Tiga Warga Tewas Tersengat Listrik Saat Banjir di Cilincing, Dua Korban Pasangan Suami Istri


Babe News - Jakarta, Banjir yang melanda wilayah Cilincing, Jakarta Utara, pada Senin pagi (12/1/2026) memakan korban jiwa. Sebanyak tiga orang dilaporkan meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik saat air menggenangi permukiman warga.
Dua dari tiga korban merupakan pasangan suami istri, yakni Hadi Warno (54) dan Naning Juniarty (48). Keduanya ditemukan tidak bernyawa di dalam rumahnya yang beralamat di Blok R Gang II Nomor 12 RT 004 RW 008, Kelurahan Semper Barat, sekitar pukul 10.30 WIB.
Sementara satu korban lainnya adalah Maya (43), seorang ibu rumah tangga yang tinggal di RT 11 RW 08, Kelurahan Kalibaru. Maya meninggal dunia sekitar pukul 09.00 WIB saat tengah membereskan rumahnya yang terendam banjir.
Kakak ipar korban, Nawawi, menceritakan bahwa Maya awalnya membersihkan area teras rumah sebelum masuk kembali ke kamar. Namun setelah beberapa menit, korban tidak merespons saat dipanggil oleh keluarganya.
“Dipanggil tidak menjawab. Pas dicek ke dalam kamar, korban sudah tersetrum,” ujar Nawawi saat ditemui di lokasi kejadian.
Saat anggota keluarga mencoba memberikan pertolongan, mereka merasakan adanya aliran listrik dari tubuh korban. Bahkan adik korban sempat ikut tersengat, namun berhasil selamat. Nawawi kemudian segera mematikan aliran listrik rumah sebelum akhirnya korban bisa dievakuasi.
“Setelah listrik dimatikan, baru almarhum bisa diangkat. Kondisinya sudah pucat dan tubuhnya dingin,” katanya.
Sementara itu, pasangan suami istri Hadi dan Naning ditemukan oleh anak mereka sepulang sekolah. Kedua korban terlihat mengambang di dalam rumah yang masih tergenang air.
Kapolsek Cilincing AKP Bobi Subasri membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebutkan, berdasarkan data sementara, seluruh korban meninggal akibat sengatan listrik saat banjir.
“Untuk sementara tercatat tiga orang meninggal dunia. Satu korban di wilayah Kalibaru dan dua korban lainnya merupakan pasangan suami istri di Semper Barat,” jelas Bobi.
Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan bahwa kematian pasangan suami istri tersebut disebabkan korsleting listrik dari peralatan elektronik yang terendam air.
“Ditemukan adanya arus pendek dari kulkas. Kabelnya terkelupas dan terendam air banjir,” ungkap Bobi.
Jenazah pasangan suami istri itu kemudian disemayamkan di Musala Al Mukaromah yang berada tepat di depan rumah mereka, sebelum dimakamkan.
Pihak kepolisian kembali mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan saat banjir, terutama terkait penggunaan listrik di rumah.
“Kami mengimbau masyarakat agar segera mematikan aliran listrik, mencabut peralatan elektronik, dan berhati-hati saat beraktivitas di rumah yang tergenang air,” tegas Bobi.

Sumber : Kompascom
Editor : Tia
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berita Populer