Diduga Karena Tolak Isi Pertalite, Tiga Pegawai SPBU di Jaktim Dianiaya Pria Mengaku Aparat

Babe News - Jakarta, 24/02/2026. Insiden dugaan penganiayaan terjadi di SPBU 3413901 yang berlokasi di kawasan Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, pada Minggu (22/2/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Tiga pegawai SPBU dilaporkan menjadi korban kekerasan setelah menolak permintaan pengisian BBM subsidi jenis Pertalite.
Salah satu staf SPBU, Mukhlisin (38), membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut, pelaku yang diduga mengaku sebagai aparat melakukan tindakan kekerasan terhadap tiga pegawai karena tidak terima ditolak saat hendak mengisi Pertalite.
Bermula dari Ketidaksesuaian Data Barcode
Menurut Mukhlisin, peristiwa itu berawal ketika seorang pelanggan datang untuk mengisi BBM subsidi. Saat proses pemindaian barcode dilakukan, nomor polisi kendaraan memang terdaftar di sistem. Namun, jenis kendaraan yang digunakan tidak sesuai dengan data yang tercatat.
Sesuai standar operasional prosedur (SOP), pengisian Pertalite hanya dapat dilakukan jika data kendaraan dan nomor polisi cocok dengan sistem. Karena terdapat ketidaksesuaian, petugas SPBU menolak pengisian Pertalite dan menyarankan pelanggan untuk mengisi Pertamax yang tidak menggunakan sistem barcode.
Penolakan tersebut rupanya memicu emosi pelanggan hingga berujung pada dugaan tindakan kekerasan.
Tiga Pegawai Jadi Korban
Tiga pegawai yang menjadi korban adalah Ahmad Khoirul Anam (staf dengan masa kerja sekitar lima tahun), Lukmanul Hakim (operator yang baru enam bulan bekerja), serta Abud Mahmudin (operator dengan pengalaman sekitar empat tahun).
Akibat kejadian itu, Khoirul mengalami tamparan di bagian pipi. Lukman dipukul di rahang kanan, sedangkan Abud mendapat pukulan di bawah mata dan area pipi hingga menyebabkan giginya goyang.
Saat insiden terjadi, satu operator tengah bertugas, satu staf berada di lokasi, dan satu operator lain yang sebenarnya sudah selesai bekerja kembali keluar karena situasi memanas.
Meski tidak sampai dirawat di rumah sakit, ketiganya mengalami syok dan untuk sementara waktu diliburkan agar dapat beristirahat di rumah. Salah satu korban juga mengaku sempat mendapat ancaman serius dari pelaku.
Viral di Media Sosial, Propam Turun Tangan
Peristiwa tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) dan kemudian beredar luas di media sosial. Dalam rekaman terlihat seorang pria berpakaian hitam memukul, menampar, serta mendorong pegawai SPBU sambil membentak.
Ketiga korban telah melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian. Tak lama setelah laporan dibuat, Propam dari Polda Metro Jaya mendatangi lokasi untuk meminta keterangan serta menindaklanjuti rekaman CCTV yang viral.
Para korban juga langsung diarahkan untuk menjalani visum di Rumah Sakit Polri Kramat Jati guna kepentingan penyelidikan.
Pemilik SPBU 3413901, Ernesta, menyatakan pihaknya juga telah melaporkan kasus ini ke Polsek Pulogadung. Ia memastikan pegawainya yang mengalami luka sudah menjalani pemeriksaan medis sesuai prosedur hukum.

Sumber : CNN Indonesia
Editor : Tia
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berita Populer