Wanita Pura-Pura Melayat, Uang Takziah di Rumah Duka Kramat Jati Raib

Babe News - Jakarta, 06/03/2026. Aksi pencurian uang takziah terjadi di sebuah rumah duka di wilayah Kramat Jati, Jakarta Timur. Seorang wanita diduga memanfaatkan suasana duka untuk melancarkan aksinya dengan berpura-pura datang melayat. Kasus ini kini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Dukuh IV, Kampung Dukuh, Kramat Jati. Kejadian ini pun sempat menjadi perbincangan di media sosial setelah rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan pelaku beredar luas.
Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Kramat Jati, AKP Fadoli, menjelaskan bahwa pelaku datang ke rumah duka dengan mengaku mengenal keluarga almarhum. Dengan cara tersebut, ia dapat dengan mudah berbaur bersama para pelayat lainnya tanpa menimbulkan kecurigaan.
Menurut Fadoli, pelaku memanfaatkan situasi rumah duka yang ramai dan penuh aktivitas. Ketika suasana sedang lengah, wanita tersebut mengambil uang takziah yang telah terkumpul lalu memasukkannya ke dalam tas miliknya sebelum akhirnya melarikan diri.
Polisi telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan awal. Selain meminta keterangan dari keluarga korban serta sejumlah saksi, petugas juga menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi guna mengidentifikasi pelaku.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih memburu pelaku dan terus mendalami identitasnya. Polisi juga mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati, termasuk ketika berada di rumah duka. Pengelolaan uang takziah disarankan dilakukan oleh orang yang dipercaya dan diawasi secara bergantian agar tidak mudah disalahgunakan.
Diduga Sudah Tiga Kali Beraksi
Hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa aksi tersebut bukanlah yang pertama kali dilakukan oleh pelaku. Polisi menduga wanita yang sama telah menjalankan modus serupa di beberapa lokasi lain.
AKP Fadoli mengungkapkan bahwa sebelumnya telah terjadi dua kasus pencurian dengan pola yang sama, yaitu pelaku berpura-pura datang melayat untuk mengambil uang takziah.
Kejadian pertama tercatat terjadi di Jalan Damai, kawasan Lubang Buaya, pada 22 Desember 2025. Sementara aksi berikutnya terjadi di Jalan Bambu Kuning, Bambu Apus, pada 4 Februari 2026. Dengan demikian, total dugaan aksi yang dilakukan pelaku mencapai tiga kali.
Polisi menduga kuat bahwa pelaku dalam ketiga kejadian tersebut adalah orang yang sama karena memiliki modus dan ciri yang serupa.
Mengaku sebagai “Teman Perjuangan”
Korban dalam kejadian di Kramat Jati adalah keluarga Nyai Hasanah (45). Pencurian terjadi pada Senin (2/3) sekitar pukul 12.30 WIB di rumah duka setelah mertua Hasanah meninggal dunia pada pukul 04.00 WIB.
Hasanah menuturkan bahwa pelaku merupakan seorang wanita yang datang sejak pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu kondisi rumah duka masih relatif sepi karena para pelayat belum banyak berdatangan.
Selama berada di rumah tersebut, pelaku tampak duduk bersama pelayat lainnya dan sesekali memperhatikan keadaan sekitar. Ia bahkan bertahan cukup lama hingga menjelang proses pemakaman.
Untuk meyakinkan keluarga korban, wanita itu mengaku sebagai teman dari kakak ipar korban. Ia juga menyebut dirinya sebagai “teman perjuangan” yang pernah bersama-sama mengambil bantuan sosial seperti sembako dan KJP.
Karena merasa pelaku mengenal keluarganya, Hasanah tidak menaruh rasa curiga sedikit pun. Kesempatan itu kemudian dimanfaatkan oleh pelaku untuk menjalankan aksinya.
Saat hendak melakukan pencurian, pelaku beralasan ingin menggunakan toilet. Setelah itu, ia mengambil seluruh uang takziah yang ada dan langsung pergi meninggalkan rumah duka.
Keluarga baru menyadari uang tersebut hilang sekitar pukul 12.30 WIB. Warga sempat mencoba mengejar, namun pelaku sudah lebih dulu melarikan diri.
Rekaman CCTV yang beredar di media sosial memperlihatkan seorang wanita bergegas keluar dari rumah setelah diduga melakukan pencurian.

Sumber : detikcom
Editor : Tia
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berita Populer