Program monitoring dan evaluasi ini dilakukan untuk meninjau pelaksanaan beasiswa, mulai dari proses penyaluran dana hingga dampaknya terhadap kelangsungan studi mahasiswa penerima. Pada tahun 2025, tercatat sebanyak 104 mahasiswa UBSI menjadi penerima manfaat dari program Beasiswa Mahasiswa Tidak Mampu yang diselenggarakan Pemerintah Kota Bekasi.
Sebagai kampus yang mengusung konsep digital kreatif, UBSI menegaskan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Melalui evaluasi ini, pihak kampus dan pemerintah daerah ingin memastikan program beasiswa benar-benar membantu mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan mereka.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pimpinan UBSI, di antaranya Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr. Diah Puspitasari dan Wakil Rektor II Bidang Non-Akademik Adi Supriyatna, serta tim dari Bagian Keuangan dan Bagian Beasiswa UBSI. Dari Pemerintah Kota Bekasi, hadir Nasro Dwi Prana, Neneng Sumiardih, dan Herlina Ningsih beserta perwakilan instansi terkait.
Dalam sambutannya, Dr. Diah Puspitasari menekankan pentingnya kerja sama antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah untuk menjaga keberlanjutan program beasiswa. Menurutnya, kegiatan monitoring dan evaluasi menjadi langkah strategis untuk memastikan bantuan pendidikan diberikan kepada mahasiswa yang benar-benar membutuhkan.
“Melalui monitoring dan evaluasi ini, kami ingin memastikan bahwa beasiswa benar-benar memberikan manfaat bagi mahasiswa, sekaligus mendukung mereka agar dapat menyelesaikan studi hingga lulus,” ujar Diah.
UBSI juga berharap koordinasi dengan Pemerintah Kota Bekasi dapat terus diperkuat agar program beasiswa ke depan semakin efektif. Selain membantu secara finansial, beasiswa ini diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus meningkatkan prestasi akademik dan menyelesaikan kuliah tepat waktu.
Sumber : News bsi.ac
Editor : Tia




Tidak ada komentar:
Posting Komentar