Muhammadiyah Siapkan 22 Titik Salat Id di Kota Bekasi, Digelar Serentak 20 Maret 2026

Babe News - Bekasi, 20/03/2026. Penetapan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah oleh Muhammadiyah yang jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026, langsung ditindaklanjuti oleh jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bekasi dengan menyiapkan puluhan lokasi Salat Id di berbagai wilayah Kota Bekasi.
Sebanyak 22 titik pelaksanaan telah disiapkan dan akan digunakan secara serentak pada pukul 06.30 hingga 07.30 WIB. Lokasi-lokasi ini dipilih agar mudah diakses oleh masyarakat, sehingga jemaah tidak perlu menempuh jarak jauh untuk melaksanakan ibadah di hari kemenangan.
Sekretaris Panitia Syiar Ramadan dan Idain PDM Kota Bekasi, Andre Wijayanto, menjelaskan bahwa penentuan titik salat sudah melalui koordinasi dengan tingkat cabang hingga ranting. Hal ini dilakukan untuk memastikan distribusi lokasi merata dan mampu menampung jemaah dengan nyaman.
Sejumlah lokasi yang disiapkan tersebar di berbagai kecamatan, di antaranya di wilayah Bekasi Timur seperti halaman Perguruan Muhammadiyah, Masjid Al-Fattah UNISMA/UM Indonesia, hingga Masjid Al-Mu’minun. Di Bekasi Utara tersedia titik seperti Lapangan Golden City/Villa Indah Permai, Masjid Namiroh, SDN Kaliabang Tengah III, serta Masjid Al-Manar.
Sementara di Bekasi Selatan, jemaah dapat melaksanakan salat di area Bekasi Cyber Park atau Hotel Aston. Lokasi lainnya juga tersebar di Medan Satria, Jatiasih, Bekasi Barat, Pondok Melati, Mustika Jaya, hingga Jatisampurna, termasuk di area lapangan terbuka, masjid, hingga pusat perbelanjaan.
Penetapan tanggal Idulfitri oleh Muhammadiyah sendiri menggunakan metode hisab melalui sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Sistem ini memandang seluruh dunia sebagai satu kesatuan dalam menentukan awal bulan Hijriah, dengan harapan ke depan dapat menyatukan kalender Islam secara global.
Meski demikian, perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah di berbagai negara masih menjadi faktor utama terjadinya perbedaan hari raya. Oleh karena itu, penyatuan kalender Hijriah secara global hingga kini masih terus menjadi wacana.
Dengan banyaknya titik pelaksanaan yang disediakan, Muhammadiyah berharap masyarakat dapat menjalankan Salat Id dengan lebih nyaman, tertib, dan mudah dijangkau di wilayah masing-masing.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Ribuan Jemaah Padati Salat Id di Masjid Al Manar Bekasi Utara, Akses Jalan Sempat Dialihkan

Babe News - Bekasi, 20/03/2026. Suasana Hari Raya Idulfitri 1447 H terasa begitu meriah di kawasan Bekasi Utara. Ribuan jemaah terlihat memadati halaman Masjid Al Manar pada Jumat pagi (20/3/2026) untuk melaksanakan Salat Id bersama.
Sejak sekitar pukul 06.00 WIB, jemaah sudah mulai berdatangan dari berbagai kalangan. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun ikut hadir, menambah hangatnya suasana hari kemenangan. Mereka membawa perlengkapan ibadah masing-masing dan langsung mengisi saf yang tersedia, baik di halaman masjid maupun area sekitarnya.
Dalam pelaksanaan Salat Id kali ini, Indra Martian Permana dipercaya sebagai imam sekaligus khatib. Ibadah berlangsung dengan tertib dan penuh kekhusyukan meski jumlah jemaah terus bertambah hingga menjelang waktu salat dimulai.
Karena kapasitas halaman masjid tidak lagi mencukupi, panitia mengarahkan sebagian jemaah untuk menempati area tambahan di lantai dua gedung SD Islam Al Manar yang masih berada di lingkungan yang sama. Langkah ini dilakukan agar seluruh jemaah tetap bisa mengikuti ibadah dengan nyaman.
Selain itu, untuk mengakomodasi membludaknya jemaah, panitia juga melakukan penutupan sementara sebagian akses Jalan Raya Taman Wisma Asri I yang berada tepat di depan masjid. Penutupan dilakukan menggunakan pembatas sederhana agar area tersebut dapat dimanfaatkan sebagai tempat salat tambahan.
Meski terjadi penyesuaian lalu lintas, situasi tetap terkendali dan berjalan lancar. Jemaah dapat melaksanakan ibadah dengan aman dan tertib hingga selesai.

Sumber : tribun news
Editor : Tia
Share:

Kecelakaan Maut di Tol Pejagan–Tegal, Empat Orang Meninggal Dunia

Babe News - 20/03/2026. Kecelakaan tragis terjadi di ruas Tol Pejagan–Tegal KM 290 B, Jawa Tengah, pada Kamis. Insiden ini melibatkan sebuah mobil minibus jenis Calya dan sebuah bus, yang berujung pada meninggalnya empat orang di lokasi kejadian.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Tegal, Bharatungga Dgaruning Pawuri, menjelaskan bahwa dugaan awal penyebab kecelakaan adalah sopir minibus yang mengantuk saat berkendara. Hal ini diperkuat dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang tidak menemukan adanya bekas pengereman dari kendaraan tersebut.
Benturan keras membuat bagian depan mobil minibus mengalami kerusakan parah hingga ringsek. Sementara itu, bus Agra Mas yang terlibat dalam kejadian tersebut mengalami kerusakan di bagian belakang.
Empat korban yang meninggal dunia diketahui merupakan penumpang minibus asal Bekasi, Jawa Barat. Mereka adalah sang pengemudi, Gunawan (43), serta tiga penumpang lainnya, yakni Devi Agustina (34), Nafisah Meisaroh (12), dan Narendra Dewan Gaozan (9).
Selain korban meninggal, terdapat seorang balita berusia tiga tahun bernama Nuriel Arshaka Sachio yang mengalami kondisi kritis. Korban telah dievakuasi dan mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Siaga Medika Pemalang.
Pihak kepolisian mengingatkan para pengendara, khususnya pemudik, agar lebih berhati-hati selama perjalanan. Kondisi lalu lintas yang padat menjelang libur panjang meningkatkan risiko kecelakaan, terutama jika pengemudi dalam kondisi lelah.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

157 Perusahaan di Jabar Dilaporkan Terkait Masalah THR, Disnakertrans Lakukan Penelusuran

Babe News - Bekasi, 19/03/2026. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat menerima ratusan laporan terkait persoalan tunjangan hari raya (THR) menjelang Idulfitri 2026. Hingga pertengahan Maret, tercatat sebanyak 157 perusahaan di wilayah Jawa Barat diadukan oleh para pekerja.
Kepala Disnakertrans Jawa Barat, I Gusti Agung Kim Fajar Wiyati Oka, menjelaskan bahwa laporan tersebut berasal dari 194 pengadu yang menyampaikan keluhan melalui layanan resmi posko THR.
Permasalahan yang dilaporkan cukup beragam. Ada perusahaan yang sama sekali belum membayarkan THR, ada juga yang membayar namun tidak sesuai ketentuan, baik dari segi jumlah maupun waktu pembayaran. Selain itu, keterlambatan pencairan THR juga menjadi salah satu keluhan yang cukup banyak disampaikan oleh para pekerja.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Disnakertrans langsung mengerahkan pengawas ketenagakerjaan untuk melakukan pemeriksaan ke perusahaan yang dilaporkan. Tujuannya untuk memastikan apakah aduan yang masuk benar terjadi di lapangan.
Jika terbukti ada pelanggaran, perusahaan akan diberikan teguran dalam bentuk nota pemeriksaan. Tahap pertama berupa Nota 1, yang mengharuskan perusahaan memenuhi kewajibannya dalam waktu tujuh hari. Apabila belum juga dipenuhi, akan dilanjutkan dengan Nota 2 yang juga memiliki batas waktu yang sama.
Bila setelah dua kali peringatan perusahaan tetap tidak menjalankan kewajibannya, maka Disnakertrans akan mengeluarkan rekomendasi kepada kepala daerah setempat untuk menjatuhkan sanksi administratif. Sanksi tersebut bisa berupa denda hingga pembatasan kegiatan usaha.
Untuk memfasilitasi laporan masyarakat, Disnakertrans Jawa Barat membuka posko pengaduan THR mulai 14 Maret hingga 27 Maret 2026. Sebelumnya, layanan konsultasi terkait THR juga telah dibuka sejak awal Maret guna memberikan pemahaman kepada pekerja maupun perusahaan mengenai hak dan kewajiban masing-masing.

Sumber : Media Indonesia
Editor : Tia
Share:

157 Perusahaan di Jabar Dilaporkan Terkait Masalah THR, Disnakertrans Lakukan Penelusuran

Babe News - Bekasi, 19/03/2026. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat menerima ratusan laporan terkait persoalan tunjangan hari raya (THR) menjelang Idulfitri 2026. Hingga pertengahan Maret, tercatat sebanyak 157 perusahaan di wilayah Jawa Barat diadukan oleh para pekerja.
Kepala Disnakertrans Jawa Barat, I Gusti Agung Kim Fajar Wiyati Oka, menjelaskan bahwa laporan tersebut berasal dari 194 pengadu yang menyampaikan keluhan melalui layanan resmi posko THR.
Permasalahan yang dilaporkan cukup beragam. Ada perusahaan yang sama sekali belum membayarkan THR, ada juga yang membayar namun tidak sesuai ketentuan, baik dari segi jumlah maupun waktu pembayaran. Selain itu, keterlambatan pencairan THR juga menjadi salah satu keluhan yang cukup banyak disampaikan oleh para pekerja.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Disnakertrans langsung mengerahkan pengawas ketenagakerjaan untuk melakukan pemeriksaan ke perusahaan yang dilaporkan. Tujuannya untuk memastikan apakah aduan yang masuk benar terjadi di lapangan.
Jika terbukti ada pelanggaran, perusahaan akan diberikan teguran dalam bentuk nota pemeriksaan. Tahap pertama berupa Nota 1, yang mengharuskan perusahaan memenuhi kewajibannya dalam waktu tujuh hari. Apabila belum juga dipenuhi, akan dilanjutkan dengan Nota 2 yang juga memiliki batas waktu yang sama.
Bila setelah dua kali peringatan perusahaan tetap tidak menjalankan kewajibannya, maka Disnakertrans akan mengeluarkan rekomendasi kepada kepala daerah setempat untuk menjatuhkan sanksi administratif. Sanksi tersebut bisa berupa denda hingga pembatasan kegiatan usaha.
Untuk memfasilitasi laporan masyarakat, Disnakertrans Jawa Barat membuka posko pengaduan THR mulai 14 Maret hingga 27 Maret 2026. Sebelumnya, layanan konsultasi terkait THR juga telah dibuka sejak awal Maret guna memberikan pemahaman kepada pekerja maupun perusahaan mengenai hak dan kewajiban masing-masing.

Sumber : Media Indonesia
Editor : Tia
Share:

Jalur Selatan Jabar Padat, Limbangan Jadi Titik Rawan Kemacetan Saat Mudik

Babe News - Jawa Barat, 19/03/2026. Arus mudik di jalur selatan Jawa Barat, khususnya di kawasan Limbangan, Garut, mengalami kepadatan cukup signifikan. Volume kendaraan yang terus meningkat membuat jalur ini menjadi salah satu titik krusial kemacetan bagi para pemudik yang menuju Tasikmalaya hingga Jawa Tengah.
Kepadatan ini dipicu oleh lonjakan kendaraan dari arah Bandung yang melewati Nagreg. Para pemudik kemudian menyebar ke dua jalur utama, yakni Limbangan–Malangbong dan Kadungora–Leles. Aliran kendaraan yang datang secara bersamaan membuat kedua jalur tersebut tidak mampu menampung lonjakan arus secara optimal.
Berdasarkan data Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung, hingga Rabu malam sekitar pukul 19.00 WIB, tercatat lebih dari 100 ribu kendaraan melintas di kawasan Nagreg menuju arah Garut dan Tasikmalaya. Angka ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat menjelang Lebaran.
Sebagian besar kendaraan yang melintasi Limbangan merupakan pemudik dengan tujuan luar kota seperti Tasikmalaya hingga Jawa Tengah. Sementara itu, jalur Kadungora lebih banyak digunakan oleh warga lokal yang hendak pulang ke wilayah Garut kota dan daerah selatan.
Lonjakan volume kendaraan ini berdampak langsung pada kemacetan panjang di jalur Limbangan–Malangbong. Bahkan pada Kamis dini hari sekitar pukul 04.00 WIB, antrean kendaraan terpantau mengular hingga kurang lebih 15 kilometer, mulai dari kawasan Bandrek hingga Malangbong.
Salah satu pemudik asal Klaten, Dimas (27), mengaku mengalami beberapa titik kemacetan selama perjalanan dari Jakarta menuju Jawa Tengah. Ia menyebut kemacetan terjadi di wilayah Cimahi, Nagreg, dan saat memasuki Garut.
“Macetnya terasa di Cimahi, Nagreg, dan pas masuk Garut,” ujarnya.
Untuk mengurai kepadatan yang semakin parah, petugas sempat melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan kendaraan dari jalur Limbangan ke jalur alternatif melalui pusat kota Garut. Rute yang digunakan antara lain Kadungora–Leles–Jalan Sudirman–Cilawu–Salawu.
Hal ini juga dirasakan oleh Billy (30), pemudik asal Jakarta yang menuju Ciamis. Ia mengaku diarahkan melewati jalur perkotaan Garut sebelum akhirnya kembali ke jalur utama menuju Tasikmalaya.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Diskon Pajak Kendaraan 10% di Jabar Selama Libur Lebaran, Layanan Tetap Buka

Babe News - Bekasi, 19/03/2026. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menghadirkan program keringanan pajak kendaraan bermotor (PKB) sebesar 10 persen selama masa libur Lebaran, tepatnya pada 18–24 Maret 2026. Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sebagai upaya memberikan kemudahan sekaligus mendorong masyarakat untuk tetap taat membayar pajak di tengah momen hari raya.
Program potongan pajak ini berlaku untuk seluruh jenis kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Menariknya, layanan pembayaran pajak di wilayah Jawa Barat tetap beroperasi meski dalam periode libur Lebaran, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir jika ingin menyelesaikan kewajiban pajaknya.
Tak hanya melalui layanan langsung, pemerintah juga memaksimalkan kanal digital agar lebih praktis. Warga dengan kendaraan berpelat nomor Jawa Barat bisa memanfaatkan layanan e-Samsat melalui aplikasi seperti Sambara dan SIGNAL. Dengan begitu, pembayaran pajak bisa dilakukan kapan saja tanpa harus datang ke kantor Samsat.
Dalam kesempatan tersebut, Dedi juga mengajak masyarakat memanfaatkan diskon ini dengan bijak. Ia bahkan menyampaikan pesan ringan agar dana yang ada tidak habis seluruhnya untuk kebutuhan Lebaran, tetapi bisa dialokasikan untuk membayar pajak dengan potongan yang cukup menguntungkan.
Selain itu, ia turut mengingatkan masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar tetap mengutamakan keselamatan. Menurutnya, perjalanan yang aman jauh lebih penting daripada terburu-buru sampai tujuan. Ia menyarankan pengendara untuk beristirahat jika merasa lelah atau mengantuk selama di perjalanan.
Sementara itu, Kepala Bapenda Jawa Barat, Asep Supriatna, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan dukungan penuh selama program berlangsung. Kantor Samsat induk tetap beroperasi selama 24 jam, lengkap dengan petugas yang siap membantu masyarakat, termasuk dalam penggunaan layanan digital.
Program ini menjadi bagian dari komitmen Pemprov Jawa Barat dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah diakses, modern, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Sumber : bekasigo
Editor : Tia
Share:

Diskon Pajak Kendaraan 10% di Jabar Selama Libur Lebaran, Layanan Tetap Buka

Babe News - Bekasi, 19/03/2026. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menghadirkan program keringanan pajak kendaraan bermotor (PKB) sebesar 10 persen selama masa libur Lebaran, tepatnya pada 18–24 Maret 2026. Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sebagai upaya memberikan kemudahan sekaligus mendorong masyarakat untuk tetap taat membayar pajak di tengah momen hari raya.
Program potongan pajak ini berlaku untuk seluruh jenis kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Menariknya, layanan pembayaran pajak di wilayah Jawa Barat tetap beroperasi meski dalam periode libur Lebaran, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir jika ingin menyelesaikan kewajiban pajaknya.
Tak hanya melalui layanan langsung, pemerintah juga memaksimalkan kanal digital agar lebih praktis. Warga dengan kendaraan berpelat nomor Jawa Barat bisa memanfaatkan layanan e-Samsat melalui aplikasi seperti Sambara dan SIGNAL. Dengan begitu, pembayaran pajak bisa dilakukan kapan saja tanpa harus datang ke kantor Samsat.
Dalam kesempatan tersebut, Dedi juga mengajak masyarakat memanfaatkan diskon ini dengan bijak. Ia bahkan menyampaikan pesan ringan agar dana yang ada tidak habis seluruhnya untuk kebutuhan Lebaran, tetapi bisa dialokasikan untuk membayar pajak dengan potongan yang cukup menguntungkan.
Selain itu, ia turut mengingatkan masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar tetap mengutamakan keselamatan. Menurutnya, perjalanan yang aman jauh lebih penting daripada terburu-buru sampai tujuan. Ia menyarankan pengendara untuk beristirahat jika merasa lelah atau mengantuk selama di perjalanan.
Sementara itu, Kepala Bapenda Jawa Barat, Asep Supriatna, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan dukungan penuh selama program berlangsung. Kantor Samsat induk tetap beroperasi selama 24 jam, lengkap dengan petugas yang siap membantu masyarakat, termasuk dalam penggunaan layanan digital.
Program ini menjadi bagian dari komitmen Pemprov Jawa Barat dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah diakses, modern, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Sumber : bekasigo
Editor : Tia
Share:

AS Pertimbangkan Langkah Militer Baru ke Iran, Pulau Kharg Jadi Sorotan

Babe News - Bekasi, 17/03/2026. Pemerintah Amerika Serikat dikabarkan tengah mengkaji opsi militer baru terkait konflik yang terus berlangsung dengan Iran. Presiden Donald Trump disebut-sebut mempertimbangkan langkah ekstrem berupa pengambilalihan pusat ekspor minyak utama Iran yang berada di Pulau Kharg.
Informasi ini mencuat dari laporan media internasional yang mengutip sumber pejabat Amerika Serikat. Disebutkan bahwa rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan di lingkungan Gedung Putih dan belum menjadi keputusan final.
Pulau Kharg sendiri memiliki peran sangat penting bagi Iran. Wilayah ini merupakan pusat penyimpanan dan distribusi minyak mentah, dengan kapasitas mencapai puluhan juta barel serta menjadi jalur utama ekspor energi negara tersebut. Sebagian besar pengiriman minyak Iran disebut bergantung pada fasilitas yang berada di pulau tersebut.
Sejumlah sumber menyebutkan bahwa langkah ini dipertimbangkan karena situasi konflik di Timur Tengah belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Bahkan, upaya penyelesaian konflik dinilai masih menemui jalan buntu.
Seorang pejabat yang mengetahui situasi tersebut mengungkapkan bahwa stabilitas kawasan, khususnya arus distribusi energi, menjadi faktor utama yang dipertimbangkan oleh pemerintah Amerika Serikat. Selama jalur distribusi terganggu, konflik dinilai akan sulit untuk dihentikan.
Meski begitu, hingga kini Donald Trump disebut masih mempertimbangkan berbagai risiko dan dampak yang mungkin timbul jika operasi militer tersebut benar-benar dijalankan. Pihak Gedung Putih juga menegaskan bahwa keputusan besar seperti ini memerlukan pertimbangan matang, mengingat potensi eskalasi konflik yang cukup tinggi.
Pulau Kharg yang terletak di kawasan Teluk Persia menjadi titik strategis karena perannya dalam rantai pasok energi global. Selain itu, kawasan tersebut juga berada dekat dengan Selat Hormuz, jalur pelayaran penting yang dilalui sebagian besar distribusi minyak dunia.
Ketegangan di wilayah tersebut semakin meningkat dalam beberapa hari terakhir. Presiden Donald Trump bahkan sempat mengklaim bahwa militer Amerika Serikat telah melakukan serangan dan menghancurkan sejumlah target di pulau tersebut.
Namun, klaim tersebut langsung dibantah oleh pihak Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) yang menyatakan bahwa tidak ada kerusakan pada fasilitas utama di Pulau Kharg akibat serangan tersebut.
Di tengah situasi yang memanas, muncul pula wacana pembentukan koalisi internasional oleh Amerika Serikat untuk membuka kembali akses di Selat Hormuz. Jalur ini sangat vital karena menjadi salah satu rute utama pengiriman minyak dan gas dunia.
Ketidakstabilan di kawasan tersebut berdampak langsung pada pasar energi global. Harga minyak dunia dilaporkan mengalami lonjakan signifikan akibat meningkatnya ketegangan serta ancaman gangguan distribusi dari kawasan Timur Tengah.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Wali Kota Bekasi Dukung Pembatasan Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun Demi Pembentukan Karakter

Babe News - Bekasi, 17/03/2026. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, memberikan tanggapan terkait kebijakan pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia yang membatasi penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun. Ia menilai langkah tersebut sebagai upaya positif untuk membantu melindungi perkembangan karakter anak di tengah pesatnya kemajuan teknologi digital.
Menurut Tri, media sosial memang membawa banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari akses informasi hingga sarana komunikasi. Namun, di balik kemudahan tersebut, terdapat tantangan besar, terutama bagi anak-anak dan remaja yang masih berada dalam fase pembentukan kepribadian.
Ia menekankan bahwa tanpa pengawasan yang tepat, penggunaan media sosial bisa memengaruhi perilaku, cara berinteraksi, hingga pola pikir generasi muda. Oleh karena itu, kebijakan pembatasan usia dinilai dapat menjadi panduan bagi orang tua dalam memberikan batasan yang jelas kepada anak-anak.
Tri juga menyebut bahwa peran orang tua sangat penting dalam mendampingi anak saat mengenal teknologi digital. Anak-anak dinilai masih membutuhkan arahan agar dapat menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab, serta terhindar dari konten yang belum sesuai dengan usia mereka.
Di sisi lain, dunia pendidikan di Kota Bekasi sebenarnya telah lebih dulu menerapkan aturan terkait penggunaan ponsel di lingkungan sekolah, khususnya di tingkat SD dan SMP. Umumnya, siswa tidak diperbolehkan menggunakan ponsel selama kegiatan belajar mengajar, kecuali untuk keperluan pembelajaran yang diawasi oleh guru.
Menurut Tri, langkah ini sejalan dengan upaya membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki etika, sopan santun, serta kemampuan berkomunikasi yang baik.
Ia menegaskan bahwa media sosial tetap boleh digunakan, namun harus pada usia yang tepat serta dengan pengawasan yang memadai dari orang tua dan lingkungan sekitar.
Lebih lanjut, Tri berharap kebijakan ini dapat menjadi momentum bagi semua pihak—mulai dari orang tua, sekolah, hingga pemerintah—untuk bekerja sama dalam membimbing anak-anak menghadapi era digital.

Sumber : bekasikota.go
Editor : Tia
Share:

Dinkes Kabupaten Bekasi Siapkan 9 Pos Kesehatan untuk Dukung Kelancaran Mudik Lebaran 2026

Babe News - Bekasi, 17/03/2026. Dalam rangka menyambut arus mudik dan arus balik Idul Fitri 2026, Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi menyiapkan sembilan pos pelayanan kesehatan yang tersebar di sejumlah titik strategis. Pos-pos ini didirikan untuk memberikan layanan kesehatan bagi para pemudik maupun masyarakat yang melintas di wilayah Kabupaten Bekasi.
Salah satu pos kesehatan terlihat beroperasi di Terminal Kalijaya, Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, pada Senin (16/03/2026). Posko ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memastikan perjalanan mudik berjalan aman dan lancar.
Koordinator Posko Mudik sekaligus Kepala UPTD PSC 119, Nalin Hendrik, menjelaskan bahwa pos kesehatan didirikan di jalur tol maupun jalur arteri yang ramai dilalui pemudik.
Untuk jalur tol, layanan kesehatan disiagakan di beberapa rest area, seperti Rest Area 19A dan Rest Area 39 pada arus mudik, serta Rest Area 19B untuk arus balik. Sementara di jalur arteri, salah satu pos didirikan di kawasan TL Legenda.
Tak hanya itu, lima pos tambahan juga ditempatkan di sepanjang jalur Pantura yang menjadi salah satu jalur utama pemudik. Lokasi tersebut meliputi Gedung Juang, Terminal Kalijaya, SGC, stasiun kereta api, hingga wilayah perbatasan Kedungwaringin. Dengan demikian, total terdapat sembilan pos kesehatan yang siap melayani masyarakat selama periode mudik Lebaran.
Nalin menjelaskan, berbagai layanan disediakan di pos kesehatan tersebut, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, penanganan kondisi darurat, hingga pertolongan pertama bagi korban kecelakaan lalu lintas sebelum dirujuk ke rumah sakit terdekat.
Untuk mempercepat penanganan darurat, seluruh pos kesehatan terhubung melalui sistem PSC 119. Melalui sistem ini, masyarakat dapat dengan mudah melaporkan kejadian darurat, dan tim medis dari pos terdekat akan segera datang menggunakan ambulans yang telah disiagakan.
Selain itu, Dinas Kesehatan juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak lintas sektor, seperti tenaga medis dari organisasi profesi, kepolisian, TNI, hingga instansi terkait lainnya. Kolaborasi ini dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan maksimal.
Di salah satu titik, yakni Gedung Juang, juga dibentuk pos terpadu yang melibatkan berbagai instansi pelayanan publik, sehingga penanganan kebutuhan masyarakat dapat dilakukan secara lebih cepat dan terkoordinasi.
Melalui penyediaan fasilitas ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi berharap para pemudik dapat merasa lebih aman dan nyaman selama perjalanan menuju kampung halaman.
Masyarakat juga diimbau untuk mempersiapkan kondisi fisik sebelum berangkat, termasuk melakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Selain itu, pemudik diingatkan untuk tidak memaksakan diri berkendara saat lelah dan memanfaatkan rest area maupun pos kesehatan sebagai tempat beristirahat.

Sumber : bekasikab.go
Editor : Tia
Share:

Hari Pertama WFA Jelang Lebaran, KRL Bekasi Line Terlihat Lebih Lengang dari Biasanya

Babe News - Bekasi, 16/03/2026. Suasana perjalanan menggunakan kereta komuter di jalur KRL Bekasi Line pada Senin (16/3/2026) terlihat berbeda dari hari-hari biasanya. Pada hari pertama penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) menjelang Idul Fitri 1447 H/2026, jumlah penumpang di sejumlah stasiun tampak lebih sedikit sehingga kondisi kereta terasa jauh lebih lengang.
Pantauan di Stasiun Bekasi sekitar pukul 09.00 WIB menunjukkan bahwa aktivitas penumpang yang hendak menaiki kereta tidak terlalu padat. Antrean menuju pintu masuk kereta juga terlihat lebih tertib tanpa penumpukan seperti yang biasanya terjadi pada jam-jam sibuk.
Ketika berada di dalam gerbong, sebagian besar penumpang bahkan bisa mendapatkan tempat duduk dengan mudah. Situasi yang biasanya identik dengan “war kursi” atau berebut tempat duduk hampir tidak terlihat pada pagi hari itu.
Hanya sebagian kecil penumpang yang masih harus berdiri selama perjalanan. Area di tengah gerbong pun tampak cukup lapang, berbeda dengan kondisi normal yang biasanya dipenuhi penumpang berdiri sambil berpegangan pada tiang atau pegangan tangan.
Salah satu penumpang bernama Ray (26) mengaku cukup menikmati suasana perjalanan yang lebih nyaman tersebut. Menurutnya, meskipun ia tetap harus berangkat bekerja di kantor saat sebagian orang menjalankan WFA, kondisi kereta yang tidak terlalu padat membuat perjalanan terasa lebih santai.
Ia mengatakan biasanya perjalanan menggunakan KRL pada jam kerja cukup padat dan sering kali membuat penumpang harus berdesakan. Namun pada hari itu, situasinya jauh lebih kondusif.
Diketahui, kebijakan Work From Anywhere diterapkan pemerintah menjelang periode libur panjang. Kebijakan ini mulai berlaku pada 16–17 Maret 2026 serta kembali diterapkan pada 25–27 Maret 2026.
Penerapan kebijakan tersebut dilakukan untuk mengurangi kepadatan aktivitas masyarakat menjelang dua momen penting, yakni perayaan Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idul Fitri.
Dengan adanya kebijakan WFA, sebagian pekerja diperbolehkan menjalankan tugasnya dari lokasi selain kantor, sehingga mobilitas masyarakat pada jam kerja menjadi lebih berkurang.

Sumber : kumparan
Editor : Tia
Share:

Hari Pertama WFA Jelang Lebaran, KRL Bekasi Line Terlihat Lebih Lengang dari Biasanya

Babe News - Bekasi, 16/03/2026. Suasana perjalanan menggunakan kereta komuter di jalur KRL Bekasi Line pada Senin (16/3/2026) terlihat berbeda dari hari-hari biasanya. Pada hari pertama penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) menjelang Idul Fitri 1447 H/2026, jumlah penumpang di sejumlah stasiun tampak lebih sedikit sehingga kondisi kereta terasa jauh lebih lengang.
Pantauan di Stasiun Bekasi sekitar pukul 09.00 WIB menunjukkan bahwa aktivitas penumpang yang hendak menaiki kereta tidak terlalu padat. Antrean menuju pintu masuk kereta juga terlihat lebih tertib tanpa penumpukan seperti yang biasanya terjadi pada jam-jam sibuk.
Ketika berada di dalam gerbong, sebagian besar penumpang bahkan bisa mendapatkan tempat duduk dengan mudah. Situasi yang biasanya identik dengan “war kursi” atau berebut tempat duduk hampir tidak terlihat pada pagi hari itu.
Hanya sebagian kecil penumpang yang masih harus berdiri selama perjalanan. Area di tengah gerbong pun tampak cukup lapang, berbeda dengan kondisi normal yang biasanya dipenuhi penumpang berdiri sambil berpegangan pada tiang atau pegangan tangan.
Salah satu penumpang bernama Ray (26) mengaku cukup menikmati suasana perjalanan yang lebih nyaman tersebut. Menurutnya, meskipun ia tetap harus berangkat bekerja di kantor saat sebagian orang menjalankan WFA, kondisi kereta yang tidak terlalu padat membuat perjalanan terasa lebih santai.
Ia mengatakan biasanya perjalanan menggunakan KRL pada jam kerja cukup padat dan sering kali membuat penumpang harus berdesakan. Namun pada hari itu, situasinya jauh lebih kondusif.
Diketahui, kebijakan Work From Anywhere diterapkan pemerintah menjelang periode libur panjang. Kebijakan ini mulai berlaku pada 16–17 Maret 2026 serta kembali diterapkan pada 25–27 Maret 2026.
Penerapan kebijakan tersebut dilakukan untuk mengurangi kepadatan aktivitas masyarakat menjelang dua momen penting, yakni perayaan Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idul Fitri.
Dengan adanya kebijakan WFA, sebagian pekerja diperbolehkan menjalankan tugasnya dari lokasi selain kantor, sehingga mobilitas masyarakat pada jam kerja menjadi lebih berkurang.

Sumber : kumparan
Editor : Tia
Share:

Remaja Panjat Tower di Bekasi Sempat Menolak Dievakuasi, Akhirnya Turun Setelah Dibujuk Petugas Damkar

Babe News - Bekasi, 16/03/2026. Peristiwa menegangkan terjadi di wilayah Bekasi ketika seorang remaja berinisial MRH (15) nekat memanjat sebuah tower GSM setinggi sekitar 20 meter pada Minggu (15/03/2026) dini hari. Aksi tersebut sempat membuat warga sekitar panik sebelum akhirnya petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bekasi berhasil mengevakuasi remaja tersebut dengan selamat.
Komandan Rescue Kompi A Disdamkarmat Kota Bekasi, Hendrick, menjelaskan bahwa proses penyelamatan tidak berjalan mudah. Saat petugas mencoba membujuknya untuk turun, MRH sempat menolak dan membantah ajakan tersebut.
Menurut Hendrick, situasi di atas tower cukup menegangkan karena remaja tersebut tidak langsung bersedia turun. Namun dengan pendekatan persuasif, akhirnya ia berhasil diyakinkan.
Hendrick mengungkapkan bahwa dirinya sempat memeluk MRH secara langsung ketika berada di atas tower sebagai bentuk pendekatan agar remaja tersebut merasa lebih tenang. Setelah beberapa saat dibujuk, MRH akhirnya bersedia untuk turun bersama petugas.
Selain kondisi psikologis korban, proses penyelamatan juga dihadapkan pada sejumlah kendala teknis. Salah satunya adalah kondisi tower yang sudah cukup lama sehingga terasa bergoyang ketika dipanjat oleh petugas.
Meski demikian, tim penyelamat tetap berusaha bekerja dengan hati-hati agar proses evakuasi berjalan aman.
Kendala lain yang dihadapi adalah minimnya penerangan di lokasi kejadian. Saat petugas pertama kali tiba, warga sekitar hanya mengandalkan cahaya senter untuk menerangi area tersebut.
Tim rescue kemudian membantu menambah pencahayaan dengan menggunakan senter khusus serta lampu sorot dari kendaraan operasional yang dibawa ke lokasi.
Untuk mengevakuasi MRH, tim dari Kompi A menerjunkan tiga regu penyelamat. Setiap regu terdiri dari lima personel, sehingga total ada sekitar 15 petugas yang terlibat, ditambah Hendrick sebagai komandan di lapangan.
Selain personel, petugas juga membawa sejumlah kendaraan operasional seperti unit rescue Gajah Mada Triton yang dilengkapi berbagai peralatan penyelamatan serta mobil operasional Kijang.
Dalam proses evakuasi, tim menggunakan berbagai perlengkapan keselamatan, di antaranya senter LED khusus evakuasi, karabiner, tali pengaman, serta wearpack full body. Peralatan tersebut digunakan untuk memastikan keamanan petugas ketika memanjat maupun turun dari tower.
Hendrick juga menyebut bahwa kejadian penyelamatan seseorang yang berada di atas tower merupakan pengalaman pertama bagi tim yang dipimpinnya. Meski demikian, ia menegaskan bahwa tim rescue sudah terbiasa melakukan operasi penyelamatan di tempat tinggi, seperti di gedung bertingkat.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan H. Silan RT 001 RW 001, Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi. Warga sekitar pertama kali melaporkan kejadian itu sekitar pukul 02.55 WIB.
Petugas pemadam kebakaran kemudian tiba di lokasi sekitar pukul 03.15 WIB dan langsung melakukan upaya pembujukan serta persiapan evakuasi.
Proses penyelamatan berlangsung cukup lama, sekitar dua setengah jam. Setelah melalui berbagai upaya, MRH akhirnya berhasil dievakuasi dengan selamat sekitar pukul 05.45 WIB.
Pelaksana Tugas Kepala Disdamkarmat Kota Bekasi, Heryanto, menjelaskan bahwa aksi nekat remaja tersebut diduga dipicu oleh persoalan pribadi yang sedang dialaminya.
Berdasarkan informasi dari keluarga, masalah tersebut berkaitan dengan persoalan asmara yang membuat MRH mengalami tekanan emosional.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Ratusan Buruh Pabrik di Cilincing Mogok Kerja, Persoalan THR dan Status Kerja Jadi Pemicu

Babe News - Jakarta, 14/03/2026. Sekitar 200 pekerja dari PT Amos Indah Indonesia melakukan aksi mogok kerja di kawasan Kawasan Berikat Nusantara (KBN), Cilincing, Jakarta Utara pada Kamis (12/3/2026). Aksi tersebut dipicu oleh polemik mengenai pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) serta ketidakjelasan status pekerjaan para buruh yang hingga kini belum menemukan solusi.
Ketua Basis Federasi Serikat Buruh Persatuan Indonesia (FSBPI) sekaligus buruh di perusahaan tersebut, Lindah, menjelaskan bahwa konflik antara pekerja dan pihak perusahaan sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Ia menyebut, permasalahan tersebut sudah muncul sejak beberapa tahun lalu.
Menurut Lindah, para buruh telah memiliki Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dengan perusahaan sejak 2017. Dalam perjanjian itu disebutkan bahwa pekerja kontrak yang telah memenuhi masa kerja tertentu seharusnya diangkat menjadi karyawan tetap.
Namun dalam praktiknya, kata Lindah, kebijakan tersebut tidak lagi dijalankan sejak 2022. Alih-alih diangkat menjadi karyawan tetap, masa kontrak para pekerja justru terus diperpanjang dengan jangka waktu yang semakin singkat.
Ia menyebut beberapa pekerja bahkan hanya mendapatkan perpanjangan kontrak selama satu bulan, dan dalam beberapa kasus hanya tiga hari. Kondisi tersebut membuat para pekerja merasa tidak memiliki kepastian kerja.
Ketidakpuasan buruh kemudian memicu penolakan terhadap perpanjangan kontrak pada 2023. Para pekerja menuntut agar perusahaan menjalankan kewajiban sesuai dengan isi PKB, yakni mengangkat mereka sebagai karyawan tetap.
Perselisihan tersebut akhirnya berlanjut ke proses perundingan hingga masuk ke jalur hukum. Lindah mengatakan bahwa serikat buruh sempat memenangkan perkara tersebut di pengadilan pada akhir 2024.
Namun hingga kini, menurutnya, keputusan tersebut belum dijalankan oleh perusahaan. Pihak perusahaan disebut beralasan bahwa perkara tersebut masih berada dalam tahap kasasi sehingga belum dapat dieksekusi.
Situasi kembali memanas menjelang Hari Raya Idul Fitri. Lindah mengungkapkan bahwa pihak perusahaan meminta para pekerja untuk menandatangani surat pengunduran diri.
Menurutnya, perusahaan menyampaikan bahwa THR dan sisa upah bulanan tidak akan diberikan apabila para pekerja menolak menandatangani surat tersebut.
Selain itu, para buruh juga tidak mendapatkan kepastian apakah mereka masih dapat kembali bekerja setelah libur Lebaran apabila tidak mengundurkan diri.
Kondisi tersebut membuat sebagian pekerja merasa tertekan. Lindah memperkirakan lebih dari 100 orang akhirnya memilih mengundurkan diri karena khawatir kehilangan hak mereka.
Sementara itu, para pekerja yang masih bertahan memilih melakukan aksi mogok kerja hingga Selasa (17/3/2026). Mereka menuntut adanya kepastian mengenai status pekerjaan sebelum kembali menjalankan aktivitas kerja di pabrik.
Lindah menjelaskan bahwa mayoritas pekerja di perusahaan tersebut adalah perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga. Oleh karena itu, ketidakpastian pekerjaan sangat berdampak pada kehidupan ekonomi mereka.
Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat para pekerja khawatir mengenai keberlangsungan hidup mereka, mulai dari biaya sewa tempat tinggal, kebutuhan sehari-hari, hingga biaya pendidikan anak.
Sementara itu, hingga berita ini disusun, pihak perusahaan belum memberikan keterangan resmi terkait aksi mogok kerja yang dilakukan oleh para buruh.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Iran Kembali Luncurkan Serangan Rudal ke Israel, Gunakan Senjata Hipersonik

Babe News - Bekasi, 14/03/2026. Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengklaim telah meluncurkan serangan rudal besar-besaran ke wilayah Israel serta beberapa fasilitas militer Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah. Serangan tersebut dilaporkan terjadi pada Jumat (13/3) waktu setempat dan disebut sebagai gelombang serangan ke-44 yang dilakukan oleh Iran.
Menurut pernyataan resmi IRGC, sejumlah rudal balistik dengan berbagai jenis diluncurkan dalam serangan tersebut. Beberapa di antaranya merupakan rudal hipersonik yang dikenal memiliki kecepatan sangat tinggi serta kemampuan manuver yang sulit dideteksi sistem pertahanan udara.
Jenis rudal yang disebut digunakan dalam serangan ini antara lain Khorramshahr, Kheiber Shekan, dan Fattah yang termasuk kategori rudal hipersonik. Selain itu, rudal balistik lain seperti Imad dan Qadr juga dilaporkan ikut ditembakkan menuju sejumlah target.
Serangan rudal tersebut disebut menghantam beberapa wilayah di bagian utara Israel, termasuk kota Kiryat Shmona, Haifa, serta Hadera. Selain itu, rudal juga diarahkan ke sejumlah lokasi yang berkaitan dengan fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
IRGC menyatakan bahwa serangan ini dilakukan sebagai bentuk peringatan atas wafatnya sejumlah tokoh penting di kawasan tersebut. Di antaranya adalah Jenderal militer Iran Qasem Soleimani, pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah, serta tokoh Palestina Yahya Sinwar.
Media Iran menyebut serangan ini sebagai bagian dari kelanjutan operasi militer yang mereka sebut sebagai Operation True Promise 4. Operasi tersebut sebelumnya juga diklaim berhasil menyerang sejumlah titik strategis militer Israel, termasuk di wilayah Tel Aviv, Eilat, dan kawasan barat Al-Quds (Jerusalem).
Dalam perkembangan lain, IRGC juga mengklaim telah berhasil menjatuhkan sebuah pesawat pengisian bahan bakar militer milik Amerika Serikat, yaitu Boeing KC-130 Stratotanker. Pesawat tersebut dilaporkan sedang menjalankan misi pengisian bahan bakar untuk jet tempur Israel ketika serangan terjadi.
Menurut klaim pihak Iran, insiden tersebut menyebabkan enam awak pesawat tewas. Namun hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Amerika Serikat maupun Israel terkait laporan tersebut.
Melalui pernyataan resminya, IRGC juga memberikan peringatan keras kepada militer Amerika Serikat yang berada di wilayah Timur Tengah. Mereka mendesak agar pasukan Amerika segera meninggalkan kawasan tersebut.
IRGC menyatakan bahwa jika pasukan Amerika tetap bertahan, maka mereka berpotensi menjadi target serangan di berbagai lokasi, termasuk di fasilitas militer maupun tempat-tempat strategis lainnya.
Sementara itu, ajudan senior IRGC, Ali Fadavi, sebelumnya menyatakan bahwa operasi militer yang dijalankan Iran telah memberikan tekanan besar terhadap kekuatan militer Amerika Serikat dan Israel di kawasan tersebut.
Menurutnya, sejak pelaksanaan Operation True Promise 4, keseimbangan kekuatan di Timur Tengah mulai berubah dan dinilai lebih menguntungkan kelompok yang mereka sebut sebagai “Front Perlawanan”.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Kisah Haru Bocah 4 Tahun di Pulo Gadung Memulung Botol Bekas Saat Ayah Dipenjara

Babe News - Jakarta, 14/03/2026. Sekitar 200 pekerja dari PT Amos Indah Indonesia melakukan aksi mogok kerja di kawasan Kawasan Berikat Nusantara (KBN), Cilincing, Jakarta Utara pada Kamis (12/3/2026). Aksi tersebut dipicu oleh polemik mengenai pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) serta ketidakjelasan status pekerjaan para buruh yang hingga kini belum menemukan solusi.
Ketua Basis Federasi Serikat Buruh Persatuan Indonesia (FSBPI) sekaligus buruh di perusahaan tersebut, Lindah, menjelaskan bahwa konflik antara pekerja dan pihak perusahaan sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Ia menyebut, permasalahan tersebut sudah muncul sejak beberapa tahun lalu.
Menurut Lindah, para buruh telah memiliki Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dengan perusahaan sejak 2017. Dalam perjanjian itu disebutkan bahwa pekerja kontrak yang telah memenuhi masa kerja tertentu seharusnya diangkat menjadi karyawan tetap.
Namun dalam praktiknya, kata Lindah, kebijakan tersebut tidak lagi dijalankan sejak 2022. Alih-alih diangkat menjadi karyawan tetap, masa kontrak para pekerja justru terus diperpanjang dengan jangka waktu yang semakin singkat.
Ia menyebut beberapa pekerja bahkan hanya mendapatkan perpanjangan kontrak selama satu bulan, dan dalam beberapa kasus hanya tiga hari. Kondisi tersebut membuat para pekerja merasa tidak memiliki kepastian kerja.
Ketidakpuasan buruh kemudian memicu penolakan terhadap perpanjangan kontrak pada 2023. Para pekerja menuntut agar perusahaan menjalankan kewajiban sesuai dengan isi PKB, yakni mengangkat mereka sebagai karyawan tetap.
Perselisihan tersebut akhirnya berlanjut ke proses perundingan hingga masuk ke jalur hukum. Lindah mengatakan bahwa serikat buruh sempat memenangkan perkara tersebut di pengadilan pada akhir 2024.
Namun hingga kini, menurutnya, keputusan tersebut belum dijalankan oleh perusahaan. Pihak perusahaan disebut beralasan bahwa perkara tersebut masih berada dalam tahap kasasi sehingga belum dapat dieksekusi.
Situasi kembali memanas menjelang Hari Raya Idul Fitri. Lindah mengungkapkan bahwa pihak perusahaan meminta para pekerja untuk menandatangani surat pengunduran diri.
Menurutnya, perusahaan menyampaikan bahwa THR dan sisa upah bulanan tidak akan diberikan apabila para pekerja menolak menandatangani surat tersebut.
Selain itu, para buruh juga tidak mendapatkan kepastian apakah mereka masih dapat kembali bekerja setelah libur Lebaran apabila tidak mengundurkan diri.
Kondisi tersebut membuat sebagian pekerja merasa tertekan. Lindah memperkirakan lebih dari 100 orang akhirnya memilih mengundurkan diri karena khawatir kehilangan hak mereka.
Sementara itu, para pekerja yang masih bertahan memilih melakukan aksi mogok kerja hingga Selasa (17/3/2026). Mereka menuntut adanya kepastian mengenai status pekerjaan sebelum kembali menjalankan aktivitas kerja di pabrik.
Lindah menjelaskan bahwa mayoritas pekerja di perusahaan tersebut adalah perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga. Oleh karena itu, ketidakpastian pekerjaan sangat berdampak pada kehidupan ekonomi mereka.
Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat para pekerja khawatir mengenai keberlangsungan hidup mereka, mulai dari biaya sewa tempat tinggal, kebutuhan sehari-hari, hingga biaya pendidikan anak.
Sementara itu, hingga berita ini disusun, pihak perusahaan belum memberikan keterangan resmi terkait aksi mogok kerja yang dilakukan oleh para buruh.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Kisah Haru Bocah 4 Tahun di Pulo Gadung Memulung Botol Bekas Saat Ayah Dipenjara

Babe News - Jakarta, 14/03/2026. Sekitar 200 pekerja dari PT Amos Indah Indonesia melakukan aksi mogok kerja di kawasan Kawasan Berikat Nusantara (KBN), Cilincing, Jakarta Utara pada Kamis (12/3/2026). Aksi tersebut dipicu oleh polemik mengenai pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) serta ketidakjelasan status pekerjaan para buruh yang hingga kini belum menemukan solusi.
Ketua Basis Federasi Serikat Buruh Persatuan Indonesia (FSBPI) sekaligus buruh di perusahaan tersebut, Lindah, menjelaskan bahwa konflik antara pekerja dan pihak perusahaan sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Ia menyebut, permasalahan tersebut sudah muncul sejak beberapa tahun lalu.
Menurut Lindah, para buruh telah memiliki Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dengan perusahaan sejak 2017. Dalam perjanjian itu disebutkan bahwa pekerja kontrak yang telah memenuhi masa kerja tertentu seharusnya diangkat menjadi karyawan tetap.
Namun dalam praktiknya, kata Lindah, kebijakan tersebut tidak lagi dijalankan sejak 2022. Alih-alih diangkat menjadi karyawan tetap, masa kontrak para pekerja justru terus diperpanjang dengan jangka waktu yang semakin singkat.
Ia menyebut beberapa pekerja bahkan hanya mendapatkan perpanjangan kontrak selama satu bulan, dan dalam beberapa kasus hanya tiga hari. Kondisi tersebut membuat para pekerja merasa tidak memiliki kepastian kerja.
Ketidakpuasan buruh kemudian memicu penolakan terhadap perpanjangan kontrak pada 2023. Para pekerja menuntut agar perusahaan menjalankan kewajiban sesuai dengan isi PKB, yakni mengangkat mereka sebagai karyawan tetap.
Perselisihan tersebut akhirnya berlanjut ke proses perundingan hingga masuk ke jalur hukum. Lindah mengatakan bahwa serikat buruh sempat memenangkan perkara tersebut di pengadilan pada akhir 2024.
Namun hingga kini, menurutnya, keputusan tersebut belum dijalankan oleh perusahaan. Pihak perusahaan disebut beralasan bahwa perkara tersebut masih berada dalam tahap kasasi sehingga belum dapat dieksekusi.
Situasi kembali memanas menjelang Hari Raya Idul Fitri. Lindah mengungkapkan bahwa pihak perusahaan meminta para pekerja untuk menandatangani surat pengunduran diri.
Menurutnya, perusahaan menyampaikan bahwa THR dan sisa upah bulanan tidak akan diberikan apabila para pekerja menolak menandatangani surat tersebut.
Selain itu, para buruh juga tidak mendapatkan kepastian apakah mereka masih dapat kembali bekerja setelah libur Lebaran apabila tidak mengundurkan diri.
Kondisi tersebut membuat sebagian pekerja merasa tertekan. Lindah memperkirakan lebih dari 100 orang akhirnya memilih mengundurkan diri karena khawatir kehilangan hak mereka.
Sementara itu, para pekerja yang masih bertahan memilih melakukan aksi mogok kerja hingga Selasa (17/3/2026). Mereka menuntut adanya kepastian mengenai status pekerjaan sebelum kembali menjalankan aktivitas kerja di pabrik.
Lindah menjelaskan bahwa mayoritas pekerja di perusahaan tersebut adalah perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga. Oleh karena itu, ketidakpastian pekerjaan sangat berdampak pada kehidupan ekonomi mereka.
Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat para pekerja khawatir mengenai keberlangsungan hidup mereka, mulai dari biaya sewa tempat tinggal, kebutuhan sehari-hari, hingga biaya pendidikan anak.
Sementara itu, hingga berita ini disusun, pihak perusahaan belum memberikan keterangan resmi terkait aksi mogok kerja yang dilakukan oleh para buruh.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Balita di Tarumajaya Bekasi Diserang Monyet Liar, Korban Alami Luka Serius dan Jalani 26 Jahitan

Babe News - Bekasi, 13/03/2026. Peristiwa mengejutkan terjadi di kawasan Perumahan Bali Indah, Desa Setiamulya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. Seorang balita berusia dua tahun mengalami luka serius setelah diserang oleh seekor monyet liar pada Selasa (10/3/2026). Akibat serangan tersebut, korban harus mendapatkan perawatan medis intensif di rumah sakit.
Balita tersebut mengalami sejumlah luka gigitan dan cakaran di bagian tubuhnya, terutama di bagian punggung. Luka yang cukup dalam membuat tim medis harus melakukan tindakan penjahitan sebanyak 26 jahitan untuk menutup luka yang dialami korban.
Bibi korban, Uut Supriati (38), menceritakan bahwa kejadian itu berlangsung sangat cepat. Saat itu ia baru saja selesai memandikan keponakannya dan mengganti pakaiannya. Setelah itu, ia menutup pintu rumah dan mengingatkan anak tersebut agar tidak keluar ke teras karena mainannya berada di luar rumah.
Namun tanpa disadari, balita tersebut membuka kembali pintu rumah dan keluar ke teras. Di sana ia duduk sambil memainkan mobil-mobilan miliknya.
Tidak lama kemudian, Uut mendengar suara tangisan keras dari arah luar rumah. Mendengar hal itu, ia segera keluar untuk melihat apa yang terjadi.
Ketika tiba di teras, ia mendapati keponakannya sudah dalam kondisi terluka dan terbaring miring. Ia juga melihat darah yang menetes hingga mengenai lantai keramik.
Saat diperiksa lebih dekat, luka terlihat di bagian belakang tubuh anak tersebut. Uut pun langsung panik dan segera membawa korban untuk mendapatkan pertolongan medis.
Menurut Uut, kejadian tersebut ternyata bukan yang pertama kali terjadi di lingkungan perumahan tersebut. Ia menyebut sebelumnya sudah ada dua anak lain yang juga menjadi korban serangan monyet liar.
Dari tiga kejadian tersebut, salah satu korban bahkan mengalami luka cukup parah di bagian kepala akibat serangan hewan tersebut.
Kemunculan monyet liar di kawasan perumahan ini membuat warga sekitar merasa khawatir dan resah. Mereka takut serangan serupa kembali terjadi, terutama karena banyak anak kecil yang sering bermain di area perumahan.
Warga juga mengaku cukup terkejut karena sebelumnya tidak pernah ada monyet yang terlihat di kawasan tersebut. Kejadian ini menjadi pengalaman pertama bagi warga setempat menghadapi ancaman hewan liar di lingkungan tempat tinggal mereka.
Warga pun berharap pihak berwenang segera mengambil langkah untuk menangkap monyet liar tersebut agar tidak kembali membahayakan keselamatan masyarakat, terutama anak-anak.
Menanggapi kejadian tersebut, petugas penyelamat dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi telah turun ke lokasi untuk melakukan pencarian dan upaya penangkapan.
Petugas rescue Damkar Kabupaten Bekasi, Adhi Nugroho, mengatakan bahwa timnya sudah melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Namun, proses penangkapan cukup sulit karena monyet tersebut terus berpindah-pindah tempat.
Pihaknya bersama warga setempat masih terus berupaya menangkap hewan tersebut agar situasi kembali aman.

Sumber : tribunnews
Editor : Tia
Share:

Balita di Tarumajaya Bekasi Diserang Monyet Liar, Korban Alami Luka Serius dan Jalani 26 Jahitan

Babe News - Bekasi, 13/03/2026. Peristiwa mengejutkan terjadi di kawasan Perumahan Bali Indah, Desa Setiamulya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. Seorang balita berusia dua tahun mengalami luka serius setelah diserang oleh seekor monyet liar pada Selasa (10/3/2026). Akibat serangan tersebut, korban harus mendapatkan perawatan medis intensif di rumah sakit.
Balita tersebut mengalami sejumlah luka gigitan dan cakaran di bagian tubuhnya, terutama di bagian punggung. Luka yang cukup dalam membuat tim medis harus melakukan tindakan penjahitan sebanyak 26 jahitan untuk menutup luka yang dialami korban.
Bibi korban, Uut Supriati (38), menceritakan bahwa kejadian itu berlangsung sangat cepat. Saat itu ia baru saja selesai memandikan keponakannya dan mengganti pakaiannya. Setelah itu, ia menutup pintu rumah dan mengingatkan anak tersebut agar tidak keluar ke teras karena mainannya berada di luar rumah.
Namun tanpa disadari, balita tersebut membuka kembali pintu rumah dan keluar ke teras. Di sana ia duduk sambil memainkan mobil-mobilan miliknya.
Tidak lama kemudian, Uut mendengar suara tangisan keras dari arah luar rumah. Mendengar hal itu, ia segera keluar untuk melihat apa yang terjadi.
Ketika tiba di teras, ia mendapati keponakannya sudah dalam kondisi terluka dan terbaring miring. Ia juga melihat darah yang menetes hingga mengenai lantai keramik.
Saat diperiksa lebih dekat, luka terlihat di bagian belakang tubuh anak tersebut. Uut pun langsung panik dan segera membawa korban untuk mendapatkan pertolongan medis.
Menurut Uut, kejadian tersebut ternyata bukan yang pertama kali terjadi di lingkungan perumahan tersebut. Ia menyebut sebelumnya sudah ada dua anak lain yang juga menjadi korban serangan monyet liar.
Dari tiga kejadian tersebut, salah satu korban bahkan mengalami luka cukup parah di bagian kepala akibat serangan hewan tersebut.
Kemunculan monyet liar di kawasan perumahan ini membuat warga sekitar merasa khawatir dan resah. Mereka takut serangan serupa kembali terjadi, terutama karena banyak anak kecil yang sering bermain di area perumahan.
Warga juga mengaku cukup terkejut karena sebelumnya tidak pernah ada monyet yang terlihat di kawasan tersebut. Kejadian ini menjadi pengalaman pertama bagi warga setempat menghadapi ancaman hewan liar di lingkungan tempat tinggal mereka.
Warga pun berharap pihak berwenang segera mengambil langkah untuk menangkap monyet liar tersebut agar tidak kembali membahayakan keselamatan masyarakat, terutama anak-anak.
Menanggapi kejadian tersebut, petugas penyelamat dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi telah turun ke lokasi untuk melakukan pencarian dan upaya penangkapan.
Petugas rescue Damkar Kabupaten Bekasi, Adhi Nugroho, mengatakan bahwa timnya sudah melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Namun, proses penangkapan cukup sulit karena monyet tersebut terus berpindah-pindah tempat.
Pihaknya bersama warga setempat masih terus berupaya menangkap hewan tersebut agar situasi kembali aman.

Sumber : tribunnews
Editor : Tia
Share:

Berita Populer