Hari ke-9 Penanganan Longsor Cisarua, Polda Jabar Evakuasi 76 Kantong Jenazah

Babe News - Bekasi, 02/02/2026. Memasuki hari kesembilan operasi kemanusiaan pascabencana longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Polda Jawa Barat melalui Tim Disaster Victim Identification (DVI) terus mengintensifkan proses evakuasi dan identifikasi korban. Hingga Minggu malam (1/2/2026), puluhan jenazah berhasil dievakuasi dan sebagian besar telah dikembalikan kepada keluarga masing-masing.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, menyampaikan bahwa berdasarkan data terakhir hingga pukul 19.30 WIB, Pos DVI menerima sebanyak 76 kantong jenazah dari lokasi bencana.
Proses Identifikasi Terus Berjalan
Dari jumlah tersebut, Tim DVI telah berhasil mengidentifikasi 58 korban. Dalam proses pemeriksaan, petugas menemukan fakta bahwa dua kantong jenazah yang sebelumnya terdata terpisah ternyata berasal dari satu individu yang sama, setelah dilakukan pencocokan data secara menyeluruh.
“Seluruh korban yang telah teridentifikasi sudah kami serahkan kepada pihak keluarga. Termasuk satu kantong jenazah yang berisi kerangka. Sore hari ini, kami juga menyerahkan jenazah almarhum Angga setelah proses identifikasi lanjutan dinyatakan tuntas,” ujar Kombes Pol. Hendra Rochmawan.
Belasan Jenazah Masih Menunggu Kepastian Identitas
Meski capaian identifikasi menunjukkan perkembangan positif, proses masih terus berlanjut. Saat ini, terdapat 17 jenazah yang belum teridentifikasi. Jenazah tersebut tersebar di beberapa lokasi, yakni 11 jenazah berada di RS Sartika Asih, 2 jenazah di RSUD Cibabat Cimahi, dan 4 jenazah masih berada di Pos DVI lapangan untuk pemeriksaan lanjutan.
Tim medis dan forensik tetap bekerja maksimal dengan mengedepankan ketelitian dan ketepatan agar setiap korban dapat dikenali secara sah dan diserahkan kepada keluarga.
Imbauan kepada Keluarga Korban
Polda Jabar juga mencatat adanya perbedaan jumlah antara laporan warga yang kehilangan anggota keluarga dengan jumlah kantong jenazah yang berhasil dievakuasi. Hingga saat ini, laporan orang hilang tercatat sebanyak 108 orang, sementara jumlah kantong jenazah berjumlah 76.
Terkait hal tersebut, Kombes Pol. Hendra mengimbau masyarakat agar melaporkan kehilangan anggota keluarga secara langsung ke Pos DVI, tidak hanya melalui pos kelurahan atau aparat setempat.
“Kami sangat membutuhkan data pendukung dari keluarga, seperti rekam medis, ciri fisik khusus, atau identitas lain yang relevan. Pelaporan langsung ke Pos DVI penting untuk memastikan data antemortem dapat kami cocokkan secara akurat,” tegasnya.

Sumber : jabar.Polri.Go
Editor : Tia
Share:

Hari ke-9 Penanganan Longsor Cisarua, Polda Jabar Evakuasi 76 Kantong Jenazah

Babe News - Bekasi, 02/02/2026. Memasuki hari kesembilan operasi kemanusiaan pascabencana longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Polda Jawa Barat melalui Tim Disaster Victim Identification (DVI) terus mengintensifkan proses evakuasi dan identifikasi korban. Hingga Minggu malam (1/2/2026), puluhan jenazah berhasil dievakuasi dan sebagian besar telah dikembalikan kepada keluarga masing-masing.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, menyampaikan bahwa berdasarkan data terakhir hingga pukul 19.30 WIB, Pos DVI menerima sebanyak 76 kantong jenazah dari lokasi bencana.
Proses Identifikasi Terus Berjalan
Dari jumlah tersebut, Tim DVI telah berhasil mengidentifikasi 58 korban. Dalam proses pemeriksaan, petugas menemukan fakta bahwa dua kantong jenazah yang sebelumnya terdata terpisah ternyata berasal dari satu individu yang sama, setelah dilakukan pencocokan data secara menyeluruh.
“Seluruh korban yang telah teridentifikasi sudah kami serahkan kepada pihak keluarga. Termasuk satu kantong jenazah yang berisi kerangka. Sore hari ini, kami juga menyerahkan jenazah almarhum Angga setelah proses identifikasi lanjutan dinyatakan tuntas,” ujar Kombes Pol. Hendra Rochmawan.
Belasan Jenazah Masih Menunggu Kepastian Identitas
Meski capaian identifikasi menunjukkan perkembangan positif, proses masih terus berlanjut. Saat ini, terdapat 17 jenazah yang belum teridentifikasi. Jenazah tersebut tersebar di beberapa lokasi, yakni 11 jenazah berada di RS Sartika Asih, 2 jenazah di RSUD Cibabat Cimahi, dan 4 jenazah masih berada di Pos DVI lapangan untuk pemeriksaan lanjutan.
Tim medis dan forensik tetap bekerja maksimal dengan mengedepankan ketelitian dan ketepatan agar setiap korban dapat dikenali secara sah dan diserahkan kepada keluarga.
Imbauan kepada Keluarga Korban
Polda Jabar juga mencatat adanya perbedaan jumlah antara laporan warga yang kehilangan anggota keluarga dengan jumlah kantong jenazah yang berhasil dievakuasi. Hingga saat ini, laporan orang hilang tercatat sebanyak 108 orang, sementara jumlah kantong jenazah berjumlah 76.
Terkait hal tersebut, Kombes Pol. Hendra mengimbau masyarakat agar melaporkan kehilangan anggota keluarga secara langsung ke Pos DVI, tidak hanya melalui pos kelurahan atau aparat setempat.
“Kami sangat membutuhkan data pendukung dari keluarga, seperti rekam medis, ciri fisik khusus, atau identitas lain yang relevan. Pelaporan langsung ke Pos DVI penting untuk memastikan data antemortem dapat kami cocokkan secara akurat,” tegasnya.

Sumber : jabar.Polri.Go
Editor : Tia
Share:

Pria Terjatuh ke Kali Bekasi, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian Intensif

Babe News - Bekasi, 02/02/2026. Tim Search and Rescue (SAR) gabungan masih melakukan upaya pencarian terhadap seorang pria yang dilaporkan terjatuh ke aliran Kali Bekasi. Kejadian tersebut berlangsung di wilayah Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, setelah adanya laporan dari warga setempat.
Kepala Kantor SAR Jakarta sekaligus Koordinator Operasi SAR, Desiana Kartika Bahari, menyampaikan bahwa pihaknya langsung menurunkan personel rescue dari Unit Siaga SAR Bekasi begitu menerima laporan kejadian tersebut. Langkah cepat ini dilakukan untuk meningkatkan peluang menemukan korban.
Menurut informasi yang dihimpun, korban diketahui berinisial G (25). Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Saat kejadian, korban disebut sedang melakukan aktivitas menebang pohon di sekitar bantaran kali dengan menggunakan perahu. Namun, secara tiba-tiba korban terjatuh ke aliran Kali Bekasi dengan penyebab yang hingga kini masih belum dapat dipastikan.
Usai menerima laporan, tim SAR gabungan segera melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Pencarian dilakukan dengan menggunakan perahu karet menyusuri aliran kali, sekaligus pemantauan secara visual melalui jalur darat di sepanjang bantaran Kali Bekasi hingga radius kurang lebih satu kilometer dari titik awal korban dilaporkan jatuh.
Hingga berita ini diturunkan, korban masih belum ditemukan dan proses pencarian terus dilanjutkan. Tim di lapangan tetap bersiaga dengan memperhatikan kondisi arus air dan faktor keselamatan personel.
Dalam operasi pencarian ini, sejumlah unsur turut dilibatkan, di antaranya Unit Siaga SAR Bekasi, Polsek Tambelang, Babinsa, RTB, Senkom, Semut Rescue, LAI, Saka SAR, serta dukungan dari warga sekitar yang ikut membantu pemantauan di lapangan.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Aksi Berani Sopir Jaklingko Gagalkan Jambret di Jakarta Timur

Babe News - Bekasi, 02/02/2026. Seorang pengemudi mikrotrans Jaklingko bernama M Tommy (39) menunjukkan aksi berani saat memergoki peristiwa penjambretan di Jalan TB Simatupang, Jakarta Timur. Tanpa ragu, Tommy mengejar pelaku dan menyerempet sepeda motor yang digunakan jambret hingga salah satu pelaku terjatuh dan berhasil diamankan oleh warga sekitar.
Kapolsek Ciracas, Kompol Rohmad, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan bahwa pelaku yang tertangkap telah diserahkan ke Polsek Ciracas untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi menduga kuat pelaku terlibat dalam tindak pidana penjambretan.
Peristiwa itu terjadi pada Jumat malam (30/1/2026). Kanit Reskrim Polsek Ciracas, Iptu Hasnan Nasruki, menjelaskan bahwa kejadian bermula saat seorang perempuan berinisial D sedang menunggu angkutan umum di sebuah halte. Secara tiba-tiba, dua orang pelaku datang berboncengan menggunakan sepeda motor.
Salah satu pelaku turun dari motor dan langsung merebut telepon genggam korban, sementara rekannya tetap berada di atas motor untuk bersiap melarikan diri. Usai melakukan aksinya, kedua pelaku mencoba kabur dengan memacu kendaraan ke arah tol.
Saat kejadian berlangsung, Tommy yang kebetulan melintas dan hendak menuju halte melihat aksi penjambretan tersebut. Ia kemudian memutuskan untuk mengejar pelaku. Dalam upaya menghentikan aksi kejahatan itu, Tommy menyerempet sepeda motor pelaku hingga salah satu dari mereka terjatuh.
Dari dua pelaku tersebut, satu orang berhasil melarikan diri sambil membawa ponsel korban, sementara satu pelaku lainnya terjatuh dan langsung diamankan oleh warga sekitar. Pelaku yang tertangkap kemudian diserahkan ke pihak kepolisian.
Hasnan menambahkan bahwa pelaku yang diamankan tidak mengalami luka akibat serempetan kendaraan. Namun, pelaku mengalami lebam akibat amukan warga sebelum akhirnya diamankan oleh petugas.
Sementara itu, korban penjambretan telah membuat laporan resmi ke Polsek Ciracas. Pihak kepolisian juga masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap satu pelaku lainnya yang berhasil melarikan diri.

Sumber : detikcom
Editor : Tia
Share:

Pria Terjatuh ke Kali Bekasi, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian Intensif

Babe News - Bekasi, 02/02/2026. Tim Search and Rescue (SAR) gabungan masih melakukan upaya pencarian terhadap seorang pria yang dilaporkan terjatuh ke aliran Kali Bekasi. Kejadian tersebut berlangsung di wilayah Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, setelah adanya laporan dari warga setempat.
Kepala Kantor SAR Jakarta sekaligus Koordinator Operasi SAR, Desiana Kartika Bahari, menyampaikan bahwa pihaknya langsung menurunkan personel rescue dari Unit Siaga SAR Bekasi begitu menerima laporan kejadian tersebut. Langkah cepat ini dilakukan untuk meningkatkan peluang menemukan korban.
Menurut informasi yang dihimpun, korban diketahui berinisial G (25). Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Saat kejadian, korban disebut sedang melakukan aktivitas menebang pohon di sekitar bantaran kali dengan menggunakan perahu. Namun, secara tiba-tiba korban terjatuh ke aliran Kali Bekasi dengan penyebab yang hingga kini masih belum dapat dipastikan.
Usai menerima laporan, tim SAR gabungan segera melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Pencarian dilakukan dengan menggunakan perahu karet menyusuri aliran kali, sekaligus pemantauan secara visual melalui jalur darat di sepanjang bantaran Kali Bekasi hingga radius kurang lebih satu kilometer dari titik awal korban dilaporkan jatuh.
Hingga berita ini diturunkan, korban masih belum ditemukan dan proses pencarian terus dilanjutkan. Tim di lapangan tetap bersiaga dengan memperhatikan kondisi arus air dan faktor keselamatan personel.
Dalam operasi pencarian ini, sejumlah unsur turut dilibatkan, di antaranya Unit Siaga SAR Bekasi, Polsek Tambelang, Babinsa, RTB, Senkom, Semut Rescue, LAI, Saka SAR, serta dukungan dari warga sekitar yang ikut membantu pemantauan di lapangan.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Tim SAR Temukan Ibu Rumah Tangga Tewas di Danau Tambun Selatan, Bekasi

Babe News - Bekasi, 30/01/2026. Tim Search and Rescue (SAR) gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi jenazah seorang ibu rumah tangga berinisial SN (44) yang dilaporkan tenggelam di Danau Griya Asri 2, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, pada Kamis (30/1/2026).
Peristiwa tenggelamnya korban dilaporkan ke petugas SAR pada Kamis pagi. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR langsung menggelar operasi pencarian di sekitar lokasi kejadian dengan melibatkan berbagai unsur terkait. Setelah beberapa jam pencarian, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa pada sore hari sekitar pukul 16.50 WIB.
Koordinator Misi SAR, Kepala Kantor SAR Jakarta Desiana Kartika Bahari, menjelaskan bahwa jasad korban ditemukan di kedalaman sekitar dua meter, dengan jarak kurang lebih empat meter dari titik terakhir korban terlihat di permukaan danau.
“Korban ditemukan setelah tim melakukan penyelaman dan penyisiran intensif di area sekitar lokasi kejadian,” ujarnya.
Proses Evakuasi dan Metode Pencarian
Dalam operasi pencarian, tim SAR membagi personel ke dalam dua kelompok. Satu tim melakukan penyelaman di titik yang diperkirakan sebagai lokasi tenggelamnya korban, sementara tim lainnya melakukan penyisiran permukaan danau menggunakan perahu karet serta jangkar pencari.
Untuk mempercepat pencarian di area dengan visibilitas terbatas, tim juga mengerahkan alat pendeteksi bawah air Aqua Eye, yang membantu mendeteksi keberadaan korban di dalam air.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Keterlibatan Banyak Pihak
Operasi SAR ini melibatkan puluhan personel dari berbagai instansi, antara lain Kantor SAR Jakarta melalui Unit Siaga SAR Bekasi, Polsek Tambun Selatan, Babinsa Sumber Jaya Koramil Tambun, SAR Brimob Cikarang, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi.
Selain itu, sejumlah organisasi relawan turut membantu proses pencarian, seperti KORGAD Rescue, Semut Rescue, Lingkaran Peduli, Al Aqso, Hirpala, Pendekar Rescue, Eslan Rescue, Sigap Persis, Katana Jatimulya, serta warga setempat yang ikut memberikan dukungan di lapangan.

Sumber : antara news
Editor : Tia
Share:

Kali Bekasi Meluap, Permukiman di Bekasi Selatan dan Bekasi Timur Terendam

Babe News - Bekasi, 29/01/2026. Sejumlah kawasan permukiman yang berada di bantaran Kali Bekasi terendam banjir pada Rabu malam, 28 Januari 2026. Genangan air muncul akibat meningkatnya Tinggi Muka Air (TMA) sungai yang menerima kiriman debit air dari wilayah hulu.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bekasi, Idham Kholid, menjelaskan bahwa kenaikan TMA Kali Bekasi dipicu oleh aliran air dari Sungai Cileungsi dan Cikeas yang berada di wilayah hulu. Aliran tersebut kemudian bermuara di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bekasi dan menyebabkan luapan air ke permukiman warga.
“Benar, malam ini sebagian wilayah Kota Bekasi terdampak kiriman air dari hulu, yaitu dari Cileungsi dan Cikeas, sehingga debit di Kali Bekasi meningkat,” ujar Idham saat dikonfirmasi, Rabu (28/1/2026).
Hingga malam hari, BPBD Kota Bekasi mencatat setidaknya dua lokasi yang terdampak banjir. Lokasi pertama berada di RT 02 RW 02, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, dengan ketinggian air sekitar 40 sentimeter. Sementara lokasi kedua berada di Gang Mawar, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, dengan genangan berkisar 30 hingga 40 sentimeter.
Idham menuturkan bahwa pihaknya telah melakukan langkah antisipasi sejak sore hari dengan memberikan peringatan dini kepada warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai. Warga diminta untuk bersiap menghadapi kemungkinan banjir, termasuk memindahkan kendaraan dan menyelamatkan dokumen penting.
“Sejak pukul 20.00 WIB, kami sudah mengimbau warga agar bersiap, memindahkan kendaraan, dan mengamankan barang serta dokumen penting,” jelasnya.
Selain imbauan langsung, sistem peringatan dini berupa sirine juga diaktifkan di beberapa wilayah rawan banjir, seperti Gang Mawar, Kampung Lengkak, dan Kampung Lebak Teluk Pucung. Bunyi sirine tersebut bertujuan untuk mengingatkan warga agar segera bersiap jika debit air terus meningkat.
BPBD Kota Bekasi terus melakukan pemantauan kondisi TMA Kali Bekasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi kemungkinan banjir meluas ke wilayah lain.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Banjir Meluas di Kabupaten Bekasi, Lebih dari 24 Ribu Warga Mengungsi

Babe News - Bekasi, 30/01/2026. Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menyebabkan puluhan ribu warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat, sebanyak 24.109 jiwa atau sekitar 6.805 kepala keluarga (KK) terdampak dan harus meninggalkan rumah mereka.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, mengatakan bahwa bencana banjir ini berdampak pada 16 kecamatan dan 49 desa. Untuk membantu warga, pemerintah daerah telah menyiapkan 24 titik pengungsian yang tersebar di berbagai wilayah terdampak.
“BPBD bersama unsur terkait terus melakukan asesmen di lapangan, mengevakuasi warga, serta menyalurkan bantuan logistik kepada korban banjir,” ujar Dodi di Bekasi, Kamis (29/1/2026).
Titik Pengungsian Tersebar di Berbagai Kecamatan
Dodi menjelaskan, lokasi pengungsian berada di beberapa kecamatan seperti Babelan, Sukawangi, Sukakarya, Pebayuran, Cibitung, dan Karangbahagia. Tempat pengungsian memanfaatkan berbagai fasilitas umum, mulai dari masjid, musala, sekolah, kantor desa, fly over, hingga tenda darurat.
Kecamatan Cibitung menjadi wilayah dengan jumlah titik pengungsian terbanyak, yakni delapan lokasi. Sementara itu, Kecamatan Babelan dan Sukawangi masing-masing memiliki empat titik pengungsian.
Koordinasi Lintas Instansi
Dalam penanganan banjir, BPBD Kabupaten Bekasi bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, Dinas Sosial, PMI, relawan kebencanaan, serta pemerintah kecamatan dan desa. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, BBWS Ciliwung-Cisadane, serta Perum Jasa Tirta II untuk mengendalikan debit air dan mencegah banjir semakin meluas.
BPBD juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah guna menghindari risiko bencana yang lebih besar.

Sumber : metro TV news
Editor : Tia
Share:

UBSI dan Pemkot Bekasi Evaluasi Program Beasiswa Mahasiswa Tidak Mampu 2025

Babe News - Bekasi, 29/01/2026. Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) bersama Pemerintah Kota Bekasi menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Beasiswa Mahasiswa Tidak Mampu Tahun 2025 pada Senin (26/1). Kegiatan ini berlangsung di UBSI Kampus Cut Mutiah, Kota Bekasi, sebagai bentuk komitmen memastikan bantuan pendidikan tersebut tepat sasaran dan berjalan efektif.
Program monitoring dan evaluasi ini dilakukan untuk meninjau pelaksanaan beasiswa, mulai dari proses penyaluran dana hingga dampaknya terhadap kelangsungan studi mahasiswa penerima. Pada tahun 2025, tercatat sebanyak 104 mahasiswa UBSI menjadi penerima manfaat dari program Beasiswa Mahasiswa Tidak Mampu yang diselenggarakan Pemerintah Kota Bekasi.
Sebagai kampus yang mengusung konsep digital kreatif, UBSI menegaskan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Melalui evaluasi ini, pihak kampus dan pemerintah daerah ingin memastikan program beasiswa benar-benar membantu mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan mereka.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pimpinan UBSI, di antaranya Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr. Diah Puspitasari dan Wakil Rektor II Bidang Non-Akademik Adi Supriyatna, serta tim dari Bagian Keuangan dan Bagian Beasiswa UBSI. Dari Pemerintah Kota Bekasi, hadir Nasro Dwi Prana, Neneng Sumiardih, dan Herlina Ningsih beserta perwakilan instansi terkait.
Dalam sambutannya, Dr. Diah Puspitasari menekankan pentingnya kerja sama antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah untuk menjaga keberlanjutan program beasiswa. Menurutnya, kegiatan monitoring dan evaluasi menjadi langkah strategis untuk memastikan bantuan pendidikan diberikan kepada mahasiswa yang benar-benar membutuhkan.
“Melalui monitoring dan evaluasi ini, kami ingin memastikan bahwa beasiswa benar-benar memberikan manfaat bagi mahasiswa, sekaligus mendukung mereka agar dapat menyelesaikan studi hingga lulus,” ujar Diah.
UBSI juga berharap koordinasi dengan Pemerintah Kota Bekasi dapat terus diperkuat agar program beasiswa ke depan semakin efektif. Selain membantu secara finansial, beasiswa ini diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus meningkatkan prestasi akademik dan menyelesaikan kuliah tepat waktu.

Sumber : News bsi.ac
Editor : Tia
Share:

174 Kendaraan Terjaring Operasi Pemeriksaan Pajak di Cikarang Utara

Babe News - Bekasi, 29/01/2026. Petugas gabungan menggelar operasi pemeriksaan pajak kendaraan bermotor di Ruas Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 174 kendaraan terjaring pemeriksaan, terdiri dari 110 kendaraan roda dua dan 64 kendaraan roda empat.
Operasi ini melibatkan puluhan personel lintas instansi, di antaranya Satlantas Polres Metro Bekasi, Subdenpom, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bekasi. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan sekaligus mendekatkan layanan kepada wajib pajak.
Kasubid Penagihan Bapenda Kabupaten Bekasi, Bambang Priyanto, menjelaskan bahwa operasi ini lebih mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif. Menurutnya, petugas tidak fokus pada pemberian sanksi berat, melainkan mendorong masyarakat untuk segera melunasi kewajiban pajaknya.
“Pengendara yang terjaring kami arahkan untuk dicek status pajaknya. Jika belum bayar, kami berikan surat pemberitahuan atau notice untuk diurus di Samsat,” ujar Bambang.
Ia menegaskan, petugas tidak menahan STNK pengendara yang belum membayar pajak. Warga cukup membawa surat pemberitahuan tersebut ke kantor Samsat atau memanfaatkan layanan pembayaran yang tersedia.
“Kami tidak menahan STNK. Kalau tidak bawa uang atau BPKB, tinggal bawa notice itu ke Samsat untuk mengurus pajak,” tambahnya.
Bambang juga menyebutkan bahwa operasi gabungan ini merupakan bentuk layanan jemput bola kepada masyarakat. Selain di jalan raya, pemeriksaan pajak juga dilakukan di perusahaan-perusahaan, khususnya untuk kendaraan angkutan umum dan bus karyawan. Operasi serupa rutin dilakukan setiap bulan untuk mendukung target pendapatan daerah, dengan skema bagi hasil pajak 60 persen untuk kabupaten dan 40 persen untuk provinsi.
Sementara itu, Kanit Turjawali Polres Metro Bekasi, Iptu Kambon, mengatakan pihak kepolisian juga melakukan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas. Pengendara yang tidak membawa kelengkapan surat atau tidak menggunakan helm diberikan teguran hingga tilang manual.
“Untuk pelanggaran lalu lintas, kami lakukan penindakan. Ada dua tilang manual dan 10 teguran yang diberikan,” kata Kambon.
Salah satu pengendara roda empat, Mansur (55), mengaku terkejut saat diberhentikan petugas. Ia mengakui pajak kendaraannya telah mati selama satu tahun akibat kesibukan sehari-hari.
“Sempat kaget, ternyata STNK saya mati setahun,” ujarnya.
Namun, ia merasa terbantu karena di lokasi razia tersedia layanan Samsat Keliling, sehingga ia bisa langsung melunasi tunggakan pajak sebesar Rp2.493.000.
“Biasanya saya pakai biro jasa, tapi karena bisa bayar langsung di sini, jadi sekalian saya bayar. Kalau tidak ada razia ini, mungkin belum perpanjang pajak,” katanya.

Sumber : metrotvnews
Editor : Tia
Share:

Hindari Jalan Berlubang, Pengendara Motor Tewas Ditabrak Dump Truk di Bekasi

Babe News - Bekasi, 28/01/2026. Kecelakaan lalu lintas fatal terjadi di Jalan RE Martadinata, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Selasa (27/1/2026). Seorang pengendara sepeda motor berinisial SA (38) meninggal dunia setelah tertabrak dump truk saat berusaha menghindari lubang di jalan.
Kasat Lantas Polres Metro Bekasi, Kompol Sugihartono, menjelaskan bahwa peristiwa nahas itu bermula ketika korban mengendarai sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi B-4973-FBY dari arah timur menuju barat. Korban melaju di lajur kanan saat mendekati lokasi kejadian.
Di waktu yang sama, dari arah belakang, sebuah light dump truk Toyota Dyna bernomor polisi B-9413-JZ yang dikemudikan oleh IM melaju di jalur yang sama. Saat mendekati titik jalan berlubang, korban mengurangi kecepatan untuk menghindari kerusakan jalan tersebut.
“Pengendara sepeda motor memperlambat laju kendaraan karena hendak menghindari lubang di lajur kanan. Namun, dari belakang datang dump truk yang kemudian menabrak bagian belakang sepeda motor,” ujar Sugihartono saat dikonfirmasi.
Benturan keras membuat korban terjatuh dan mengalami luka berat. Petugas yang datang ke lokasi langsung melakukan evakuasi dan membawa korban ke RSUD Kabupaten Bekasi. Namun, korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka yang diderita.
Selain korban jiwa, kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan juga mengalami kerusakan. Sepeda motor korban rusak di bagian belakang, sementara dump truk mengalami kerusakan di bagian depan.
Hingga saat ini, kasus kecelakaan tersebut masih dalam penanganan Unit Gakkum Satlantas Polres Metro Bekasi. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara detail penyebab kecelakaan serta memastikan unsur kelalaian dari pihak-pihak yang terlibat.
“Perkara ini masih kami tangani untuk kepentingan penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut,” tambah Sugihartono.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Hindari Jalan Berlubang, Pengendara Motor Tewas Ditabrak Dump Truk di Bekasi

Babe News - Bekasi, 28/01/2026. Kecelakaan lalu lintas fatal terjadi di Jalan RE Martadinata, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Selasa (27/1/2026). Seorang pengendara sepeda motor berinisial SA (38) meninggal dunia setelah tertabrak dump truk saat berusaha menghindari lubang di jalan.
Kasat Lantas Polres Metro Bekasi, Kompol Sugihartono, menjelaskan bahwa peristiwa nahas itu bermula ketika korban mengendarai sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi B-4973-FBY dari arah timur menuju barat. Korban melaju di lajur kanan saat mendekati lokasi kejadian.
Di waktu yang sama, dari arah belakang, sebuah light dump truk Toyota Dyna bernomor polisi B-9413-JZ yang dikemudikan oleh IM melaju di jalur yang sama. Saat mendekati titik jalan berlubang, korban mengurangi kecepatan untuk menghindari kerusakan jalan tersebut.
“Pengendara sepeda motor memperlambat laju kendaraan karena hendak menghindari lubang di lajur kanan. Namun, dari belakang datang dump truk yang kemudian menabrak bagian belakang sepeda motor,” ujar Sugihartono saat dikonfirmasi.
Benturan keras membuat korban terjatuh dan mengalami luka berat. Petugas yang datang ke lokasi langsung melakukan evakuasi dan membawa korban ke RSUD Kabupaten Bekasi. Namun, korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka yang diderita.
Selain korban jiwa, kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan juga mengalami kerusakan. Sepeda motor korban rusak di bagian belakang, sementara dump truk mengalami kerusakan di bagian depan.
Hingga saat ini, kasus kecelakaan tersebut masih dalam penanganan Unit Gakkum Satlantas Polres Metro Bekasi. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara detail penyebab kecelakaan serta memastikan unsur kelalaian dari pihak-pihak yang terlibat.
“Perkara ini masih kami tangani untuk kepentingan penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut,” tambah Sugihartono.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Polda Metro Jaya Minta Maaf Terkait Kasus Pedagang Es Gabus di Kemayoran

Babs News - Jakarta, 28/01/2026. Kepolisian Daerah Metro Jaya menyampaikan permohonan maaf atas polemik yang melibatkan Suderajat, pedagang es gabus di Kemayoran, Jakarta Pusat. Sebelumnya, Suderajat sempat dituding menggunakan bahan berbahaya dalam produknya, namun tuduhan tersebut dipastikan tidak terbukti setelah hasil uji laboratorium menunjukkan es gabus yang dijual aman untuk dikonsumsi.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menjelaskan bahwa kegiatan aparat di lapangan sebenarnya bertujuan memberikan edukasi kepada pelaku usaha terkait keamanan pangan. Namun, cara pelaksanaannya dinilai kurang tepat sehingga memicu kegaduhan di tengah masyarakat.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas peristiwa ini dan kegaduhan yang timbul di masyarakat,” ujar Budi Hermanto pada Selasa (27/1/2026).
Ia mengakui bahwa pendekatan yang dilakukan petugas di lapangan menimbulkan ketidaknyamanan, khususnya bagi Suderajat dan keluarganya. Menurutnya, meski tujuan awalnya baik, metode yang digunakan tidak sesuai sehingga berdampak negatif.
“Niat awalnya adalah memberikan edukasi terkait keamanan pangan. Namun kami menyadari cara yang ditempuh di lapangan tidak tepat,” katanya.
Budi juga menegaskan bahwa pihak kepolisian memahami kekecewaan yang dirasakan Suderajat. Ia menekankan komitmen Polri untuk mendukung pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
“Polda Metro Jaya sangat peduli terhadap pelaku UMKM. Mereka adalah tulang punggung ekonomi, sehingga harus dilindungi dan didukung,” ujarnya.
Terkait dugaan tindakan kekerasan oleh oknum aparat dalam kasus ini, Budi memastikan bahwa pihak internal kepolisian telah melakukan pemeriksaan. Proses penyelidikan masih berlangsung, dan jika terbukti ada pelanggaran, akan diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku.
“Jika ditemukan pelanggaran, yang bersangkutan akan dikenai sanksi disiplin maupun sanksi kode etik,” tegasnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab, kepolisian juga membuka ruang komunikasi dengan Suderajat dan memberikan pendampingan agar ia dapat kembali menjalankan usahanya dengan aman dan nyaman. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memberi kesempatan kepada aparat untuk menyelesaikan proses yang sedang berjalan.
“Kami berterima kasih atas masukan dan pengawasan publik. Ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus berbenah dan memperbaiki pelayanan,” tutup Budi.

Sumber : kumparan news
Editor : Tia
Share:

Polda Metro Jaya Minta Maaf Terkait Kasus Pedagang Es Gabus di Kemayoran

Babs News - Jakarta, 28/01/2026. Kepolisian Daerah Metro Jaya menyampaikan permohonan maaf atas polemik yang melibatkan Suderajat, pedagang es gabus di Kemayoran, Jakarta Pusat. Sebelumnya, Suderajat sempat dituding menggunakan bahan berbahaya dalam produknya, namun tuduhan tersebut dipastikan tidak terbukti setelah hasil uji laboratorium menunjukkan es gabus yang dijual aman untuk dikonsumsi.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menjelaskan bahwa kegiatan aparat di lapangan sebenarnya bertujuan memberikan edukasi kepada pelaku usaha terkait keamanan pangan. Namun, cara pelaksanaannya dinilai kurang tepat sehingga memicu kegaduhan di tengah masyarakat.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas peristiwa ini dan kegaduhan yang timbul di masyarakat,” ujar Budi Hermanto pada Selasa (27/1/2026).
Ia mengakui bahwa pendekatan yang dilakukan petugas di lapangan menimbulkan ketidaknyamanan, khususnya bagi Suderajat dan keluarganya. Menurutnya, meski tujuan awalnya baik, metode yang digunakan tidak sesuai sehingga berdampak negatif.
“Niat awalnya adalah memberikan edukasi terkait keamanan pangan. Namun kami menyadari cara yang ditempuh di lapangan tidak tepat,” katanya.
Budi juga menegaskan bahwa pihak kepolisian memahami kekecewaan yang dirasakan Suderajat. Ia menekankan komitmen Polri untuk mendukung pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
“Polda Metro Jaya sangat peduli terhadap pelaku UMKM. Mereka adalah tulang punggung ekonomi, sehingga harus dilindungi dan didukung,” ujarnya.
Terkait dugaan tindakan kekerasan oleh oknum aparat dalam kasus ini, Budi memastikan bahwa pihak internal kepolisian telah melakukan pemeriksaan. Proses penyelidikan masih berlangsung, dan jika terbukti ada pelanggaran, akan diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku.
“Jika ditemukan pelanggaran, yang bersangkutan akan dikenai sanksi disiplin maupun sanksi kode etik,” tegasnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab, kepolisian juga membuka ruang komunikasi dengan Suderajat dan memberikan pendampingan agar ia dapat kembali menjalankan usahanya dengan aman dan nyaman. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memberi kesempatan kepada aparat untuk menyelesaikan proses yang sedang berjalan.
“Kami berterima kasih atas masukan dan pengawasan publik. Ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus berbenah dan memperbaiki pelayanan,” tutup Budi.

Sumber : kumparan news
Editor : Tia
Share:

13 Warung di Bekasi Kedapatan Jual Tramadol, Polisi Tangkap 17 Orang dan Sita Ribuan Pil

Babe News - Bekasi, 28/01/2026. Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Bekasi Kota membongkar praktik penjualan obat-obatan keras ilegal yang disamarkan sebagai warung biasa di sejumlah wilayah Kota Bekasi. Dalam operasi yang dilakukan sepanjang Januari 2026, polisi mengungkap sedikitnya 13 lokasi penjualan dan mengamankan 17 orang tersangka.
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Kusumo Wahyu Bintoro, mengungkapkan bahwa dari penggerebekan tersebut, pihaknya menyita total 12.649 butir obat keras yang dijual tanpa izin edar resmi.
“Selama bulan Januari kami mengungkap 13 titik penjualan obat keras ilegal. Total obat yang diamankan sebanyak 12.649 butir,” ujar Kusumo saat konferensi pers di Polres Metro Bekasi Kota, Selasa (27/1/2026).
Obat-obatan yang disita antara lain tramadol, trihexyphenidyl, hingga eximer, yang masuk dalam kategori obat keras dan hanya boleh diperoleh dengan resep dokter. Namun, pelaku menjualnya secara bebas kepada masyarakat dengan cara yang cukup rapi dan terselubung.
Menurut Kusumo, para pelaku menggunakan modus kamuflase dengan menyewa warung atau toko kecil secara bulanan. Warung tersebut tampak seperti konter ponsel atau toko kelontong biasa, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan warga sekitar.
“Barang-barang itu tidak dipajang di etalase. Biasanya disimpan dan baru dikeluarkan kalau sudah ada pembeli yang tahu atau menjadi pelanggan tetap,” jelasnya.
Dalam pengungkapan ini, polisi menangkap tersangka di beberapa wilayah, antara lain Bekasi Utara (4 orang), Bekasi Timur (3 orang), Jatiasih (4 orang), Pondok Gede (3 orang), dan Medan Satria (3 orang). Polisi juga masih mendalami jaringan distribusi dan sumber pasokan obat-obatan tersebut.
Para tersangka dijerat dengan Pasal 435 juncto Pasal 138 ayat 2 dan 3, atau Pasal 436 ayat 2 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan serta UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana. Ancaman hukuman maksimal mencapai 12 tahun penjara atau denda hingga Rp5 miliar.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

13 Warung di Bekasi Kedapatan Jual Tramadol, Polisi Tangkap 17 Orang dan Sita Ribuan Pil

Babe News - Bekasi, 28/01/2026. Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Bekasi Kota membongkar praktik penjualan obat-obatan keras ilegal yang disamarkan sebagai warung biasa di sejumlah wilayah Kota Bekasi. Dalam operasi yang dilakukan sepanjang Januari 2026, polisi mengungkap sedikitnya 13 lokasi penjualan dan mengamankan 17 orang tersangka.
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Kusumo Wahyu Bintoro, mengungkapkan bahwa dari penggerebekan tersebut, pihaknya menyita total 12.649 butir obat keras yang dijual tanpa izin edar resmi.
“Selama bulan Januari kami mengungkap 13 titik penjualan obat keras ilegal. Total obat yang diamankan sebanyak 12.649 butir,” ujar Kusumo saat konferensi pers di Polres Metro Bekasi Kota, Selasa (27/1/2026).
Obat-obatan yang disita antara lain tramadol, trihexyphenidyl, hingga eximer, yang masuk dalam kategori obat keras dan hanya boleh diperoleh dengan resep dokter. Namun, pelaku menjualnya secara bebas kepada masyarakat dengan cara yang cukup rapi dan terselubung.
Menurut Kusumo, para pelaku menggunakan modus kamuflase dengan menyewa warung atau toko kecil secara bulanan. Warung tersebut tampak seperti konter ponsel atau toko kelontong biasa, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan warga sekitar.
“Barang-barang itu tidak dipajang di etalase. Biasanya disimpan dan baru dikeluarkan kalau sudah ada pembeli yang tahu atau menjadi pelanggan tetap,” jelasnya.
Dalam pengungkapan ini, polisi menangkap tersangka di beberapa wilayah, antara lain Bekasi Utara (4 orang), Bekasi Timur (3 orang), Jatiasih (4 orang), Pondok Gede (3 orang), dan Medan Satria (3 orang). Polisi juga masih mendalami jaringan distribusi dan sumber pasokan obat-obatan tersebut.
Para tersangka dijerat dengan Pasal 435 juncto Pasal 138 ayat 2 dan 3, atau Pasal 436 ayat 2 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan serta UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana. Ancaman hukuman maksimal mencapai 12 tahun penjara atau denda hingga Rp5 miliar.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Reza Arap Disebut Ada di Lokasi Kematian Lula Lahfah, Polisi Masih Lakukan Pendalaman

Babe News - Bekasi, 27/01/2026. Kepolisian mengonfirmasi bahwa musisi sekaligus konten kreator Reza Arap disebut berada di lokasi saat kekasihnya, Lula Lahfah, ditemukan meninggal dunia di kamar apartemennya di kawasan Darmawangsa, Jakarta Selatan. Informasi tersebut diperoleh dari keterangan salah satu saksi yang diperiksa penyidik.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Selatan, AKBP Mohamad Iskandarsyah, menyampaikan bahwa saksi menyebut Reza Arap hadir di tempat kejadian perkara (TKP) ketika korban dinyatakan meninggal dunia. Meski begitu, polisi masih mendalami detail waktu dan kronologi kehadiran Reza di lokasi tersebut.
“Dari keterangan saksi, Reza disebut ada di TKP saat korban diinformasikan meninggal. Tapi kapan tepatnya dia berada di sana, masih kami dalami,” ujar Iskandarsyah kepada wartawan, Senin (26/1/2026).
Iskandarsyah menegaskan, hingga saat ini belum ditemukan indikasi adanya tindak pidana yang menyebabkan kematian Lula Lahfah. Polisi masih mengumpulkan keterangan saksi dan fakta-fakta di lapangan untuk memastikan kronologi kejadian secara menyeluruh.
“Kami belum melihat adanya indikasi perbuatan pidana yang menghilangkan nyawa. Semua masih dalam tahap penyelidikan,” katanya.
Untuk kepentingan penyelidikan, Reza Arap dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi bersama lima orang lainnya. Mereka yang dipanggil antara lain asisten pribadi, sopir pribadi, asisten rumah tangga, dokter pribadi, serta pihak Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) yang sebelumnya menangani korban.
Reza Arap sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa dirinya akan hadir di Mapolres Jakarta Selatan pada hari pemeriksaan. Namun, hingga Senin malam sekitar pukul 19.50 WIB, Reza belum terlihat datang ke lokasi. Polisi menyatakan masih menunggu kehadirannya untuk melengkapi proses klarifikasi.
Pihak kepolisian memastikan penyelidikan dilakukan secara profesional dan transparan guna memastikan penyebab kematian Lula Lahfah, sekaligus menghindari spekulasi yang berkembang di publik.

Sumber : megapolitan
Editor : Tia
Share:

Banjir Terus Terulang, Warga Perumahan Subsidi di Bekasi Pilih Mengungsi dan Tinggalkan Rumah

Babe News - Bekasi, 27/01/2026. Banjir yang kembali merendam kawasan perumahan subsidi di Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, pada Senin (26/1/2026), membuat sebagian warga mengambil langkah berat. Tidak sedikit penghuni memilih meninggalkan rumah mereka demi keselamatan keluarga, terutama anak-anak.
Salah satu warga, Jeremia Tampubolon (27), mengaku memutuskan mengontrak rumah di luar kawasan perumahan untuk sementara waktu. Ia khawatir kondisi banjir yang terus berulang akan membahayakan keluarganya, terutama anaknya yang masih kecil.
“Pasti ada rasa khawatir, apalagi punya anak kecil. Jadi saya pilih ngontrak dulu, cari tempat yang lebih aman. Barang-barang penting juga saya bawa,” ujar Jeremia.
Menurutnya, warga sebenarnya sudah beberapa kali meminta pengembang perumahan untuk melakukan penanganan serius, seperti membangun turap dan mengatur ulang aliran sungai di sekitar kawasan. Namun, langkah-langkah tersebut dinilai belum efektif mengatasi banjir yang terus datang setiap musim hujan.
“Katanya sudah direlokasi dan dibikin tanggul, tapi kurang efektif. Posisi perumahan ini memang dekat sekali dengan sungai. Air juga masuk dari gerbang depan,” katanya.
Jeremia menjelaskan bahwa lokasi perumahan yang lebih rendah dibandingkan permukaan sungai menjadi faktor utama air mudah masuk ke permukiman setiap kali hujan deras. Ia juga mengaku kecewa karena sejak awal membeli rumah, pihak pemasaran menyebut kawasan tersebut aman dari banjir.
“Waktu beli, dibilang aman. Tahun pertama memang tidak banjir. Tapi masuk tahun kedua mulai banjir, dan sekarang makin parah,” ucapnya.
Atas kondisi tersebut, Jeremia berharap ada kebijakan khusus dari pengembang, seperti penangguhan cicilan rumah bagi warga yang terpaksa mengungsi. Ia menilai penangguhan cicilan seharusnya tidak menambah beban pembayaran di masa depan.
“Saya berharap ada penangguhan dua atau tiga bulan, tapi jangan ditambah ke cicilan tahun berikutnya. Karena ini kondisi darurat, bukan kemauan kita,” katanya.
Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah rumah di Perumahan Nebraska Terrace ditinggalkan penghuninya. Beberapa warga terlihat membawa barang-barang penting sambil mengungsi ke tempat yang lebih aman. Di sekitar gerbang perumahan, terlihat tumpukan sampah seperti limbah rumah tangga, ranting pohon, kayu, dan plastik yang terbawa arus banjir, menimbulkan bau tidak sedap.
Hingga Senin sore, genangan air masih terlihat di beberapa titik dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter. Sebelumnya, kawasan ini juga sempat terendam banjir hingga hampir dua meter pada Jumat (23/1/2026).
Ketua RW 02, Doni, menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh curah hujan tinggi yang diperparah kondisi tanggul yang bocor dan jebol, serta meningkatnya debit air Kali CBL. Selain itu, aliran air dari berbagai perumahan sekitar juga mengalir ke kawasan tersebut.
“Air meluap dari banyak perumahan dan Kali CBL juga naik. Waktu kemarin ketinggian hampir dua meter, sekarang sudah agak surut sekitar 30 sentimeter,” ujar Doni.
Ia menyebut sekitar 400 kepala keluarga (KK) terdampak banjir dan terpaksa mengungsi ke sejumlah tempat, seperti masjid, musala, lapangan PMI, dan pondok pesantren.
“Sekitar 400 KK mengungsi. Ada yang ke masjid, musala, lapangan PMI, sampai pondok pesantren,” katanya.
Doni berharap pihak pengembang segera bertanggung jawab dan melakukan penanganan banjir secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak terus terulang di masa depan.
“Kami ingin ada mitigasi yang serius dari developer supaya penanganan banjir lebih cepat dan tidak terus terulang,” ujarnya.

Sumber : Kompascom
Editor : Tia
Share:

Aksi Pemuda Bekasi dari Komunitas Generasi Burgeract Viral, Bersihkan Halte hingga Perbaiki Jalan Rusak di Malam Hari

Babe News - Bekasi, 27/01/2026. Sekelompok pemuda di Kota Bekasi menjadi perbincangan publik setelah aksi sosial mereka membersihkan halte bus dan memperbaiki jalan rusak tersebar luas di media sosial. Komunitas tersebut bernama Generasi Burgeract, yang beranggotakan lima anak muda dengan latar belakang berbeda, namun memiliki satu tujuan yang sama: peduli pada lingkungan dan fasilitas umum.
Kelima anggota komunitas ini adalah Geraldi Weimy (24), Jaka Prasetiyo (29), Syafi’i Maarif Al-Hafiz (27), Ilham Haristianto (26), dan Cornelia Agustine (28). Mereka membentuk komunitas ini karena merasa prihatin melihat kondisi halte bus dan jalanan yang rusak, namun kurang mendapat perhatian.
Menurut Geraldi Weimy, ide membentuk komunitas lahir dari kebiasaan mereka yang sering berkumpul dan berdiskusi soal masalah lingkungan di sekitar mereka. Dari diskusi tersebut, muncul keinginan untuk tidak hanya mengeluh, tetapi juga turun langsung melakukan aksi nyata.
“Timnya baru resmi dibentuk belakangan ini, tapi sebelumnya kami sudah sering bareng. Akhirnya sepakat bikin komunitas Generasi Burgeract supaya bisa bergerak bersama,” kata Geraldi saat ditemui di Bekasi, Senin (26/1/2026).
Nama Generasi Burgeract sendiri memiliki filosofi tersendiri. Geraldi menjelaskan bahwa konsep burger melambangkan berbagai lapisan masyarakat yang berbeda, namun harus bersatu. Roti melambangkan masyarakat, sayuran hijau menggambarkan lingkungan, warna merah putih melambangkan nasionalisme, dan warna keemasan melambangkan Garuda serta semangat persatuan.
“Intinya, meskipun kita berbeda-beda, kita harus tetap satu dan bergerak bersama,” ujarnya.
Aksi sosial mereka dilakukan secara sederhana, menggunakan alat-alat seadanya seperti sapu dan kain lap. Dalam beberapa unggahan di media sosial, terlihat para anggota membersihkan lantai halte, mengelap kaca, merapikan bangku, hingga membersihkan area tunggu penumpang yang kotor. Mereka juga menambal jalan rusak agar lebih aman dilalui pengguna jalan.
Menariknya, sebagian besar kegiatan dilakukan pada malam hari. Selain karena para anggota bekerja di siang hari, aktivitas malam juga dipilih untuk menghindari kemacetan dan aktivitas warga yang padat.
“Gerakan kecil memang tidak langsung berdampak besar, tapi harus dimulai dulu. Kalau terus dilakukan, lama-lama bisa jadi perubahan besar,” ujar Geraldi.
Anggota lainnya, Syafi’i Maarif Al-Hafiz, menambahkan bahwa halte bus merupakan ruang publik yang sering digunakan masyarakat setiap hari, sehingga kebersihannya sangat penting. Ia menilai masyarakat sering kali mengabaikan kondisi fasilitas umum, padahal hal tersebut mencerminkan wajah sebuah kota.
“Halte itu tempat orang lalu-lalang. Kalau kotor, itu juga mencerminkan bagaimana kita memperlakukan kota sendiri,” katanya.
Syafi’i juga menggambarkan filosofi Burgeract seperti lapisan burger tiga tingkat: masyarakat di lapisan atas yang kadang acuh, kelompok peduli seperti komunitas mereka di lapisan tengah, dan pemerintah di lapisan bawah yang belum sepenuhnya menjangkau semua persoalan. Menurutnya, kelompok peduli sering berada di posisi terjepit karena harus berjuang sendiri.
Meski baru memulai gerakan, komunitas Generasi Burgeract berharap aksi mereka bisa memicu kepedulian masyarakat luas dan mendorong pemerintah atau pihak terkait untuk lebih memperhatikan fasilitas umum.

Sumber : kompascom
Editor : Tia
Share:

Kabel Lampu Jalan di Koja Diduga Dicuri, Trotoar Rusak Parah hingga Ratusan Meter

Babe News - Jakarta, Aksi pencurian kabel penerangan jalan umum (PJU) diduga terjadi di kawasan Koja, Jakarta Utara. Peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah lampu jalan di Jalan Raya Cilincing tidak berfungsi dan trotoar rusak parah akibat dibongkar oleh pelaku.
Dugaan pencurian ini pertama kali mencuat melalui unggahan akun Instagram @tkp_jakarta. Dalam video yang beredar, terlihat konblok trotoar dibongkar dan berserakan sepanjang kurang lebih 200 meter, tepat di antara dua titik lampu jalan yang kini tidak menyala. Di bawah trotoar tersebut, kabel listrik yang seharusnya terpasang sudah tidak ditemukan, sehingga kuat dugaan kabel PJU dicuri.
Kondisi trotoar yang rusak ini juga mengganggu kenyamanan pejalan kaki dan berpotensi membahayakan pengguna jalan. Selain lampu jalan yang mati, permukaan trotoar yang tidak rata menimbulkan risiko kecelakaan bagi warga sekitar.
Menanggapi kejadian ini, Kanit Reskrim Polsek Koja AKP Fernando menyatakan pihak kepolisian telah menerima informasi terkait dugaan pencurian kabel tersebut dan saat ini sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut. Polisi juga telah melakukan pemantauan di lokasi untuk mengumpulkan bukti dan keterangan saksi.
“Informasi sudah kami terima dan saat ini masih dalam proses pendalaman serta penyelidikan,” ujar Fernando melalui keterangan tertulis pada Minggu (25/1/2026).
Fernando menambahkan, kasus serupa tidak hanya terjadi di satu lokasi. Berdasarkan data sementara, terdapat tiga titik dugaan pencurian kabel PJU di wilayah Jakarta Utara, yaitu satu titik di Koja dan dua titik lainnya di Cilincing. Untuk mengungkap pelaku, kepolisian akan berkoordinasi lintas wilayah hukum di Jakarta Utara.
“Kami bersama Polres Jakarta Utara terus mencari keterangan terkait dugaan pencurian kabel penerangan jalan ini,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolsek Koja Kompol Andry Suharto mengatakan pihaknya belum menerima laporan resmi dari warga terkait kejadian tersebut. Meski demikian, kepolisian tetap melakukan penyelidikan awal untuk mengidentifikasi pelaku.
“Memang belum ada laporan polisi, tetapi kami tetap melakukan penyelidikan lebih dulu,” kata Andry.

Sumber : Kompascom
Editor : Tia
Share:

Berita Populer