Staf TU SMP di Bekasi Diduga Lakukan Pelecehan, Sudah Dibebastugaskan

Babe News - Bekasi, 04/03/2026. Seorang oknum staf tata usaha (TU) di salah satu SMP negeri di Kota Bekasi, Jawa Barat, diduga melakukan tindakan tidak pantas terhadap siswi. Selain itu, ia juga disebut-sebut mengirimkan video bermuatan pornografi kepada siswa. Dugaan tersebut memicu keprihatinan luas karena terjadi di lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi tempat aman bagi anak-anak.
Menindaklanjuti kabar tersebut, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto melakukan inspeksi mendadak ke SMPN 52 Bekasi yang berada di wilayah Kranji, Bekasi Barat, pada Senin (2/3/2026). Dalam kunjungannya, ia menegaskan bahwa tidak ada toleransi terhadap perilaku menyimpang di dunia pendidikan.
Menurut Tri, tindakan semacam itu termasuk pelanggaran berat yang tidak hanya mencederai korban, tetapi juga merusak nama baik institusi pendidikan dan mengkhianati kepercayaan masyarakat. Ia menekankan bahwa sekolah bukan sekadar tempat belajar secara akademik, melainkan ruang untuk membangun karakter dan masa depan generasi muda.
Saat sidak dilakukan, oknum staf TU yang diduga terlibat telah dibebastugaskan oleh Dinas Pendidikan Kota Bekasi. Proses administrasi untuk pemberhentian tidak dengan hormat juga sedang diajukan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) sesuai aturan yang berlaku.
Tri Adhianto turut mengingatkan seluruh tenaga pendidik dan kependidikan agar menjaga integritas serta profesionalisme dalam menjalankan tugas. Menurutnya, jabatan di lingkungan sekolah adalah amanah yang memiliki tanggung jawab moral besar.
Pemerintah Kota Bekasi memastikan akan mengawal proses hukum dan administrasi kasus ini hingga tuntas. Selain itu, pengawasan internal di setiap satuan pendidikan akan diperkuat guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Pemkot Bekasi menegaskan komitmennya untuk menjaga marwah dunia pendidikan dan memastikan lingkungan sekolah tetap aman, bersih, serta bermartabat bagi seluruh peserta didik.

Sumber : detikcom
Editor : Tia
Share:

Pensiunan JICT Tewas di Rumahnya di Bekasi, Keluarga Minta Kasus Diusut Tuntas

Babe News - Bekasi, 04/03/2026. Ermanto Usman (65), pria yang ditemukan meninggal dunia di kediamannya di Perumahan Prima Lingkar Asri, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, diketahui merupakan pensiunan PT Jakarta International Container Terminal (JICT), anak perusahaan Pelindo. Ia telah mengakhiri masa tugasnya sekitar sembilan tahun lalu.
Hal tersebut disampaikan putra sulungnya, Fiandy A Putra (33), saat ditemui awak media pada Selasa (3/3/2026). Menurut Putra, semasa aktif bekerja, ayahnya dikenal cukup vokal dan terlibat dalam kegiatan serikat pekerja. Bahkan setelah pensiun, Ermanto masih aktif sebagai Ketua Paguyuban Pensiunan JICT.
“Bapak dulu aktif di serikat pekerja. Belakangan ini juga sempat bersemangat membuat podcast,” ujar Putra. Ia menilai, aktivitas sang ayah yang kerap menyuarakan kepentingan pekerja lapangan memiliki risiko tersendiri.
Putra menyebut ayahnya berupaya memperjuangkan aspirasi rekan-rekannya yang dianggap membutuhkan perhatian lebih. Meski tidak mengetahui secara detail apa saja yang sedang dikerjakan ayahnya, ia menduga peristiwa yang menimpa kedua orangtuanya bukan sekadar aksi pencurian biasa.
“Kami merasa ini lebih mengarah ke pembunuhan,” kata Putra. Kendati demikian, pihak keluarga tetap menunggu hasil resmi dari proses penyelidikan kepolisian dan berkomitmen mengikuti prosedur hukum yang berlaku.
Atas kejadian tersebut, keluarga juga memohon perhatian dan keadilan kepada Presiden Republik Indonesia agar kasus ini bisa diungkap secara terang benderang, termasuk siapa pelaku dan apa motif di baliknya.
Putra mengaku tidak mengetahui adanya ancaman atau teror yang diterima orangtuanya sebelum kejadian. Menurutnya, sang ayah tidak pernah menceritakan persoalan tertentu yang dianggap membahayakan kepada keluarga.
Ia juga menjelaskan bahwa saat kejadian, adiknya, Dinda Nada Alifah, sedang berada di kamar lantai dua dan pintu dalam kondisi terkunci. Hasil pengecekan sementara dari kepolisian menyebut area lantai dua dalam keadaan steril.
Terkait dugaan perampokan, Putra menilai ada sejumlah kejanggalan. Beberapa dokumen penting keluarga dilaporkan masih utuh di tempat penyimpanan. Meski kunci mobil disebut hilang, kendaraan yang bersangkutan tidak dibawa pelaku. Saat ditemukan, ibunya juga masih mengenakan perhiasan kalung, sementara informasi mengenai gelang emas yang hilang diketahui dari keterangan sang adik.
Sebelumnya, Ermanto dan istrinya, Pasmilawati (60), ditemukan menjadi korban dugaan perampokan disertai kekerasan pada Senin (2/3/2026). Saat ditemukan, Ermanto tergeletak di atas kasur dengan luka parah dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi. Sementara Pasmilawati ditemukan di lantai kamar dalam kondisi kritis dan kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal, menyampaikan bahwa dugaan awal mengarah pada tindak perampokan. Namun, pihak kepolisian belum dapat memastikan motif pasti karena proses penyelidikan masih berlangsung. Informasi awal menyebut beberapa barang seperti gelang emas dan kunci mobil dilaporkan hilang.
Hasil pemeriksaan medis sementara menunjukkan kedua korban mengalami luka akibat benturan benda tumpul di bagian belakang kepala. Penanganan kasus ini melibatkan Polsek Pondok Gede, Polres Metro Bekasi Kota, hingga tim Jatanras Polda Metro Jaya untuk mengungkap pelaku dan latar belakang kejadian.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Bahlil: Stok BBM Nasional Aman hingga 20 Hari di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Babe News - Jakarta, 03/03/2026. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional masih dalam kondisi aman. Menurutnya, stok yang tersedia saat ini diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar 20 hari ke depan.
Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil saat tiba di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (2/3/2026), sebelum menghadiri rapat bersama Presiden RI Prabowo Subianto. Rapat itu membahas dampak situasi geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah terhadap sektor energi nasional.
“Masih cukup, sekitar 20 hari,” ujar Bahlil singkat kepada awak media.
Ia juga menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kendala terkait distribusi maupun kebijakan subsidi BBM di dalam negeri. Pemerintah, kata dia, terus memantau perkembangan global agar tidak berdampak langsung pada ketersediaan energi di Indonesia.
Meski demikian, Bahlil mengakui gejolak di Timur Tengah berpotensi memengaruhi harga minyak mentah dunia. Ketegangan politik dan konflik terbuka di kawasan tersebut dinilai bisa memicu penyesuaian atau koreksi harga di pasar internasional.
“Sampai hari ini tidak ada masalah. Tapi harga minyak dunia biasanya akan terkoreksi ketika situasi geopolitik memanas seperti sekarang,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Kementerian ESDM dijadwalkan menggelar rapat dengan Dewan Energi Nasional (DEN). Pertemuan itu bertujuan untuk mengkaji dampak konflik terhadap ketahanan energi Indonesia serta merumuskan langkah strategis ke depan.
“Besok saya akan rapat dengan Dewan Energi Nasional. Setelah ada hasil analisis dan kajian dari DEN, baru akan kami sampaikan secara resmi,” tambahnya.
Situasi global sendiri tengah memanas setelah Iran dilaporkan menutup Selat Hormuz sebagai respons atas serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026) waktu setempat. Israel lebih dulu mengonfirmasi serangan tersebut, disusul pernyataan resmi Presiden AS Donald Trump yang menyatakan negaranya ikut terlibat dalam operasi militer terhadap Iran.
Serangan tersebut ditandai dengan rentetan misil yang menghantam sejumlah titik di Teheran, termasuk kawasan Narmak yang diketahui sebagai lingkungan tempat tinggal mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad.
Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan ke sejumlah fasilitas militer yang berkaitan dengan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Beberapa pangkalan yang dilaporkan menjadi sasaran antara lain Al Udeid di Qatar, Al-Salem di Kuwait, Al-Dhafra di Uni Emirat Arab, serta Markas Armada Kelima AS di Bahrain.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Berita Populer