, Al Aqso, Hirpala, Pendekar Rescue, Eslan Rescue, Sigap Persis, Katana Jatimulya, serta warga setempat yang ikut memberikan dukungan di lapangan.

Sumber : antara news
Editor : Tia
Share:

Kali Bekasi Meluap, Permukiman di Bekasi Selatan dan Bekasi Timur Terendam

Babe News - Bekasi, 29/01/2026. Sejumlah kawasan permukiman yang berada di bantaran Kali Bekasi terendam banjir pada Rabu malam, 28 Januari 2026. Genangan air muncul akibat meningkatnya Tinggi Muka Air (TMA) sungai yang menerima kiriman debit air dari wilayah hulu.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bekasi, Idham Kholid, menjelaskan bahwa kenaikan TMA Kali Bekasi dipicu oleh aliran air dari Sungai Cileungsi dan Cikeas yang berada di wilayah hulu. Aliran tersebut kemudian bermuara di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bekasi dan menyebabkan luapan air ke permukiman warga.
“Benar, malam ini sebagian wilayah Kota Bekasi terdampak kiriman air dari hulu, yaitu dari Cileungsi dan Cikeas, sehingga debit di Kali Bekasi meningkat,” ujar Idham saat dikonfirmasi, Rabu (28/1/2026).
Hingga malam hari, BPBD Kota Bekasi mencatat setidaknya dua lokasi yang terdampak banjir. Lokasi pertama berada di RT 02 RW 02, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, dengan ketinggian air sekitar 40 sentimeter. Sementara lokasi kedua berada di Gang Mawar, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, dengan genangan berkisar 30 hingga 40 sentimeter.
Idham menuturkan bahwa pihaknya telah melakukan langkah antisipasi sejak sore hari dengan memberikan peringatan dini kepada warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai. Warga diminta untuk bersiap menghadapi kemungkinan banjir, termasuk memindahkan kendaraan dan menyelamatkan dokumen penting.
“Sejak pukul 20.00 WIB, kami sudah mengimbau warga agar bersiap, memindahkan kendaraan, dan mengamankan barang serta dokumen penting,” jelasnya.
Selain imbauan langsung, sistem peringatan dini berupa sirine juga diaktifkan di beberapa wilayah rawan banjir, seperti Gang Mawar, Kampung Lengkak, dan Kampung Lebak Teluk Pucung. Bunyi sirine tersebut bertujuan untuk mengingatkan warga agar segera bersiap jika debit air terus meningkat.
BPBD Kota Bekasi terus melakukan pemantauan kondisi TMA Kali Bekasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi kemungkinan banjir meluas ke wilayah lain.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Banjir Meluas di Kabupaten Bekasi, Lebih dari 24 Ribu Warga Mengungsi

Babe News - Bekasi, 30/01/2026. Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menyebabkan puluhan ribu warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat, sebanyak 24.109 jiwa atau sekitar 6.805 kepala keluarga (KK) terdampak dan harus meninggalkan rumah mereka.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, mengatakan bahwa bencana banjir ini berdampak pada 16 kecamatan dan 49 desa. Untuk membantu warga, pemerintah daerah telah menyiapkan 24 titik pengungsian yang tersebar di berbagai wilayah terdampak.
“BPBD bersama unsur terkait terus melakukan asesmen di lapangan, mengevakuasi warga, serta menyalurkan bantuan logistik kepada korban banjir,” ujar Dodi di Bekasi, Kamis (29/1/2026).
Titik Pengungsian Tersebar di Berbagai Kecamatan
Dodi menjelaskan, lokasi pengungsian berada di beberapa kecamatan seperti Babelan, Sukawangi, Sukakarya, Pebayuran, Cibitung, dan Karangbahagia. Tempat pengungsian memanfaatkan berbagai fasilitas umum, mulai dari masjid, musala, sekolah, kantor desa, fly over, hingga tenda darurat.
Kecamatan Cibitung menjadi wilayah dengan jumlah titik pengungsian terbanyak, yakni delapan lokasi. Sementara itu, Kecamatan Babelan dan Sukawangi masing-masing memiliki empat titik pengungsian.
Koordinasi Lintas Instansi
Dalam penanganan banjir, BPBD Kabupaten Bekasi bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, Dinas Sosial, PMI, relawan kebencanaan, serta pemerintah kecamatan dan desa. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, BBWS Ciliwung-Cisadane, serta Perum Jasa Tirta II untuk mengendalikan debit air dan mencegah banjir semakin meluas.
BPBD juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah guna menghindari risiko bencana yang lebih besar.

Sumber : metro TV news
Editor : Tia
Share:

Berita Populer