Viral Video Banjir Bandang di Sentul, Warga Cemas: “Kalau Tidak Diantisipasi Bisa Fatal”

Babe News - Jawa Barat, 12/02/2026. Hujan deras yang mengguyur wilayah Bogor pada Rabu (11/2/2026) sore menyebabkan terjadinya banjir bandang di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat. Kejadian ini langsung menjadi sorotan publik setelah beberapa video rekaman warga tersebar luas di media sosial dan viral di Instagram maupun Threads.
Video banjir tersebut pertama kali ramai dibagikan melalui akun Instagram @sentulbogor.id dan Threads @zeddstory.83. Dalam unggahan yang beredar, terlihat arus air yang mengalir deras dari area yang disebut berada di dekat proyek pembangunan cluster Spring City.
Banjir yang terjadi bukan sekadar genangan air biasa. Arus deras membawa lumpur pekat disertai material batu-batuan berukuran besar, yang membuat situasi semakin berbahaya. Derasnya aliran air terlihat menghantam sejumlah titik di jalur yang dilaluinya, membuat warga yang merekam kejadian tampak panik.
Mobil Rusak, Batu Besar Ikut Terbawa Arus
Dampak banjir bandang ini cukup mengkhawatirkan. Sejumlah kendaraan yang berada di sekitar jalur aliran air dilaporkan mengalami kerusakan. Dalam salah satu video, terlihat sebuah mobil terdorong arus hingga berpindah posisi.
Tak hanya itu, mobil tersebut tampak mengalami kerusakan serius, termasuk kaca belakang pecah akibat benturan batu besar yang ikut terseret arus. Benturan tersebut juga menyebabkan bagian bodi kendaraan penyok, menunjukkan betapa kuatnya hantaman material yang dibawa air.
Warga: Sentul Sekarang Makin Sering Banjir
Salah seorang warga bernama Padma mengungkapkan bahwa banjir di kawasan Sentul belakangan semakin sering terjadi. Walaupun kondisi rumahnya masih aman, ia mengaku tetap merasa khawatir, terutama karena potensi bencana susulan seperti longsor.
“Ngeri longsor. Sejauh ini masih aman, tapi kalau tidak ada antisipasi, kerusakan fatal bisa terjadi,” ujarnya.
Padma juga menilai kondisi alam di sekitar kawasan Sentul perlu lebih dijaga, karena bila dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, banjir bandang bisa kembali terjadi dan menimbulkan dampak lebih besar.
Netizen Ramai Soroti Pembangunan di Perbukitan
Kekhawatiran warga rupanya sejalan dengan reaksi para netizen. Ribuan komentar muncul di media sosial, sebagian besar mempertanyakan pembangunan besar-besaran di kawasan perbukitan yang diduga memengaruhi aliran air dan daya serap tanah.
Salah satu akun, @jamal80_cimpleu, menuliskan komentar yang cukup menohok.
“Harusnya Sentul dan Bogor gak banjir, tapi enggak kaget juga sih karena alih fungsi gunung jadi perumahan.”
Komentar serupa juga datang dari akun @anindityowicaksono yang menyindir singkat namun tajam:
“Gundulin terus hutannya.”
Banyak netizen menilai bahwa pembangunan yang tidak diimbangi dengan sistem drainase dan konservasi lingkungan bisa memicu bencana alam, terutama saat hujan deras turun dalam waktu lama.
Warga Luar Bogor Ikut Khawatir, Akses Wisata Dipertanyakan
Banjir bandang ini juga menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat dari luar Bogor yang berencana berkunjung ke Sentul. Salah satu netizen, @retno_sari_ayuningtyas, mengaku cemas karena anaknya dijadwalkan mengikuti lomba di sekitar kawasan tersebut.
“Min, ini kalau ke Jungle Land aksesnya ngelewatin area banjir ini kah? Saya Minggu ada lomba drumben anak, jadi was-was,” tulisnya.
Komentar itu memperlihatkan bahwa banjir bandang di Sentul bukan hanya berdampak pada warga setempat, tetapi juga mengganggu aktivitas masyarakat yang hendak melakukan perjalanan ke kawasan wisata.
Belum Ada Korban Jiwa, Warganet Saling Pastikan Kondisi Kerabat
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa dalam peristiwa banjir bandang tersebut. Meski begitu, suasana kepanikan terlihat jelas dari ramainya unggahan media sosial, termasuk aksi saling mention antarteman untuk memastikan kondisi keluarga atau kerabat yang tinggal di wilayah Sentul City.
Banyak pihak berharap kejadian ini segera ditangani dengan serius. Terutama terkait perbaikan sistem drainase, penataan jalur air, serta pengawasan ketat terhadap proyek pembangunan yang masih berlangsung agar tidak memperparah risiko bencana.

Sumber : beritasatu
Editor : Tia
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berita Populer